• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Mendag Zulhas Optimistis Harga Telur Turun Kurang dari Dua Pekan

Mendag Zulhas Optimistis Harga Telur Turun Kurang dari Dua Pekan

Agustus 31, 2022
Menag Nasaruddin Sebut Keadilan Harus Dibangun melalui Sinergi Penegak Hukum, Advokat dan Kampus

Menag Nasaruddin Sebut Keadilan Harus Dibangun melalui Sinergi Penegak Hukum, Advokat dan Kampus

Juli 9, 2026
Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Juli 9, 2026
ADVERTISEMENT
Kementerian Pariwisata Menilai Wisata Olahraga Berpotensi Mempercepat Pertumbuhan Pariwisata Nasional

Kementerian Pariwisata Menilai Wisata Olahraga Berpotensi Mempercepat Pertumbuhan Pariwisata Nasional

Juli 9, 2026
Komisi IV DPRD Batam Tampung Aspirasi Mahasiswa IPMKOB Pekanbaru, Bahas Kemajuan Daerah

Komisi IV DPRD Batam Tampung Aspirasi Mahasiswa IPMKOB Pekanbaru, Bahas Kemajuan Daerah

Juli 9, 2026
Rapat Paripurna DPRD Kota Batam Dengarkan Penyampaian Rancangan KUA/PPAS APBD 2027, Wali Kota Proyeksikan Anggaran Belanja Rp 4,6 T

Rapat Paripurna DPRD Kota Batam Dengarkan Penyampaian Rancangan KUA/PPAS APBD 2027, Wali Kota Proyeksikan Anggaran Belanja Rp 4,6 T

Juli 9, 2026
Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Juli 9, 2026
Realisasi & Pengawasan Program RP.100 Juta Tiap RW di Kota Bekasi, Ketua Komisi I DPRD Angkat Bicara

Realisasi & Pengawasan Program RP.100 Juta Tiap RW di Kota Bekasi, Ketua Komisi I DPRD Angkat Bicara

Juli 9, 2026
Wamendagri Sebut Tata Ruang yang Baik Diperlukan untuk Kembangkan Potensi Kepri

Wamendagri Sebut Tata Ruang yang Baik Diperlukan untuk Kembangkan Potensi Kepri

Juli 8, 2026
Pemprov DKI Pecahkan Rekor MURI Gelar Khitanan Massal Lebih dari 2.000 Anak

Pemprov DKI Pecahkan Rekor MURI Gelar Khitanan Massal Lebih dari 2.000 Anak

Juli 8, 2026
Komisi Yudisial Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik  4 Hakim Perkara Chromebook

Komisi Yudisial Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pelanggaran Etik  4 Hakim Perkara Chromebook

Juli 8, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juli 9, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mendag Zulhas Optimistis Harga Telur Turun Kurang dari Dua Pekan

[Ekonomi]

Agustus 31, 2022
in Ekonomi, News
0
0
SHARES
21
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berkunjung ke Pasar Koja Baru, Jakarta Utara pada, Jumat (17/6/2022). (Dok Kemendag)

Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan memastikan kenaikan harga telur ayam ras saat ini tak berlangsung lama. Ia mengatakan, lonjakan harga telur ayam dipastikan bakal turun kurang dari dua pekan.

“Kita sudah undang pelaku di sektor ini, mereka ke saya meyakinkan ini hanya temporer tidak sampai dua pekan,” kata Zulhas, sapaan akrabnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (30/8/2022).

Zulhas menjelaskan, harga normal telur ayam di konsumen saat ini naik menjadi sekitar Rp 27 ribu per kg hingga Rp 29 ribu per kg. Itu lantaran biaya produksi dari peternak yang sudah menyentuh kisaran Rp 24 ribu per kg.

Adapun saat ini, rata-rata harga telur ayam ras di wilayah Ibu Kota Jakarta sekitar Rp 30.500 per kg. Sementara di wilayah Jawa masih di kisaran Rp 30 ribu dengan harga terendah Rp 28 ribu di Jawa Timur. Adapun di Sumatra, ia mengklaim harga sudah melandai ke bawah Rp 30 ribu per kg.

Namun khusus di kawasan timur seperti Papua dan Maluku masih cukup tinggi di atas Rp 30 ribu per kg. “Stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok sebagain besar harga per 26 Agustus 2022 sudah turun signifikan kecuali telur ayam dan terigu yang naik sedikit,” kata Zulhas.

Ia pun menegaskan kenaikan harga telur ayam saat ini tidak terlepas dari situasi tekanan bisnis perunggasan yang terjadi sejak tahun lalu. Selama 2021, akibat lonjakan kasus Covid-19 aktivitas masyarakat dibatasi hingga menyebabkan permintaan produk pangan termasuk telur merosot.

Alhasil, harga telur anjlok hingga Rp 14 ribu per kg, padahal biaya produksi ketika itu terus meningkat hingga Rp 24 ribu per kg. Mau tak mau, peternak yang kesulitan permodalan mengurangi populasi ayam layer dan membuat produksi merosot hingga saat ini.

“Jadi waktu itu banyak yang afkir dini, jadi induknya dipotong dan dijadikan ayam potong dampaknya itu ya sekarang,” ujar dia.

Saat ini, ketika mobilitas masyarakat mulai pulih, permintaan terhadap telur ayam ikut mengalami kenaikan. Itu juga tercermin dari industri hotel, restoran, dan katering yang sudah mulai ramai. Kondisi saat ini diyakini berdampak langsung pada tingginya permintaan telur ayam secara nasional.

Di sisi lain, bantuan sosial berupa telur ayam yang diberikan kepada masyarakat meningkatkan permintaan di saat populasi ayam layer dan produksi telur belum pulih.

“Mensos (Menteri Sosial) memang tidak beli telur, tapi memberikan bantuan ke daerah, dan oleh daerah dijadikan bantuan bentuk pangan (telur). Itu kesepakatan Mendag dan Mensos dulu karena telur tidak laku,” kata dia.

Anggota Komisi VI DPR, Amin, mengatakan, persoalan naik-turun harga telur bukan masalah sederhana. Ia menuturkan, saat harga anjlok tahun lalu hingga Rp 14 ribu per kg di peternak, banyak peternak ayam layer yang gulung tikar karena merugi.

Saat ini, ketika harga telur naik dan menyentuh Rp 31 ribu per kg di konsumen, para konsumen menjerit. Terutama mereka yang yang berprofesi sebagai pelaku UMKM makanan yang menggunakan telur sebagai bahan baku.

“Ini apa tidak ada kebijakan yang sifatnya sistemik terukur sehingga tidak berulang terus-menerus?” ujarnya.(***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: komisi vi dprMendag Zulhas
ShareTweetSend

Related Posts

Jokowi Dikabarkan Segera Kumpulkan Ketum Parpol Koalisi Untuk Bahas Dinamika Politik

Ungkap Ada Mafia Perizinan, DPR Cecar Mendag Zulhas Soal Impor Bawang Putih

Juni 7, 2023
Pulihkan Ekonomi, Peran ‘Holding’ BUMN Perlu Dioptimalkan

Pulihkan Ekonomi, Peran ‘Holding’ BUMN Perlu Dioptimalkan

Oktober 23, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?