
Jakarta, SatukanIndonesia.Com –Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mendorong perguruan tinggi dan pihak swasta di Tanah Air untuk berkolaborasi menciptakan dan mengembangkan kendaraan otonom atau tanpa awak pengemudi (driverless), agar dapat terwujud di Indonesia.
“Kendaraan otonom itu merupakan sistem transportasi cerdas (intelligent transport system/ITS) yang akan menjadi transportasi masa depan,” ujar Menhub saat menjadi pembicara kunci dalam webinar bertema Melirik Prospek Kendaraan Otonom di Indonesia: Peluang Serta Tantangannya yang diselenggarakan oleh President University Cikarang, pada Sabtu (13/8/2022).
Mengutip McKinsey Global Institute dan TU Delf Research in Electric and Automated Transport 2019, sejumlah keunggulan dari kendaraan otonom yaitu: memiliki kepastian dan ketepatan waktu, mengurangi emisi karbon, kemacetan, konsumsi bahan bakar hingga 15 persen, dan juga mengurangi tingkat kecelakaan karena human error mencapai 40 persen.
Namun begitu, Menhub juga menjabarkan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi untuk memasifkan penggunaan kendaraan otonom di Indonesia, di antaranya yaitu kesiapan jalan, jaringan internet, kondisi lingkungan, pelaksanaan pengujian kendaraannya, serta regulasi terkait dengan hal teknis laik jalannya. “Namun saat ini kami tengah menyusun dan terus mematangkan regulasinya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Menhub berpendapat, dibutuhkan kolaborasi dari semua stakeholder terkait, baik akademisi dan pihak swasta untuk menciptakan iklim yang kondusif agar kendaraan otonom ini dapat diwujudkan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Jababeka, Tbk Sutedja Sidarta Darmono menyatakan dukungannya untuk mewujudkan kehadiran kendaraan otonom di Indonesia.
Menurutnya, diperlukan pengembangan infrastruktur yang mendukung tumbuhnya ekosistem kendaraan otonom, salah satunya yaitu penguatan jaringan internet. “Dengan adanya koneksi internet 5G, kita bisa mendapatkan peluang untuk memasuki era kendaraan otonom,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan inisiatif baru dengan membuat Jababeka Silicon Valley atau Correctio, berkolaborasi dengan sejumlah pihak yakni: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indogen Capital, dan PT Bisa Artifisial Indonesia (BISA.AI).
Kawasan itu dibangun dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mewujudkan industri 4.0 melalui pengenalan teknologi baru, termasuk utilisasi internet of things (IoT), augmented reality, kendaraan otonom, dan sebagainya.
Keberadaan kawasan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan dan ekosistem yang mendukung pemanfaatan teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sebelumnya, pada Mei 2022 lalu, salah satu perusahaan swasta yaitu Sinar Mas Land, telah meluncurkan kendaraan listrik otonom bernama Navya Arma, yang dioperasikan di dua titik lokasi yakni Q Big BSD City, dan Kawasan BSD Green Office Park.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan Ibu Kota Baru Negara di Kalimantan Timur berkonsep green and smart city, mengedepankan penggunaan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan kendaraan listrik dan otonom.
InfoPublik













