
Jakarta, satukanindonesia.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menggelar sarasehan dan dialog bersama wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan di Kemenpora. Acara yang digelar secara tertutup di Kantor Kemenpora, Jakarta, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan.
Dalam pertemuan tersebut, para jurnalis diberi kesempatan langsung untuk menyampaikan berbagai masukan, saran, dan kendala yang mereka hadapi selama menjalankan tugas peliputan di lingkungan Kemenpora. “Pertemuan ini sangat positif. Kami bisa berbicara langsung kepada Pak Erick, mendapat akses langsung dengan Menpora mengenai kendala dan harapan kami. Beliau mendengarkan dengan sangat terbuka,” ujar Sofyan, wartawan Suara Karya, salah satu peserta sarasehan dalam siaran persnya yang dilansirdari InfoPublik, Rabu (29/10/2025).
Untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan diskusi, para peserta tidak diperkenankan membawa alat komunikasi ke dalam ruangan.
Meski demikian, kebijakan ini justru mendapat sambutan positif dari kalangan wartawan, karena membuat suasana dialog menjadi lebih fokus, interaktif, dan bebas dari distraksi. “Langkah ini membuat pembicaraan lebih jujur dan terbuka. Kami bisa berbicara langsung tanpa tekanan atau gangguan,” ujar seorang jurnalis lain yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menpora Erick: Wartawan Adalah Mitra Strategis
Dalam kesempatan itu, Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan menjadi agenda rutin, sebagai bagian dari transformasi internal Kemenpora — terutama dalam membangun sistem komunikasi publik yang lebih transparan dan responsif. “Rekan-rekan wartawan adalah bagian penting dari ekosistem Kemenpora. Masukan dari teman-teman media akan kami tindak lanjuti sebagai bahan perbaikan agar Kemenpora bisa bekerja lebih baik dan lebih transparan,” ujar Erick Thohir.
Menpora Erick menambahkan, ruang dialog terbuka ini penting untuk menciptakan hubungan kemitraan yang sehat antara pemerintah dan media, serta memastikan pesan kebijakan publik tersampaikan dengan benar kepada masyarakat. “Kami percaya, komunikasi yang baik adalah fondasi pelayanan publik yang baik,” tegasnya.
Kepala Biro Humas dan Protokol Kemenpora, Yulia Mahmuddin yang akrab disapa Adin, menyebutkan bahwa kegiatan ini disiapkan atas arahan langsung dari Menpora Erick.
Tujuannya adalah untuk menampung aspirasi dan masukan media agar peliputan di Kemenpora dapat berjalan lebih efisien, tertib, dan produktif. “Kami menyiapkan acara ini sesuai arahan pimpinan, dengan harapan dapat menampung aspirasi kawan-kawan media yang biasa meliput di Kemenpora dengan lebih fokus dan nyaman, mengingat keterbatasan situasi dan lokasi,” ujar Adin.
Langkah Menpora Erick membuka komunikasi langsung dengan media dinilai sejalan dengan gaya kepemimpinannya yang aktif mendengar dan terbuka terhadap kritik, baik dari internal Kemenpora maupun mitra eksternal. “Pak Erick memberi contoh bahwa perubahan dimulai dari mendengar. Ini langkah nyata yang patut diapresiasi,” kata Sofyan menambahkan.
Para wartawan juga berharap sarasehan seperti ini terus dilakukan secara berkala agar hubungan antara Kemenpora dan media semakin erat. “Sinergi antara pemerintah dan media sangat penting, karena media berperan menyampaikan informasi akurat dan membangun kepada publik,” ujar salah satu peserta.
Pengamat komunikasi publik menilai, kegiatan seperti ini menjadi cermin pemerintahan yang adaptif dan partisipatif. Menpora Erick Thohir disebut berhasil menghadirkan gaya kepemimpinan yang dekat dengan publik, sekaligus menegaskan pentingnya trust building dalam tata kelola pemerintahan modern.(***)













