• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Menteri Israel Tolak Pembentukan Negara Palestina

Menteri Israel Tolak Pembentukan Negara Palestina

Oktober 8, 2021
Terapkan Mekanisme Baru, Bahlil : Impor Minyak sekarang Langsung Oleh Negara

Terapkan Mekanisme Baru, Bahlil : Impor Minyak sekarang Langsung Oleh Negara

November 1, 2026
Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima dan Besaran Bantuan  Rp900 Ribu

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima dan Besaran Bantuan Rp900 Ribu

November 1, 2026
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi III DPR Dorong Investasi Bodong Masuk RUU Perampasan Aset, Uang Korban Harus Dikembalikan

Anggota Komisi III DPR Dorong Investasi Bodong Masuk RUU Perampasan Aset, Uang Korban Harus Dikembalikan

November 1, 2026
HUT ke-26 DPRD Kota Batam Berlangsung Meriah, Walikota Apresiasi Solidnya Sinergi Legislatif dan Eksekutif

HUT ke-26 DPRD Kota Batam Berlangsung Meriah, Walikota Apresiasi Solidnya Sinergi Legislatif dan Eksekutif

November 1, 2026
Menteri HAM RI Membela Dandhy Laksono

Menteri HAM RI Membela Dandhy Laksono

November 1, 2026
Pengurus & Warga Pinaesaan Ne Kamangta Jabodetabek akan Gelar Malam Bakudapa Orang Kamangta & Perayaan Natal 2026

Pengurus & Warga Pinaesaan Ne Kamangta Jabodetabek akan Gelar Malam Bakudapa Orang Kamangta & Perayaan Natal 2026

November 1, 2026
Prakiraan BMKG Cuaca Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan 

Prakiraan BMKG Cuaca Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan 

November 1, 2026
Kemenkop Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Rantai Pasok Energi Nasional

Kemenkop Dorong Koperasi Merah Putih Masuk Rantai Pasok Energi Nasional

November 1, 2026
KY Dorong Omnibus Law untuk Perkuat Pengawasan Etik Hakim

KY Dorong Omnibus Law untuk Perkuat Pengawasan Etik Hakim

November 1, 2026
Demi Keadilan, Sekolah Rakyat Permanen dan Modern Harus Dibangun di Seluruh Indonesia

Demi Keadilan, Sekolah Rakyat Permanen dan Modern Harus Dibangun di Seluruh Indonesia

November 1, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, November 1, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Menteri Israel Tolak Pembentukan Negara Palestina

[Internasional]

Oktober 8, 2021
in Internasional
0
0
SHARES
84
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked menolak pembentukan negara Palestina Khushnum Bhandari / The National
Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked menolak pembentukan negara Palestina Khushnum Bhandari / The National

Abu Dhabi, SatukanIndonesia.com – Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked menolak pembentukan negara Palestina saat berbicara di Uni Emirat Arab (UEA).

Dia bersikeras bahwa situasi saat ini adalah yang terbaik untuk semua orang. Menteri rezim Israel itu tidak peduli Israel dicap sebagai negara apartheid yang mempromosikan dan melanggengkan supremasi Yahudi.

Shaked, politisi sayap kanan dari partai Yamina, membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan The National selama kunjungan pertamanya ke UEA awal pekan ini. Dalam kunjungan tersebut, dia menemui mitranya dan Wakil Perdana Menteri UEA, Sheikh Saif Bin Zayed Al-Nahyan.

Baca Juga: Rusia Undang Taliban ke Perundingan Internasional di Moskow

“Situasi saat ini adalah yang terbaik untuk semua orang,” kata Shaked. “Lebih baik tetap seperti ini,” katanya lagi, yang dilansir Middle East Monitor, Kamis (7/10/2021).

Politisi perempuan 45 tahun yang pernah menjadi menteri kehakiman itu menjelaskan bahwa ada konsensus di antara partai-partai sayap kanan, kiri, dan tengah Israel adalah tidak membahas masalah penghentian pendudukan dan konflik brutal rezim Israel terhadap warga Palestina.

“Kami percaya pada perdamaian ekonomi untuk meningkatkan kehidupan Palestina dan untuk melakukan zona industri bersama. Tapi bukan negara dengan tentara, pasti,” ujar Shaked.

Shaked, yang telah menjadi penentang sengit dari solusi dua negara, menolak gagasan pembentukan negara Palestina dengan narasi propaganda yang sangat akrab digunakan oleh Israel untuk membenarkan pendudukan yang tidak pernah berakhir.

“Kami telah mengetahui secara langsung bahwa dari setiap wilayah yang kami tarik, sebuah organisasi teror akan muncul,” katanya.

“Itu terjadi di Lebanon Selatan di mana Hizbullah memerintah dan didanai oleh Iran dan memiliki ribuan rudal yang diarahkan ke Israel.”

Baca Juga: Legislator Rusia Kecam Skema Diplomat Senator AS, Bodoh dan Tidak Masuk Akal
Dia juga mengesampingkan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Jalur Gaza, Palestina, tanpa menyebutkan bahwa dua juta orang di daerah kantong itu—yang sebagian besar adalah pengungsi yang diusir oleh Israel—telah berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan sejak 2007.

“Ketika kami menarik diri dari Gaza, orang-orang mengatakan itu akan menjadi Monako lain—tetapi kami tahu apa yang terjadi di sana, Hamas mengambil alih kota dan mengubahnya menjadi negara teror. Kami tidak akan mengulangi eksperimen ini lagi,” kata Shaked, memadamkan harapan dari sebuah negara Palestina.

Pada bulan April, organisasi hak asasi manusia (HAM) terkemuka Human Rights Watch (HRW) bergabung dengan sejumlah kelompok HAM terkemuka lainnya untuk menyatakan bahwa Israel melakukan kejahatan apartheid dan penganiayaan. Sebelum itu, kelompok HAM Israel; B’Tselem, mencap Israel sebagai negara “apartheid” yang mempromosikan dan melanggengkan supremasi Yahudi antara Laut Mediterania hingga Sungai Yordan.

Shaked juga mengkritik pemimpin Palestina Mahmoud Abbas dengan mengatakan Abbas bukan mitra untuk perdamaian sejati.

“Mahmoud Abbas tidak mengadakan pemilu karena dia takut kalah dari Hamas. Jika ada pemilu…Hamas akan mengambil alih,” kata Shaked.

Lebih lanjut, Shaked memuji normalisasi hubungan Israel dengan UEA. “Semua orang telah melihat manfaat perdamaian [antara UEA dan Israel]; terutama di tingkat ekonomi, pariwisata dan teknologi,” katanya.

Tidak jelas apa pendapat Abu Dhabi tentang pernyataan Shaked. Terlepas dari normalisasi, UEA secara terbuka mempertahankan dukungan untuk pembentukan negara Palestina dan membenarkan kesepakatan normalisasi dengan mengatakan bahwa itu akan membantu mengakhiri pendudukan Israel atas Palestina. (Nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: elyonIsraelPalestinaShema Israel ADONAI Ehadya'akovYHWH
ShareTweetSend

Related Posts

Israel Bergabung dengan Pasifik Islands Forum

Israel Bergabung dengan Pasifik Islands Forum

Oktober 22, 2026
Perkuat Kawasan Pasifik, Israel akan Membuka Kedutaan Besar di Fiji

Perkuat Kawasan Pasifik, Israel akan Membuka Kedutaan Besar di Fiji

Mei 29, 2026
9 WNI yang Ditahan Israel Sudah Dibebaskan, Dave Laksono: Bukti Kekuatan Diplomasi dan Solidaritas

9 WNI yang Ditahan Israel Sudah Dibebaskan, Dave Laksono: Bukti Kekuatan Diplomasi dan Solidaritas

Mei 22, 2026

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Personel TNI di Lebanon

Maret 31, 2026

Menlu Sugiono: Prancis Ketuai Tim Pembentukan Negara Palestina

September 25, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?