• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Menuju Institut Hukum di Tanah Papua, STIH Manokwari Gelar FGD bersama para Ahli

Menuju Institut Hukum di Tanah Papua, STIH Manokwari Gelar FGD bersama para Ahli

Maret 21, 2025
Kosgoro 57 Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an & Bukber, Dave Laksono Berpesan Jaga Harmoni dan  Guyub

Kosgoro 57 Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an & Bukber, Dave Laksono Berpesan Jaga Harmoni dan Guyub

Maret 15, 2026
Dinilai Ancaman Bagi Generasi Papua, Anggota DPD RI : Tanah Adat Tidak Boleh Dibuat Sertifikat

Dinilai Ancaman Bagi Generasi Papua, Anggota DPD RI : Tanah Adat Tidak Boleh Dibuat Sertifikat

Maret 15, 2026
ADVERTISEMENT
Pererat Silaturahmi, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers

Pererat Silaturahmi, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers

Maret 15, 2026
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra Dihadapan Menkeu Buka Soal PSN di Batam, Purbaya: Debat ini Baru Saya Paham

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra Dihadapan Menkeu Buka Soal PSN di Batam, Purbaya: Debat ini Baru Saya Paham

Maret 15, 2026
Diterpa Isu Judi Online, Pengusaha Batam Andi Morena Buka Suara Bantah Keras Tuduhan, Kuasa Hukum Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum untuk Bersihkan Nama Baik

Diterpa Isu Judi Online, Pengusaha Batam Andi Morena Buka Suara Bantah Keras Tuduhan, Kuasa Hukum Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum untuk Bersihkan Nama Baik

Maret 15, 2026
Perkuat Ekonomi, Papua Barat Siap Kembangkan Kakao 68.734 hektare

Perkuat Ekonomi, Papua Barat Siap Kembangkan Kakao 68.734 hektare

Maret 15, 2026
Bupati Manokwari bertemu Menteri Kesehatan RI

Bupati Manokwari bertemu Menteri Kesehatan RI

Maret 15, 2026
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Koalisi Masyarakat Sipil dan Komnas HAM ‘Buka Suara’

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Koalisi Masyarakat Sipil dan Komnas HAM ‘Buka Suara’

Maret 15, 2026
Nurhadi NasDem Desak Evaluasi MBG Usai Polemik Lele Mentah di Pamekasan, Masyarakat Minta Kualitas Gizi Dijaga

Nurhadi NasDem Desak Evaluasi MBG Usai Polemik Lele Mentah di Pamekasan, Masyarakat Minta Kualitas Gizi Dijaga

Maret 15, 2026
Siap-siap Macet, Puluhan Ribu Kendaraan Diprediksi Padati Tol Warugunung Saat Mudik Lebaran

Siap-siap Macet, Puluhan Ribu Kendaraan Diprediksi Padati Tol Warugunung Saat Mudik Lebaran

Maret 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Maret 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Menuju Institut Hukum di Tanah Papua, STIH Manokwari Gelar FGD bersama para Ahli

Maret 21, 2025
in Daerah, News, Profil
0
0
SHARES
216
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Guna meningkatkan status menjadi institusi Hukum dan Pembangunan di tanah Papua, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menggelar Fokus Gruop Discussion (FGD), di Manokwari, Papua Barat, Jumat (21/03/2025).

Dalam FGD tersebut, dihadiri mahasiswa dan dosen serta sejumlah pembicara atau para ahli dari Universitas Atma Jaya Yogjakarta.

Diantaranya, Prof. Ir. Joko Budiyanto Setyohadi, M.Eng., Ph.D, Prof. Dr. Drs. MG Endang Sumiarni, S.H., M.Hum. Ada Prof. Dr. T. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T., IPU, kemudian Prof. Dr. T. Ir. Baju Bawono, S.T., M.T., IPU dan Nugroho Mamayu Hayuning Bawono, S.T., M.T.

Prof. Dr. T. Ir. Paulus Wisnu Anggoro, S.T., M.T., IPU., dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengatakan, inisiatif ini bertujuan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia Papua agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

“Konsep ini berawal dari ilmu hukum. Untuk mendirikan institut, syaratnya harus memiliki minimal dua atau tiga program studi. Maka, kami menawarkan Ilmu Manajemen Teknologi, Ilmu Pemerintahan, dan Ilmu Komunikasi,”ujar Prof. Paulus Wisnu.

Menurutnya, transformasi STIH menjadi institut akan berorientasi pada manajemen teknologi, komunikasi, dan ilmu pemerintahan dengan pendekatan sekolah vokasi.

“Pendidikan vokasi akan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah agar biaya pendidikan lebih terjangkau bagi mahasiswa Papua,”ujarnya.

Ditambahkannya, Papua memiliki potensi besar dalam pengembangan industri berbasis budaya, seperti yang diterapkan di Bali.

“Selain teknologi yang terhubung ke industri, Papua juga memiliki potensi besar dalam sektor berbasis budaya. Mungkin kita bisa mengusulkan program studi yang mengintegrasikan manajemen teknologi dengan kearifan lokal Papua,”katanya

 

Sementara Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., mengatakan, evaluasi terhadap lulusan STIH menjadi bagian penting dari upaya pengembangan perguruan tinggi tersebut.

“Salah satu langkah yang kami siapkan adalah menambah program studi. Jika kelak STIH menjadi institut, target utama kami adalah memastikan lulusan siap kerja. Oleh karena itu, selain hukum, kami memasukkan manajemen teknologi agar bisa berkolaborasi dengan industri dan seni,”kata Filep Wamafma.

Ia menyebut, data Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) yang mencatat sekitar 200–300 ribu sarjana di Indonesia masih menganggur setiap tahun.

“Banyak lulusan perguruan tinggi masih menunggu peluang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara sektor lain kurang diminati,”ujarnya.

Menurutnya, dengan menghadirkan manajemen teknologi sebagai bagian dari pendidikan vokasi, STIH Manokwari ingin mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Kami ingin menghasilkan lulusan yang bisa membuka peluang usaha dan terserap di industri, bukan hanya menunggu seleksi CPNS. Target kami, minimal tahun ini perubahan itu sudah bisa direalisasikan dengan mendirikan Institut Hukum dan Pembangunan Papua,”tegasnya.

Filep menekankan, keberhasilan perguruan tinggi kini tidak lagi diukur dari jumlah sarjana yang diluluskan, tetapi dari seberapa banyak yang terserap di dunia kerja.

“Selama ini kita masih bergantung pada produk dari luar, termasuk kebutuhan rumah tangga dan mas kawin. Ke depan, kita ingin lulusan STIH bisa menciptakan industri rumahan berbasis kearifan lokal Papua,”tandasnya. [GRW]

Komentar Facebook

Tags: Dr. Filep WamafmaFokus Gruop Discussion (FGD)institusi Hukum dan PembangunanKetua STIH ManokwariManokwariNugroho Mamayu Hayuning BawonoPapua BaratProf. Dr. Drs. MG Endang SumiarniProf. Dr. T. Ir. Baju BawonoProf. Dr. T. Ir. Paulus Wisnu AnggoroProf. Ir. Joko Budiyanto SetyohadiSTIH ManokwariSTIH Manokwari Gelar FGDUniversitas Atma Jaya Yogyakarta
ShareTweetSend

Related Posts

Komite III DPD RI: Pemerintah Daerah  Wajib Perhatian Sekolah Polbangtan Manokwari

Komite III DPD RI: Pemerintah Daerah Wajib Perhatian Sekolah Polbangtan Manokwari

Maret 12, 2026
Usia 64 Tahun, Ketua Komite III DPD RI: YPK di Tanah Papua Harus Berbenah

Usia 64 Tahun, Ketua Komite III DPD RI: YPK di Tanah Papua Harus Berbenah

Maret 10, 2026

Masyarakat Adat dan Investasi adalah Mitra Strategis Pembangunan

Maret 10, 2026

Peran Masyarakat Adat dalam Investasi di Papua Barat

Maret 9, 2026

Ratusan Mahasiswa Hukum Dinyatakan Lulus, Dr Filep : Alumni Harus Miliki Rasa Cinta

Maret 8, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?