Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Direktur Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Ronny Talapessy menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang mendatangi kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP di Purworejo, Pasuruan, dan Solo.
“Kami berharap penegak hukum menjaga netralitas. Hal-hal intimidasi seperti ini tidak terjadi lagi. Kami juga mengajak masyarakat tidak ragu kalau melihat tindakan intimidasi dan untuk melaporkan ke pihak berwenang. Lapor ke Bawaslu. Rakyat harus ikut awasi pemilu berjalan baik,” kata Ronny, sebagaimana dilansir Sindonews.com, Kamis malam, 9 November 2023.
Ronny mengatakan dirinya sangat menyesali atas yang terjadi akhir-akhir ini. Meski begitu, dia meminta semua struktur partai dan TPN Ganjar-Mahfud tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk tetap fokus pemenangan Ganjar-Mahfud.
Ronny mengatakan, masyarakat bisa melihat ada tindakan aparat polisi mendatangi kantor kantor partai. Tindakan ini tidak seperti biasanya.
Tindakan polisi ini jadi pertanyaan ada apa. Polisi tersebut melakukan foto-foto suasana kantor PDIP yang katanya dalam rangka patroli.
“Kami tidak mau proses demokrasi tercederai. Langkah yang dilakukan Tim Hukum adalah membuat posko pengaduan tingkat TPN dan di daerah. Bisa buat pengaduan ke call center kalau ada upaya upaya intimidasi,” papar dia.
Menurut dia, adanya kekhawatiran semacam ini bisa dilihat dari reaksi masyarakat. Dimana salah satu kontestan adalah anak presiden yang sedang berkuasa saat ini. Hal ini yang sangat mengkhawatirkannya.
Ronny mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk partisipasi dalam mengawal proses demokrasi. Karena dia yakin bersama rakyat bisa menang. “Apabila suara suara pro demokrasi diancam maka kami tidak akan tinggal diam,” pungkasnya. (***)













