
Batam, SatukanIndonesia.com – Ketua Umum Persatuan Pemuda Pulau-Pulau (PPPP) Kepri Safarudin meminta Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memperhatikan masyarakat nelayan yang ada di wilayah Bulang dan Galang dalam program mensejahterakan nelayan.
Mereka juga minta pemerintah melalui Gubernur Ansar Ahmad agar memperhatikan para nelayan yang berada dipulau-pulau ini, saat ini hasil tangkapan nelayan sudah semakin berkurang akibat banyaknya bakau yang di timbun dan reklamasi dimana-mana.
Disela-sela mengikuti acara hari kesaktian Pancasila di pulau Petong, senin 2/6/2025, organisasi kemasyarakatan Persatuan Pemuda Pulau-pulau pemuda pulau (PPPP ) juga menyerap aspirasi masyarakat nelayan di pulau itu.
Nelayan sangat berharap perhatian pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat untuk kesejahteraan para nelayan yang ada di Pulau Bulang-Galang dan sekitarnya.
Saya juga nelayan kata Safar kepada awak media terkadang kita pulang melaut itu tak ade hasilnya, sedih rasanya kita nengok anak istri sampai dekat rumah dengan tangan kosong.
Begitu juga dengan Sarwan, salah seorang nelayan yang lain menyambung, kadang kita tidak membawa hasil tangkapan, Ikan atau cumi cumi Yang paling sedih nya lagi itu pak kalau kita di hantam ombak dan hujan. Lalu tak bawa hasil. macam nak jera jadi nelayan tapi mau gimana lagi demi hidup keluarga kami harus melaut tangkap ikan,kami tak tau nak kerja apa lagi ? tak ada lapangan pekerjaan untuk kami dan anak-anak kami.
Situasi menguatirkan buat anak-anak dan istri kami, kalau di malam hari terjadi ribut agin kuat dan hujan, dan belum pake bale kadang kite nak bale tapi mikir hasil tak ade yang nak di bawa bale.
Kalau bapak bertanya apakah kami punya tak harapan kepada pemerintah ? kami jawab punya pak dan sangat berharap perhatian pemerintah untuk membantu kami dengan insentif yang di berikan seperti nelayan yang lain pak, karena sampai sekarang kami belum pernah dapat bantuan apa-apa dari pemerintah, baik pemerintah Kota Batam maupun Provinsi.
Berikanlah kami sedikit harapan dan jaminan apa pun itu dari pemerintah, itulah harapan kami, bapak tau tak KTP kami nelayan di pesisir-pesisir ni nak gadai aje tak berani mereka jamini pak padahal mereka tu tempat bantu orang gadai apalagi kami sangat sulit untuk dapat jaminan pak, padahal kami kan butuh juga pinjaman untuk kebutuhan melaut, dan kami juga butuh perkakas rumah tangga yang lain pak.
Kami Nelayan di Pulau-pulau ini, paling terok pokonya pak, orang tak sekolah pun tau laut kite lebih besar dari daratan kite kalau tak ade laut nak pake ape, tak ade modal kami, makanya kami mintalah bantuan modal dan dana kebijakan pemerintah, ape pun yang berdampaklah pada kami langsung nelayan ni.sahut Safarudin.
Kami semua nelayan Juga memiliki harapan yang sama pak, ini akan menjadi rujukan kami bersama para nelayan terhadap Walikota/Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakilnya Li Claudia Candra dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakilnya Nyangyang Haris Pratamura dan Presiden RI.Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka agar dapat melihat kami sebagai warga negara yang butuh perhatian.
Kami masyarakat Nelayan juga mau rencanakan agenda untuk RDP dengan DPRD Kota Batam dan DPRD provinsi Kepulauan Riau.
Semoga para pemangku jabatan di negeri kita ini mendengar keluhan kami, ujar Safarudin mengakhiri pembicaraannya.(Red/HAG)













