
JAYAPURA, satukanindonesia.com – Pertama kalinya, Papua Nugini akan menjadi tuan rumah kegiatan pelatihan sebagai bagian dari latihan militer terbesar Australia, yang menurut seorang pakar pertahanan Pasifik bertujuan untuk membangun pencegahan strategis di kawasan tersebut.
Latihan Talisman Sabre, yang memasuki iterasi kesebelasnya pada 13 Juli, melibatkan lebih dari 30.000 personel dari 19 negara, termasuk Papua Nugini, Fiji, dan Tonga. Demikian dikutip dari laman internet RNZ Pasifik, Jumat (18/07/2025).
Latihan perang ini mencakup latihan tembak langsung, pertempuran udara, dan operasi maritim, termasuk pendaratan amfibi.
Profesor Madya bidang Studi Pertahanan dan Keamanan di Universitas Massey, Anna Powles mengatakan kepada Pacific Waves, bahwa latihan tersebut berlangsung selama periode ketegangan geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indo-Pasifik.
“Ada perasaan yang sangat kuat di antara sejumlah negara yang berpartisipasi khususnya Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya bahwa Indo-Pasifik kemungkinan besar akan menjadi lokasi konflik dalam waktu dekat,”ujarnya.
“Jenis latihan ini, termasuk yang melibatkan militer Pasifik yang lebih kecil, bertujuan untuk membangun pencegahan strategis di seluruh kawasan.”
Pada Sabtu (12/07/2025), Financial Times melaporkan bahwa pejabat pertahanan AS, Elbridge Colby, meminta klarifikasi dari Australia dan Jepang tentang peran apa yang akan mereka mainkan jika AS dan Tiongkok berperang memperebutkan Taiwan.
Penjabat Menteri Pertahanan Australia, Pat Conroy, mengatakan kepada ABC bahwa ia tidak akan ‘terlibat dalam hipotesis’ atau ‘mengungkapkan diskusi rahasia’.
Powles mengatakan, Latihan Talisman Sabre juga penting bagi Pasifik karena Papua Nugini menjadi tuan rumah sebagian dari acara tersebut.
Ia mengatakan, semakin umum untuk melibatkan pasukan pertahanan Papua Nugini, Tonga, dan Fiji dalam kegiatan pelatihan gabungan bilateral seperti itu, dan mencatat bahwa mereka juga berpartisipasi dalam Latihan Southern Katipo di Selandia Baru.
“Yang semakin kita saksikan sekarang adalah meningkatnya keinginan untuk mengikutsertakan mitra pertahanan yang sepaham dalam latihan-latihan ini, seperti Latihan Talisman Sabre, karena latihan ini merupakan bagian dari pengembangan kapabilitas dan interoperabilitas dengan negara-negara Pasifik.”
Ditambahkannya, hubungan antara pasukan pertahanan Kepulauan Pasifik dengan Australia dan Selandia Baru telah berlangsung lama. [**/GRW]













