
MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Parlemen Jalanan (PARJAL) Papua Barat menyebut, pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibawa kepemimpinan Ir. Joko Widodo (Jokowi) gagal menyelesaikan persoalan Politik Bangsa Papua.
Pasalnya, Presiden Jokowi di periode pertama (2014-2019) saat berkunjung ke Jayapura Papua telah berjanji akan menyelesaikan persoalan Papua, namun semua hanya sebatas janji kosong sampai dengan memasuki masa akhir memimpin di priode kedua ini.
“Persoalan Papua ini bukan hanya persoalan ekonomi, maupun infratruktur serta hak politik orang asli Papua dalam Undang-Undang Otonomi Khusus buat pemerintah Indonesia. Tapi ada persoalan hak politik bangsa Papua,”kata Panglima PARJAL Papua Barat, Ronald Mambieuw, SH kepada wartawan, Rabu (31/07/2024).
Menurutnya, persoalan politik Bangsa Papua memiliki sejarah panjang, yang harus diselesaikan oleh pemerintah Republik Indonesia.

“Kita tidak tahu apa yang diselesaikan Presiden Jokowi. Apakah persoalan politik bangsa Papua? ataukah hak politik OAP yang menjadi warga negara Indonesia untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota sampai dengan DPR di daerah? Atau hanya persoalan ekonomi dan infrastruktur?,”ujarnya.
Dikatakannya, OAP sebagai pemilik tanah dan sumber daya alam (SDA) di tanah Papua, tidak pernah meminta pemerintah untuk menyelesaikan masalah ekonomi maupun pembangunan infrastruktur seperti yang saat ini di banggakan oleh Pemerintah Indonesia.
“Persoalan mendasarnya adalah persoalan hak politik di mata dunia bukan di mata Indonesia,”aku Ronald Mambieuw, SH.
Sebab, kata dia, akibat persoalan sejarah politik bangsa Papua, banyak korban berjatuhan baik dari orang Papua yang ingin memisahkan diri, warga sipil dan aparat keamanan baik TNI maupun Polri.
“Kami melihat sebenarnya belum ada niat baik dari Pemerintah Indonesia, untuk menyelesaikan persoalan politik Bangsa Papua. Ini menjadi sebuah utang, yang tetap menjadi bara api panas di genarasi mendatang. Karena Bicara masalah politik bangsa Papua itu, berbicara persoalan masa lalu, masa kini, dan masa depan orang Papua dalam Indonesia,”tukasnya. [GRW]













