
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Politikus senior PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno meminta pengurus organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP) tidak perlu memperpanjang polemik. Junimart Girsang dinilai telah meminta maaf dengan tulus.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Tutup Pintu Untuk Afrika Selatan, Cegah Varian Bostwana
“Saya pikir permintaan maaf Pak JG (Junimart Girsang) disampaikan dengan tulus. Jadi sudahlah, tidak perlu diperpanjang lagi,” ujar Hendrawan Supratikno, Sabtu (27/11/2021).
Dia menyebutkan terkait syarat yang disampaikan Pemuda Pancasila agar Junimart minta maaf sambil mencium tangan Ketua Umum Pemuda Pancasila tidak sesuai dengan pesan salah satu pengurus Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo soal saling menghormati.
Baca Juga: Menag: Per 1 Desember 2021, Penerbangan Indonesia Bisa Langsung ke Saudi

“Pesan mas Bambang Soesatyo, agar dalam kehidupan bersama kita saling hormat-menghormati, dan itu harus dijaga dengan baik,” kata Hendrawan Supratikno.
Dia juga mengingatkan perihal TAP MPR VI/2001 tentang etika kehidupan berbangsa agar semangatnya terus dikobarkan oleh semua pihak. “TAP MPR VI/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa terus kita sosialisasikan dan kobarkan,” kata Hendrawan Supratikno. Baca Juga: Kunjungi Lokasi Penanaman Mangrove, Luhut: Indonesia Salah Satu Negara Super Power Karbon Kredit

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang telah menyampaikan permintaan maafnya atas ucapannya perihal Pemuda Pancasila.
“Saya sudah sampaikan permintaan maaf. Saya kira tidak perlu berpolemik lagi. Apabila saya dipersalahkan karena kritikan membangun itu, sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi asas perdamaian dan Pancasila, saya sudah sampaikan permintaan maaf,” kata Junimart Girsang pada Kamis (25/11/2021) lalu. (Nal/SI)













