• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

September 23, 2026
Menlu Sugiono Pimpin Delegasi RI di Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Menlu Sugiono Pimpin Delegasi RI di Sidang Majelis Umum PBB ke-81

September 24, 2026
Pemerintah Kaji Kuliah Gratis di Kampus Negeri

Pemerintah Kaji Kuliah Gratis di Kampus Negeri

September 24, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Subianto Perintahkan IEU-CEPA Segera Dituntaskan

Presiden Prabowo Subianto Perintahkan IEU-CEPA Segera Dituntaskan

September 24, 2026
Gagalkan Operasi Perdagangan Manusia, Polisi PNG selamatkan 39 warga Indonesia

Gagalkan Operasi Perdagangan Manusia, Polisi PNG selamatkan 39 warga Indonesia

September 23, 2026
Pansus Ranperda Kampung Tua Gelar Rapat Lanjutan, Perdalam Substansi Perda

Pansus Ranperda Kampung Tua Gelar Rapat Lanjutan, Perdalam Substansi Perda

September 23, 2026
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Sijunjung

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Sijunjung

September 23, 2026
Putra Daerah Berkarya untuk Negeri, Ali Topan Jadi Project Leader PLTS Pulau Sembur

Putra Daerah Berkarya untuk Negeri, Ali Topan Jadi Project Leader PLTS Pulau Sembur

September 23, 2026
Strong Point Pagi, Upaya Polres Humbahas Wujudkan Lalu Lintas Aman dan Lancar

Strong Point Pagi, Upaya Polres Humbahas Wujudkan Lalu Lintas Aman dan Lancar

September 23, 2026
Polres Metro Bekasi Kota Amankan 74 Tersangka & 2.273,23 G NARKOTIKA senilai Rp. 4,09 M dalam Ops Nila Jaya 2026

Polres Metro Bekasi Kota Amankan 74 Tersangka & 2.273,23 G NARKOTIKA senilai Rp. 4,09 M dalam Ops Nila Jaya 2026

September 23, 2026
Media Israel Soroti Pidato Presiden Prabowo yang Teriak ‘Free Palestine

Media Israel Soroti Pidato Presiden Prabowo yang Teriak ‘Free Palestine

September 23, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, September 24, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

(Fokus Berita)

September 23, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
18
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

 

Eka Kristina Yeimo

MALANG, satukanindonesia.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) didesak, melakukan pendataan terhadap warga yang masih mengungsi akibat konflik bersenjata, di sejumlah wilayah Tanah Papua.

Hal ini ditegaskan Senator Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo dalam pernyataannya yang dikutip, Selasa (22/09/2026).

Eka menyebut, wilayah yang perlu menjadi perhatian pemerintah antara lain kabupaten Puncak dan Intan Jaya di provinsi Papua Tengah. Kabupaten Nduga, Lani Jaya, Mamberamo Tengah dan Yahukimo di Provinsi Papua Pegunungan. Tapi juga di kabupaten Maybrat di Provinsi Papua Barat Daya.

Menurut Eka, para pengungsi merupakan warga negara yang sampai saat ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, terutama menyangkut kepastian mengenai pemulangan mereka.

“Status pemulangan mereka masih tidak jelas. Mereka masih berada di daerah pengungsian sampai sekarang,”kata Eka.

Dikatakannya, kondisi para pengungsi semakin berat karena harus menghadapi berbagai persoalan lain, termasuk bencana alam, kebakaran serta embun beku yang disebutnya berkaitan dengan kondisi El Nino.
Ketidakjelasan mengenai kepulangan juga membuat sebagian pengungsi harus terus menumpang, di rumah keluarga atau kerabat.

Eka mengatakan, hal tersebut disampaikan langsung oleh warga ketika dirinya mengunjungi para pengungsi di Sinak dan Mulia pada Mei 2026.

Saat itu, kata dia, para pengungsi meminta pemerintah membangun rumah agar mereka tidak terus-menerus menumpang di rumah saudara.

“Karena status kepulangan mereka tidak jelas, mereka meminta dibangunkan rumah agar tidak menumpang berlama-lama di saudara mereka,”ujarnya.

Eka juga merujuk pada hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), saat Tim Pansus DPD RI melakukan kunjungan ke Papua Barat Daya dan Papua Tengah pada 13–19 September 2026.

Dari pertemuan tersebut, menurut dia, persoalan pengungsi masih menjadi masalah yang belum mendapatkan penanganan secara serius.

“Para pengungsi masih terlantar di daerah pengungsian,”katanya.

Perempuan asli Papua ini menilai, persoalan pengungsi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan tempat tinggal dan kepastian pemulangan. Kondisi psikologis, pendidikan serta kesehatan, terutama bagi perempuan dan anak-anak, juga perlu menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya, selama ini sebagian pengungsi terpaksa menyelesaikan persoalannya sendiri dengan mengandalkan kepala suku sebagai tokoh adat serta pendeta atau gembala sebagai tokoh agama yang berada di sekitar tempat mereka mengungsi.

“Para pengungsi dibiarkan menyelesaikan masalahnya sendiri dan bersandar kepada kepala suku sebagai tokoh adat dan kepada para pendeta atau gembala setempat sebagai tokoh agama yang menjaga mereka,”ujarnya.

Jika kondisi tersebut terus berlangsung, Eka mengingatkan, adanya risiko meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Hal ini akan berdampak pada krisis kepercayaan publik atau public trust crisis kepada pemerintah,”katanya.

Untuk mempercepat penanganan, Eka mengusulkan, seluruh gubernur di enam provinsi di Tanah Papua bersama 44 bupati membangun mekanisme dukungan bersama melalui Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua.

Ia mengusulkan, adanya iuran atau sumbangan sukarela dari pemerintah daerah untuk membantu penanganan pengungsi.

“Satu hal yang perlu segera dilakukan untuk pemulihan masalah pengungsi menurut saya, seluruh gubernur se-Tanah Papua, enam provinsi, dan bupati 44 kabupaten melakukan iuran sumbangan sukarela penanganan pengungsi melalui wadah Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua,”ujar Eka.

Eka menegaskan, persoalan pengungsi perlu segera ditangani secara bersama karena menyangkut warga negara yang membutuhkan kepastian atas kehidupan mereka setelah meninggalkan tempat tinggal akibat konflik.

“Dari kita untuk kita, Papua akan baik dan segera pulih. Salam damai,”pungkas Eka. [***/GRW]

Komentar Facebook

Tags: Eka Kristina YeimoKemensos RISenator Papua Tengah
ShareTweetSend

Related Posts

Warga Rentan di Manokwari Terima Bantuan Kemensos RI

Warga Rentan di Manokwari Terima Bantuan Kemensos RI

Mei 26, 2025
Pastikan Transparansi Freeport Indonesia dan Keadilan, DPD RI Akan Gelar RDP

Pastikan Transparansi Freeport Indonesia dan Keadilan, DPD RI Akan Gelar RDP

Mei 25, 2025
13.926 KPM di Manokwari Terima Bansos Tahap I dari Kemensos RI

13.926 KPM di Manokwari Terima Bansos Tahap I dari Kemensos RI

Februari 27, 2025

Mensos Pastikan Bantuan Logistik Telah Diterima Korban Banjir Bandang

November 6, 2021

Begini Kata Polisi Soal 50 Ribu Paket Bansos Corona Terbengkalai di Gudang Pulogadung

Desember 21, 2020
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?