• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemerintah Diminta Hilangkan Penggunaan Plastik di Manokwari

Pemerintah Diminta Hilangkan Penggunaan Plastik di Manokwari

September 29, 2022
Unsur TNI  AL KRI HIU-634  Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Pulau Riung NTT

Unsur TNI  AL KRI HIU-634  Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Pulau Riung NTT

Agustus 22, 2026
Pecahkan Rekor, Natalius Pigai : Suatu Saat Indonesia Jadi Juara Dunia dalam Konteks HAM

Pecahkan Rekor, Natalius Pigai : Suatu Saat Indonesia Jadi Juara Dunia dalam Konteks HAM

Agustus 22, 2026
ADVERTISEMENT
TNI AL Kerahkan RGB Lanal Maumere, Mobilisasi Logistik di Wilayah Terisolasi

TNI AL Kerahkan RGB Lanal Maumere, Mobilisasi Logistik di Wilayah Terisolasi

Agustus 22, 2026
Upacara HUT RI Ke-81, Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Kerukunan.

Upacara HUT RI Ke-81, Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Menjaga Lingkungan dan Kerukunan.

Agustus 22, 2026
Menkop Dorong Semangat Juang Bung Hatta di Malam Koperasi Award 2026

Menkop Dorong Semangat Juang Bung Hatta di Malam Koperasi Award 2026

Agustus 22, 2026
Pesan Wawali Harris Bobihoe Di Momentum Perjuangan Sasak Kapuk

Pesan Wawali Harris Bobihoe Di Momentum Perjuangan Sasak Kapuk

Agustus 22, 2026
Titik Panas Melonjak, Kesehatan Anak di Indonesia Terancam

Titik Panas Melonjak, Kesehatan Anak di Indonesia Terancam

Agustus 22, 2026
Masyarakat Adat di Kampung Onggari Papua Selatan Tolak Melepas Tanah Adat

Masyarakat Adat di Kampung Onggari Papua Selatan Tolak Melepas Tanah Adat

Agustus 22, 2026
Dewan Pers Didesak Sahkan Regulasi Dana Jurnalisme Indonesia

Dewan Pers Didesak Sahkan Regulasi Dana Jurnalisme Indonesia

Agustus 21, 2026
Populasi Penduduk Melanesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia Lebih Banyak?

Populasi Penduduk Melanesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia Lebih Banyak?

Agustus 21, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemerintah Diminta Hilangkan Penggunaan Plastik di Manokwari

[Daerah]

September 29, 2022
in Daerah, News
0
0
SHARES
236
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Pantai pasar wosi yang indah sebelumnya, berubah menjadi gudang sampah yang kemudian dibawa obak ke laut dan mengotori laut//ISTIMEWA

Manokwari, SatukanIndonesia.Com – Dampak pembangunan, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi serta produksi membuat sampah plastik di laut Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat mengalami peningkatan setiap tahun.

Padahal sampah merupakan ancaman serius untuk kesehatan publik, ekosistem laut, bisnis perikanan, dan juga sektor wisata.

Alex Sitanala, menjelaskan bahwa, komunitas diving yang diketuainya tidak hanya melakukan aktivitas menyelam rekreasi, tetapi komunitas ini memiliki misi diantaranya membersihkan, menjaga habitat, dan terumbu karang di laut.

Namun, dia menuturkan, semenjak komunitasnya berdiri dan mulai melakukan aktivitas bawah laut seperti menyelam, terlihat sampah berserahkan di bawa laut Teluk Doreri bahkan sampai memadati spot penyelaman yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara.

“Yang menjadi persoalan bagi kami ini, sampah tidak pernah habis. Ada berapa spot penyelaman yang setiap kali kami turun mengantar tamu untuk menyelam, sampah tetap ada saja,”ujarnya kepada wartawan, baru – baru ini.

Lanjut, dia menguraikan, sampah tidak hanya terlihat dipermukaan air, namun berserahkan di kedalam 7 – 20 kilometer hingga dasar laut. Sambungnya, hal itu sangat memalukan saat wisatawan manca negara dari berbagai negara berkunjung, untuk melakukan deiving. Wisatawan manca negara diantaranya Denmark dan Australia.

“Jadi cukup memalukan, tetap kami sadar bawah itu kekurangan kami. Padahal manokwari memiliki spot penyelaman terbaik,”ungkapnya.

Tetapi, sangat disayangkan karena sampah tidak pernah diatasi sehingga spot terbaik, yang seharusnya dijaga dan menjadi perhatian pemerintah rusak.

“Laut ini seakan-akan menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) dari kota. Jadi bukan satu dua kali, tapi setiap kali wisatawan dari Bali dan Jakarta yang kami antar menyelam. Yang selalu kelihatan itu sampah. Sampai kadang para tamu yang datang menyelam juga ikut mengumpulkan sampah,”ucapnya.

Dicecar terkait spot penyelaman di Manokwari, alex mengemukakan, mereka (wisatawan manca negara dan nasional-red) mengakui bahwa spot penyaman manokwari sangat luar biasa dan termasuk spot terbaik.

Diantaranya, spot penyelaman di Manokwari yang sudah tembus nasional adalah Kapal Peninggalan Perang Dunua ke II yaitu Kapal Sinuamaru, yang berada di teluk doreri tepat di laut BLK Manokwari (kedalam 34 kilometer).

“Tetapi sama halnya, sampah cukup berserahkan disekitar spot penyelaman tersebut. Sampah yang paling banyak dibawa laut, adalah sampah plastik,”tegasnya lagi.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar dapat memperhatikan persoalan sampah yang sudah cukup meresahkan, bahkan juga ikut membunuh habitat didasar laut.

“Kami berharap ada satu kebijakan yang bisa merubah penggunaan kantong plastik, karena kantong plastik sangat banyak sekali didasar laut. Bila perlu tidak boleh ada lagi penggunaan plastik di toko-toko,”ungkap dia.

Sampah plastik pernah merusak beberapa bibit karang yang pernah ditanam oleh komunitasnya bersama Bupati Manokwari.

“Kami berharap bupati manokwari bisa melihat persoalan ini, dalam hal lebih tegas membuat satu regulasi yang memberikan efek jerah bagi masyarakat yang masih membuang sampah disembarang tempat,”pintanya.

Dalam kesempatan ini, dirinya mengajak berbagai pihak yang pernah mendorong Manokwari Nol Sampah, agar bersama-sama membantu Pemda dalam menyelesaikan persoalan sampah baik di laut maupun di darat.

Persoalan sampah di Manokwari, kata dia, bukan persoalan yang baru, tetapi ini masalah sudah terjadi cukup lama dan terkesan belum ada keseriusan dari pemerintah setempat.

“Sebenarnya belum ada ketegasan dari pemimpin daerah. Ketika ada ketegasan yang kuat, pasti semua akan tertip. Ketegasan ini harus turun sampai di RT dan RW, sehingga semua akan saling menjaga lingan masing-masing,”imbuhnya.

Ketegasan yang dimaksudkan misalnya, seperti denda atau ada kurangan bagi masyarakat yang membuang sampah di sebarang tempat.

Akibat sampah yang berserahkan terlebih khusus di sampah yang mekar di permukaan laut dan memadati dasar laut menyebabkan biota – biota laut menjadi korban, salah satunya penyu. Jenis-jenis sampah yang berserahkan dilaut adalah plastik, barang – barang bekas elektronik, pempers, vit gelas dan lain sebagainya.

“Sampah-sampah ini semua dari kota manokwari, dan yang sering menjadi sasaran tempat penampung sampah adalah pulau mansinam, palau nusmapi (pulau lemon-red),”aku Alex Sitanala.

Diharapkan juga kepada pemerintah dalam hal ini instansi terkait, untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang larangan pembuangan sampah ke laut maupun darat. Sehingga jika ada rugulasiyang dimunculkan, bisa dapat dipahami oleh masyarakat.

Berikutnya, Komunias Ketapan Diving Manokwari juga menyarankan kepada Pemda, agar membuat satu dinas khusus untuk menangani persampahan di Kota Manokwari. Supaya semua biasa berjalan sesuai apa yang kita inginkan bersama yaitu Manokwari Nol Sampah.

“Kalau tidak ada nantinya seperti ini. Pemimpin ganti pemimpin manokwari tetap berserahkan dengan sampah terlebih di laut,”tukasnya. (GRW/SatukanIndonesia.Com)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Kabupaten ManokwariProvinsi Papua BaratSampah Plastik
ShareTweetSend

Related Posts

Program Makan Bergizi di Manokwari Papua Barat sudah Mencapai 80 Persen

Program Makan Bergizi di Manokwari Papua Barat sudah Mencapai 80 Persen

Maret 25, 2026
Manokwari Siap Jadi Sentra Pangan Regional Papua Barat

Manokwari Siap Jadi Sentra Pangan Regional Papua Barat

Maret 18, 2026
Panitia Matangkan Kegiatan 171 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua

Panitia Matangkan Kegiatan 171 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua

Januari 29, 2026

Pendopo Jemaat GKI Lahai-Roi Mansinam Pusat Kegiatan Ibadah HUT ke-171 PI

Januari 23, 2026

Papua Dapat Perhatian Khusus dalam Pembangunan Nasional Indonesia

November 5, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?