
JAKARTA, satukanindonesia.com – Nama Indonesia, Melanesia, Polynesia dan Mikronesia adalah bukan nama asli dari penduduk di Kepulauan di Pasifik maupun Samudera Hindia.
Akan tetapi di antara nama-nama yang diberikan oleh ahli etnologi orang asing, hanya nama Indonesia yang ditetapkan dalam Sumpah Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928. Hingga sekarang nama itu dipakai sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tak heran apabila Benua Biru Samudera Pasifik, yang sangat luas juga terbagi dalam tiga wilayah geografis Utama. Mulai dari bagian utara ada Mikronesia, di bagian tengah sampai ke arah timur ada Polinesia, dan di bagian barat atau Pasifik Selatan ada Melanesia.
Nama-nama ini berasal dari bahasa Yunani dan Bahasa Latin. Akhiran setiap kata berasal dari ‘nesos’, yang berarti ‘pulau’.Selanjutnya, awalan setiap kata tersebut adalah ‘mikro’ (berarti ‘sangat kecil’), ‘poli’ (berarti ‘banyak’), dan ‘melano’ (berarti ‘hitam’).
Meski begitu, di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdapat pula warga dengan akar budaya dan ras Melanesia secara tradisional mencakup lima provinsi utama di kawasan timur yaiitu Provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Papua Barat.

Seiring pemekaran wilayah, cakupan di tanah Papua kini juga mencakup seluruh provinsi baru hasil pemekaran seperti Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Selain Timor Leste yang dulu sebagai Provinsi ke 27 kini juga masuk dalam negara merdeka Melanesia tetangga dekat Indonesia yang berbatasan langsung dengan Provinsi NTT.
Begitula negara tetangga PNG yang berbatasan langsung dengan Provinsi Papua, Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi Papua Selatan Indonesia.
Sayangnya provinsi-provinsi Melanesia di Indonesia termasuk dalam kategori termiskin sesuai data-data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia.
Hanya Provinsi Maluku dan Maluku Utara, yang lolos dari kategori provinsi termiskin Melanesia di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Papua Tengah dan Papua Pegunungan peringkat teratas sebagai provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Indonesia, dengan angka masing-masing sekitar 29,45 persen dan 27,21 persen.
Daftar Provinsi dengan Persentase Kemiskinan Tertinggi Papua Tengah 29,45 persen, Papua Pegunungan 27,21 persen, Papua Barat 19,58 persen, Papua Selatan 19,26 persen, Papua 17,82 persen dan Provinsi Papua Barat Daya 17,50 persen. Sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat 17,50 persen.
Adapun, BPS mencatat factor Utama penyebab kemisikina adalah infrastruktur dan sulitnya medan geografis membuat biaya logistik dan pembangunan sangat mahal.
Lalu bagaimana dengan jumlah penduduk Melanesia di Republik Indonesia? Pemerintah Indonesia dalam pertemuan dengan negara negara Melanesia Spearhead Group (MSG) atau negara negara Ujung Tombak Melanesia selalu tegaskan memiliki jumlah penduduk terbanyak.
Mengutip Kantor Berita Antara menyebut, Indonesia memiliki populasi ras Melanesia terbesar di antara seluruh negara atau wilayah anggota MSG, dengan jumlah diperkirakan mencapai lebih dari 11 hingga 13 juta jiwa yang tinggal di wilayah timur Indonesia.
Menelisik data-data BPS tentang jumlah penduduk di Provinsi-provinsi Melanesia di Indonesia antara lain, jumlah penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan data rekapitulasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mencapai jumlah sebanyak 5.751.491 jiwa.
Berikutnya Provinsi Maluku Utara, dengan jumlah adalah sekitar 1,39 juta jiwa(1.394.231 jiwa), dengan tingkat kepadatan penduduk 44 jiwa per kilometer persegi.
Sedangkan Provinsi Maluku data berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat sekitar 1,97 juta jiwa (1.970.563 jiwa).
Sementara itu, jika merujuk pada wilayah pemekaran tetangga yaitu Provinsi Maluku Utara, jumlah penduduknya berada di kisaran 1,39 juta jiwa.
Provinsi-provinsi pemekaran baru dari Provinsi Papua dan Papua Barat, berapa populasi penduduknya sekarang sebab menurut data dari program transmigrasi sebanyak 17 persen adalah penduduk keturunan dari program transmigrasi.
Bahkan sebelum tanah Papua masuk ke Indonesia, program kolonisasi sudah berlangsung di Merauke sejak 1910 hingga sekarang menjadi Provinsi Papua Selatan.
Jumlah penduduk di tanah Papua berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan administrasi kependudukan antara lain, Provinsi Papua Tengah sebanyak,1.510.800 jiwa.
Berikutnya Provinsi Papua Pegunungan dengan jumlah penduduk sebanyak 1.501.900 jiwa dan Provinsi Papua, tercatat 1.086.500 jiwa dan Provinsi Papua Barat Daya sebanyak 645.500 jiwa.
Sedangkan Provinsi Papua Barat tercatat, 596.500 jiwa dan Provinsi Papua Selatan sebanyak 557.200 jiwa.
Jumlah total penduduk di seluruh wilayah administrasi Pulau Papua (se-Tanah Papua yang mencakup enam provinsi di Indonesia) diperkirakan mencapai5.797.499 jiwa berdasarkan data kependudukan terbaru.
`ANGGOTA MSG DAN POPULASI PENDUDUK’
Papua Nugini negara tetangga dengan Indonesia termasuk wilayah negara Melanesia terluas di Pasifik Selatan tercatat sesuai dengan data hasil sensus nasional resmi tercatat mencapau, 10,9 juta jiwa berdasar data Worldmeter.
Sedangkan mengutip data dari www.nso.gov.pg/statistics/population/ melaporkan tercatat sebanyak, 10.185.363 jiwa terdiri dari laki-laki sebanyak 5.336.546 jiwa sedangkan perempuan mencapai, 4.848.817 jiwa.
Berikutnya adalah negara Republik Fiji yang jumlah penduduk India dan asli Melanesia Fiji seimbang tercatat jumlah penduduk sesuai sensus di sana adalah 902.623 jiwa sesuai data laman statistic fiji,www.statsfiji.gov.fj, Jumlah penduduk di Fiji sebelumnya tercatat sebanyak 837.271 orang pada tahun 2007 dan 775.077 orang pada tahun 1996.
Penduduk asal India di Fiji tercatat 314.000 hingga 315.000 jiwa yang dikenal sebagai Indo-Fiji. Sebagian besar adalah keturunan buruh kontrak yang dibawa oleh Inggris dari India antara 1879 dan 1916 untuk bekerja di ladang perkebunan tebu.
Banyak penduduk India yang berimigrasi paska kudeta militer pertama pada 14 Mei 1987 dan kedua 25 September 1987. Alasan kudeta ini dilakukan untuk melindungi hak-hak dan kekuasaan politik masyarakat adat pribumi Melanesia Fiji yang dikenal dengan Dewan Adat Melanesia iTaukei.
Selanjutnya negara Kepulauan Solomon diperkirakan mencapai sekitar 858.288 jiwa pada pertengahan tahun 2026. Negara ini memiliki tingkat pertumbuhan sekitar 2,37% per tahun dan menempati peringkat ke-164 secara global.
Kantor Statistik Nasional Kepulauan Solomon , mencatat jumlah total penduduk sebanyak 721.455. Perkiraan resmi saat ini menempatkan populasi sebanyak 858.000 jiwa.
Kaledonia Baru jajahan Perancis tercatat sebanyak 297.892 jiwa pada pertengahan 2026, dan populasi Kaledonia Baru setara dengan 0,0036 persen dari total populasi dunia.
Kerusuhan dan konflik berkepanjangan dari FLNKS yang menuntut Kanaki merdeka menyebabkan penurunan angka kependudukan di Melanesia Kanaky.
Negara Republik Vanuatu kantor pusat MSG di Port Villa tercatat jumlah penduduk di sana hanya 343.000 jiwa pada pertengahan 2026 berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa dan statistik regional Vanuatu.
Berikutnya negara Timor Leste memiliki jumlah penduduk sebanyak, 1.436.923 jiwa.
Negara yang baru saja diterima sebagai anggota ke-11 ASEAN pada November 2022, masuk dalam daftar negara dengan hutang terendah di dunia.Berdasarkan data yang dirilis oleh statista.com, ratio PDB Timor-Leste di tahun 2022 hanya sebesar 7,49 persen saja.
Semua ini sekadar gambaran antara jumlah penduduk mestinya harus setara dengan kesejahteraan, sebagaimana dikatakan Menteri HAM asal Papua Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan, masyarakat Papua boleh menuntut kesejahteraan, keadilan, dan hak-haknya, tetapi asal bukan menuntut merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. [***/GRW]










