• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pemerintah Menilai Indonesia Memiliki Peluang Strategis dalam Rantai Pasok Global AI

Pemerintah Menilai Indonesia Memiliki Peluang Strategis dalam Rantai Pasok Global AI

Mei 7, 2026
Presiden Prabowo Ingatkan Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan Indonesia

Presiden Prabowo Ingatkan Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan Indonesia

Oktober 6, 2026
Panja RUU Pemilu Gelar Rapat saat Reses, Targetkan Rampung Awal 2027

Panja RUU Pemilu Gelar Rapat saat Reses, Targetkan Rampung Awal 2027

Oktober 6, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden FIFA Temui Prabowo di Istana Negara

Presiden FIFA Temui Prabowo di Istana Negara

Oktober 6, 2026
Prediksi BMKG: Awan Tebal Selimuti Sebagian Besar Jakarta, Hujan Ringan Turun Sore Hari

Prediksi BMKG: Awan Tebal Selimuti Sebagian Besar Jakarta, Hujan Ringan Turun Sore Hari

Oktober 6, 2026
Presiden FIFA Puji Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Presiden FIFA Puji Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Oktober 6, 2026
Menkop Ferry Gandeng KMDT Siap Jadikan Ekosistem Koperasi Danau Toba Percontohan Nasional

Menkop Ferry Gandeng KMDT Siap Jadikan Ekosistem Koperasi Danau Toba Percontohan Nasional

Oktober 6, 2026
Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Oktober 5, 2026
Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Oktober 5, 2026
Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Oktober 5, 2026
Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Oktober 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Pemerintah Menilai Indonesia Memiliki Peluang Strategis dalam Rantai Pasok Global AI

(Fokus Berita)

Mei 7, 2026
in Fokus Berita
0
0
SHARES
22
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Kredit Foto: Kemkomdigi

Jakarta, satukanindonesia.com –  Pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis dalam rantai pasok global kecerdasan artifisial (AI), seiring kekuatan sumber daya mineral, energi, dan bonus demografi yang dimiliki nasional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan perubahan lanskap industri global, khususnya di sektor semikonduktor dan AI, membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ekosistem teknologi masa depan.
“Perang ekonomi abad ini tidak ditentukan oleh siapa yang menguasai ladang minyak, tetapi oleh siapa yang menguasai pabrikasi chip, lalu di mana posisi Indonesia?” ujar Nezar dalam diskusi “Peluang Strategis Indonesia dalam Rantai Pasok Global AI” di Jakarta Pusat, dilansir dari infopublik  Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, semikonduktor kini telah berkembang menjadi infrastruktur strategis yang menopang berbagai sektor penting, mulai dari kecerdasan artifisial, pusat data, hingga sistem pertahanan modern.
“Semikonduktor ini bukan lagi sekadar komponen elektronik, tetapi sudah menjadi infrastruktur kedaulatan. Dia menjadi bahan bakar bagi setiap model AI yang dilatih, setiap data center yang dibangun, dan setiap sistem pertahanan yang dioperasikan,” tegasnya.
Nezar menilai Indonesia memiliki modal awal yang kuat untuk masuk ke rantai pasok global AI, terutama dari sisi sumber daya alam. Indonesia diketahui menjadi salah satu produsen timah terbesar dunia, yang merupakan bahan penting dalam proses produksi chip semikonduktor.
Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan pasir silika yang besar sebagai bahan dasar silikon, komponen utama industri semikonduktor. Namun, ia menekankan pentingnya transformasi strategi industri nasional agar tidak hanya berhenti sebagai pemasok bahan mentah.
“Jangan bahan mentah yang dikirim, tetapi harus sudah setengah jadi dan itu kita kuasai,” ujarnya.
Di sisi lain, keunggulan Indonesia juga dinilai terletak pada ketersediaan energi, khususnya energi terbarukan, yang menjadi faktor penting dalam pengembangan pusat data dan infrastruktur AI.
“Kita punya kelebihan energi, renewable energy. Produksi listrik kita cukup besar, bahkan sempat surplus,” kata Nezar.
Selain sumber daya alam dan energi, bonus demografi juga disebut menjadi kekuatan strategis Indonesia. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 285 juta jiwa dan mayoritas berada pada usia produktif, Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan talenta digital.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengembangkan program AI Talent Factory yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta AI dari tingkat dasar hingga lanjutan.
“Kita kumpulkan talenta terbaik dari universitas untuk diberikan program dasar sampai advance dalam pengembangan solusi AI,” jelasnya.
Dalam konteks geopolitik global, Nezar juga menilai posisi Indonesia sebagai negara non-blok menjadi keuntungan tersendiri dalam membangun kerja sama dengan berbagai pihak di sektor teknologi.
“Kita manfaatkan ketegangan global yang ada sebagai peluang buat Indonesia,” ujarnya.
Meski mengakui Indonesia belum sepenuhnya masuk dalam rantai pasok global AI dan semikonduktor, pemerintah menilai kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk menentukan strategi pembangunan industri teknologi nasional secara lebih terarah.
“Kita harus menjadi choke point yang strategis dan mampu mengontrol choke point itu,” tegas Nezar.
Ia menambahkan, pengembangan AI di Indonesia perlu diarahkan untuk mendukung sektor-sektor prioritas dan pekerjaan berisiko tinggi agar teknologi hadir sebagai alat bantu yang meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja manusia.
“AI tidak perlu ditakuti akan menggantikan manusia, tetapi bagaimana menjadi companion dalam kerja-kerja yang kita lakukan,” pungkasnya(***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Artifisial (AI)KemkomdigiNezar PatriaWamenkomdigi
ShareTweetSend

Related Posts

Kemkomdigi Gandeng Telkomsat dan Starlink Bina Reseller Internet di Mentawai

Kemkomdigi Gandeng Telkomsat dan Starlink Bina Reseller Internet di Mentawai

Agustus 29, 2026
 Kemkomdigi dan DPR Sepakat Aturan Final Ojek Online Untuk Perlindungan Pengemudi

 Kemkomdigi dan DPR Sepakat Aturan Final Ojek Online Untuk Perlindungan Pengemudi

Agustus 19, 2026
Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Keberhasilan Komunikasi Kebijakan

Wamenkomdigi: Kepercayaan Publik Jadi Kunci Keberhasilan Komunikasi Kebijakan

Juli 16, 2026

Wamenkomdigi Tegaskan Keberhasilan Satu Data Indonesia Dimulai dari Penguatan Data Desa

Juli 12, 2026

Wamenkomdigi Dorong Kolaborasi Semikonduktor Perkuat Fondasi AI Berdaulat

Juli 9, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?