• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Peringati Hari Uang Hari Ini, Berikut Sejarah Uang Kertas Pertama Indonesia

Peringati Hari Uang Hari Ini, Berikut Sejarah Uang Kertas Pertama Indonesia

Oktober 30, 2020
Pansus DPRD Batam Kebut Pembahasan Revisi Perda Pengelolaan Sampah

Pansus DPRD Batam Kebut Pembahasan Revisi Perda Pengelolaan Sampah

Juni 25, 2026
Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Resmi Sahkan Perda PSU Perumahan untuk Perkuat Tata Kelola Kawasan Hunian

Gelar Paripurna, DPRD Kota Batam Resmi Sahkan Perda PSU Perumahan untuk Perkuat Tata Kelola Kawasan Hunian

Juni 25, 2026
ADVERTISEMENT
Dari RDPU Komisi IV DPRD Kota Batam, Mahasiswa Hukum UPB Ungkap Lemahnya Penegakan Perda Ketertiban Sosial di Lokalisasi Sintai

Dari RDPU Komisi IV DPRD Kota Batam, Mahasiswa Hukum UPB Ungkap Lemahnya Penegakan Perda Ketertiban Sosial di Lokalisasi Sintai

Juni 25, 2026
Pansus Ranperda PSU Perumahan Gelar Rapat Finalisasi, Segera Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

Pansus Ranperda PSU Perumahan Gelar Rapat Finalisasi, Segera Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

Juni 25, 2026
Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi

Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi

Juni 24, 2026
Sunat Massal Dinas Kesehatan Seluma Berjalan Sukses, KKN Kelompok 95 Periode 108 Universitas Bengkulu Turut Ambil Bagian dalam Pelayanan Masyarakat

Sunat Massal Dinas Kesehatan Seluma Berjalan Sukses, KKN Kelompok 95 Periode 108 Universitas Bengkulu Turut Ambil Bagian dalam Pelayanan Masyarakat

Juni 24, 2026
PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

Juni 24, 2026
Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Juni 24, 2026
Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Juni 24, 2026
Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Juni 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Peringati Hari Uang Hari Ini, Berikut Sejarah Uang Kertas Pertama Indonesia

[Ekonomi]

Oktober 30, 2020
in Ekonomi
0
0
SHARES
2.9k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Uang kertas rupiah pertama kali beredar pada 30 Oktober 1946. Kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Oeang. Ilustrasi.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Indonesia memperingati Hari Oeang ke-74 pada hari ini, Jumat (30/10/2020). Kendati setiap hari bertransaksi menggunakan uang, tidak banyak masyarakat yang mengetahui sejarah lahirnya uang kertas pertama di Indonesia.

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan, Kamis (29/10/2020), mulanya Indonesia memiliki 4 mata uang tetapi bukan asli Indonesia. Pertama, sisa zaman kolonial Belanda yaitu uang kertas De Javasche Bank. Kedua, uang kertas dan logam pemerintah Hindia Belanda dengan satuan gulden.

Ketiga, uang kertas pendudukan Jepang yang menggunakan Bahasa Indonesia yaitu Dai Nippon emisi 1943 dengan pecahan bernilai Rp100. Keempat, Dai Nippon Teikoku Seibu, emisi 1943 bergambar Wayang Orang Satria Gatot Kaca bernilai Rp10 dan gambar Rumah Gadang Minang bernilai Rp5.

Kemudian, Menteri Keuangan ke-2 Indonesia, A.A Maramis berencana menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI). Guna mewujudkan rencana itu, Maramis membentuk panitia penyelenggara pencetakan uang kertas RI pada 7 November 1945.

Proses persiapan lahirnya ORI membutuhkan waktu hampir satu tahun. Desain dan bahan-bahan utama pembuatan ORI disediakan oleh percetakan Balai Pustaka Jakarta. Sedangkan, pelukis pertama ORI adalah Abdulsalam dan Soerono.

Proses pencetakan dilakukan di percetakan RI, Salemba, Jakarta. Pada Januari 1946, proses cetak ORI mulai dilakukan setiap harinya, yakni mulai pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Namun, pada Mei 1946, situasi keamanan mengharuskan pencetakan ORI di Jakarta dihentikan serta terpaksa dipindahkan ke daerah-daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

Kondisi ini menyebabkan, tanda tangan yang tertera pada ketika pertama kali beredar adalah milik AA Maramis. Padahal, sejak November 1945, Maramis tidak lagi menjabat sebagai menteri keuangan.

Ketika persiapan matang, Menteri Keuangan saat itu, Sjafruddin Prawiranegara mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan pada 29 Oktober 1946. Keputusan itu berisi penetapan berlakunya ORI secara sah mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 WIB.

Pada detik-detik ORI diluncurkan, Wakil Presiden Mohammad Hatta memberikan pidato yang membakar semangat kedaulatan bangsa. Pidato itu disampaikan melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta pada 29 Oktober 1946.

“Besok tanggal 30 Oktober 1946 adalah suatu hari yang mengandung sejarah bagi tanah air kita. Rakyat kita menghadapi penghidupan baru. Besok mulai beredar Oeang Republik Indonesia sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah,” ujar Bung Hatta, kala itu.

Sang proklamator menambahkan mulai pukul 12.00 WIB, 29 Oktober 1946, uang lainnya yakni uang Jepang Javasche Bank otomatis tidak berlaku.

“Dengan ini, tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita. Uang sendiri itu adalah tanda kemerdekaan Negara,” ujar Bung Hatta.

Dengan demikian, pemerintah menyatakan 30 Oktober 1946 sebagai tanggal beredarnya ORI, sekaligus diperingati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia. Masyarakat Indonesia pun menyambut dengan bangga sekaligus haru atas kedaulatan keuangan melalui kepemilikan ORI tersebut. (CNN/bm)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Ekonomihari oeanguang kertas
ShareTweetSend

Related Posts

Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Juni 23, 2026
Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Juni 11, 2026
Tri Adhianto Ikut Senam Bersama dan UMKM Ramaikan Akhir Pekan di Kecamatan Bekasi Selatan

Tri Adhianto Ikut Senam Bersama dan UMKM Ramaikan Akhir Pekan di Kecamatan Bekasi Selatan

Mei 9, 2026

Terkait Kebijakan WFH, Pemprov Papua Tengah Masih Menunggu Edaran Kemendagri

Maret 28, 2026

Pastikan Layanan Tetap Berjalan, Wali Kota Bekasi Pantau Pelayanan Publik Pasca Idul Fitri

Maret 26, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?