
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berjanji akan merancang ulang sistem politik di Indonesia apabila ia memenangi Pilpres 2019. Menurut dia, sistem politik harus diubah agar para calon pemimpin tak harus mengeluarkan biaya mahal.
“Saya akan dukung ahli hukum untuk merancang kembali sistem politik kita. Kita cari sistem politik yang memungkinkan kader terbaik muncul dengan biaya tak terlalu banyak,” kata Prabowo saat menghadiri deklarasi dukungan dari Aliansi Advokat Indonesia Bersatu di Jakarta, Kamis (11/04/19).
Menurut Prabowo, sistem politik di Indonesia saat ini masih membutuhkan biaya yang mahal. Ia pun mencontohkan pengalamannya dalam kampanye pilpres 2019 ini.
Ia dan calon wakil presiden Sandiaga Uno tidak bisa memasang banyak spanduk karena dana yang terbatas. Prabowo pun mengaku pernah dinyinyiri oleh seorang tokoh di Jawa Tengah karena minimnya spanduk untuk kampanye.
“Di suatu kota, provinsi jateng, saya bertemu tokoh, nanya sambil dengan nada nyinyir. ‘Pak Prabowo kok enggak banyak baliho?’ ‘Benar Pak kami tergolong dana kurang untuk baliho banyak banyak. Tapi saya yakin baliho saya ada di hati rakyat’,” kata Prabowo.
Meski kondisi keuangan minim, namun Prabowo mengaku sangat terbantu dengan gerakan relawan dan pendukungnya.
Para relawan, menurut dia, ramai-ramai mencetak kaos bergambar Prabowo-Sandi untuk dibagikan ke masyarakat. Tak hanya itu, ada juga pendukung dan relawan yang menyumbang dalam bentuk materi.
“Kami paket hemat enggak ada uang. Tapi yang mengharukan wong cilik lempar uang ke saya. Rp 20.000, Rp10.000, luar biasa. Bukan jumlahnya tapi semangat ingin bersatu berjuang bersama,” kata dia.
Ia mencontohkan saat kampanye akbar di GBK beberapa waktu lalu. Prabowo mengklaim panitia tak menyiapkan uang atau pun makanan untuk massa yang hadir memenuhi stadion.
“Tapi ada yang nyumbang makan minum, ditawarkan ke kiri kanannya,” kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.(*)












