MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 763/Sanetia Buerama Amor (SBA) dalam apel pelepasan latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan, yang dipimpin oleh Irdam XVIII Kasuari, Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan, S.I.P., M.A.B., di Pelabuhan Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (22/03/2025).
Dimana pratugas direncanakam akan dilaksanakan, di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Bandung.
Para prajurit Yonif 763/SBA ini, diberangkatkan menggunakan KRI Teluk Ende (517).
Apel yang digelar sebagai bagian dari persiapan tugas operasi ini berlangsung dengan penuh disiplin dan keteguhan. Para prajurit tetap berdiri tegap di tengah derasnya hujan, menunjukkan kesiapan dan loyalitas mereka dalam mengemban tugas negara.
Panglima Kodam (Pangdam) XVIII Kasuari, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu dalam amanatnya yang disampaikan Irdam XVIII Kasuari, Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan menyampaikan, suatu kehormatan khususnya prajurit Yonif 763/SBA yang dipercayakan untuk melaksanakan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan di daerah Papua Barat Daya.
Untuk mendukung kesiapan operasi maka Satgas harus dilatih, dengan tujuan untuk membekali dan meningkatkan kemampuan satuan yang akan melaks tugas operasi.
Latihan pratugas yang akan dilaksanakan di Pusdiklatpassus, bukanlah sekedar rutinitas, tetapi sebuah kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperdalam pengetahuan, dan menguji kekuatan mental serta fisik.
“Sebagai prajurit, kita harus senantiasa siap menghadapi segala tantangan dan mengatasi setiap rintangan yang mungkin muncul di medan tugas. Selama pelaksanaan latihan ini, saya mengajak seluruh prajurit untuk menjunjung tinggi disiplin, dedikasi, semangat juang yang tinggi, pantang menyerah dan perhatikan faktor keamanan serta jaga kekompakan dan kebersamaan, karena dalam persatuan kalian akan menemukan kekuatan yang tak terhingga,”ucapnya.
Mengakhiri amanatnya, ia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Yonif 763/Sanetia Buerama Amor dan semua pihak yang telah bekerja keras dalam persiapan latihan ini. Kerja keras dan dedikasi adalah landasan utama, untuk mencapai kesuksesan dalam setiap tugas yang diberikan.
“Kalau dia seorang pendekar atau patriot terjatuh dia tidak akan sedih, dia tidak akan kecewa, dia tidak akan menangis, dia akan berdiri lagi, dijatuhkan lagi, berdiri lagiberdiri lagi, kita tidak akan menyerah, setiap langkahmu adalah pertaruhan prajurit kasuari,”tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Irdam juga berpesan, penting kepada para prajurit yang akan melaksanakan tugas. Ia menekankan bahwa dalam penugasan kelak, selain menjaga keamanan dan ketertiban, prajurit harus mampu merebut hati dan simpati masyarakat di daerah penugasan.
“Ingat, keberhasilan tugas bukan hanya diukur dari aspek militer, tetapi juga dari bagaimana kalian bisa dekat dengan masyarakat. Rebut hati dan simpati mereka, jadilah pelindung serta panutan di mana pun kalian berada,”tutup Irdam. [GRW]













