
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melangsungkan pertemuan dengan partai politik non-parlemen di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan itu, sejumlah hal dibahas termasuk soal wacana amendemen UUD 1945.
Sekjen Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, terkait dengan wacana amendemen UUD 1945, Presiden Jokowi menegaskan kalau wacana amandemen tersebut bukan datang dari dirinya. Kemudian, Presiden Jokowi juga bukan ketua umum partai politik.
“Saya bukan ketua umum partai, jadi saya tidak punya hak apa-apa untuk menyampaikan. Dan juga wacana amandemen itu bukan dari saya,” kata Jokowi dalam pertemuan itu seperti disampaikan Rofiq, Kamis (2/9/2021).
Baca Juga: Kader PAN Dukung Zulkifli Hasan Maju Capres pada Pilpres 2024 Mendatang
Presiden Jokowi sambung Rofiq, juga menyampaikan siapa yang bisa menjamin kalau amendamen tersebut dilakukan secara terbatas. Dikhawatirkan, begitu dibuka amandemen pasti melebar ke mana-mana.
“Presiden Jokowi sangat keberatan terkait dengan amendemen,” ucap Rofiq.
Sementara terkait dengan wacana 3 periode, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dirinya tidak ada keinginan sedikit pun untuk menjabat 3 periode. Presiden Jokowi menolak bila wacana 3 periode datang dari Istana.
Lagi pula, bagaimana mungkin 3 periode sementara para ketua umum partai sudah pasang baliho di mana-mana dan sudah siap bertarung untuk maju. Kendati, Presiden Jokowi sangat senang senang melihat para calon-calon presiden mulai bermunculan dengan adanya baliho-baliho yang berterbaran dari berbagai partai.
Satu hal yang terpenting disampaikan Presiden Jokowi adalah jangan sampai wacana amendemen itu muncul dari Istana. Kemudian ada hiden agenda untuk meloloskan agenda tertentu di luar wacana 3 periode.
Baca Juga: Prabowo Mendapat Dukungan Penuh dari Kader Gerindra Untuk Maju Pilpres 2024 Mendatang
(nal/SI)













