• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Radikalisme Kampus Lebih Berbahaya

Radikalisme Kampus Lebih Berbahaya

November 6, 2018
Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Tujuh Tokoh Tentara Nasional Indonesia Dianugerahkan Bintang Mahaputra

Oktober 5, 2026
Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi bagi UMKM

Oktober 5, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Termasuk Enam Kodam

Oktober 5, 2026
Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Apresiasi Tim Indonesia

Oktober 5, 2026
88 Unit Bangunan Akan Ditertibkan di Kelurahan Pejuang Kota Bekasi

88 Unit Bangunan Akan Ditertibkan di Kelurahan Pejuang Kota Bekasi

Oktober 5, 2026
Anggota DPR Dorong Penguatan UMKM Jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo-Gibran

Anggota DPR Dorong Penguatan UMKM Jadi Capaian Positif Pemerintahan Prabowo-Gibran

Oktober 5, 2026
Kursi DPRD DKI Berpotensi Turun dari 106 Jadi 85 dalam Revisi UU DKJ

Kursi DPRD DKI Berpotensi Turun dari 106 Jadi 85 dalam Revisi UU DKJ

Oktober 5, 2026
Anggota Komisi IV DPR RI Dorong Stabilisasi Harga Beras agar Petani Untung dan Konsumen Tetap Terjangkau

Anggota Komisi IV DPR RI Dorong Stabilisasi Harga Beras agar Petani Untung dan Konsumen Tetap Terjangkau

Oktober 5, 2026
Menhub Perkuat Keselamatan Transportasi melalui Regulasi dan Pengawasan

Menhub Perkuat Keselamatan Transportasi melalui Regulasi dan Pengawasan

Oktober 5, 2026
Jaringan Terungkap, Belasan Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Enam Provinsi

Jaringan Terungkap, Belasan Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Enam Provinsi

Oktober 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Radikalisme Kampus Lebih Berbahaya

[Nasional]

November 6, 2018
in Nasional
0
0
SHARES
84
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Radikalisme kampus dinilai lebih berbahaya daripada radikalisme yang muncul dari kampung-kampung karena tekanan ekonomi. Radikalisme dari kaum intelektual kampus bisa menularkan pada banyak orang. Tugas pemerintah harus membendung ini, karena sudah bersentuhan pula dengan ideologi negara.

“Ternyata radikalisme itu tidak saja menyangkut masyarakat bawah, tapi juga kampus. Ini sangat mengkhawatirkan. Kampus adalah golongan intelektual. Kalau kaum intelektual terpapar radikalisme, maka negara harus punya perhatian khusus atas radikalisme kampus,” papar Anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto saat ditemui usai mengikuti rapat kerja dengan Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (05/06/2018).

Dulu radikalisme muncul karena tekanan ekonomi, tapi sekarang radikalisme sudah masuk kampus. Radikalisme dari kaum intelektual sangat berbahaya, karena pelakunya juga menggunakan logika untuk menciptakan teror.

“Logika bertemu radikalisme sangat berbahaya. Satu hal yang harus diwaspadai, radikalisme tidak mengenal sekat lagi dalam berkomunikasi. Seluruh dunia bisa diakses. Semuanya seperti menjadi rumah kaca,” papar Anggota F-Gerindra ini.

Menurutnya, sumber-sumber radikalisme harus ditanggulangi sedini mungkin. Tautan-tautan radikalisme di dunia maya harus pula disetop agar tidak berkembang lebih lanjut.

Sementara paham radikal yang sudah berkembang saat ini harus segera diminimalisir pemerintahnya diimbau melakukan pendekatan ideologi kepada kaum intelektual kampus yang sudah terpapar radikalisme.

Dibanding radikalisme di kampung-kampung, radikalisme kampus butuh waktu lebih panjang untuk meredamnya. Sedangkan radikalisme yang muncul dari kampung-kampung lebih menonjolkan aksi kriminal untuk melakukan kerusakan saja.

“Kalau bicara radikalisme kaum intelektual, maka itu bicara ideologi negara. Inilah yang bisa mempengaruhi seseorang. Ini embrio yang secepatnya harus ditanggulangi. Mahasiswa tidak boleh dikekang juga. Mereka perlu diberi kesempatan untuk berpikir tapi pahamnya harus dikontrol,” tutup Wihadi. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: RadikalismeSatukan IndonesiaWihadi Wiyanto
ShareTweetSend

Related Posts

Serangan pada Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan Terhadap Pers

Serangan pada Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan Terhadap Pers

Februari 21, 2025
PEMBINAAN PERTAHANAN WILAYAH, TNI AL BERIKAN EDUKASI MASYARAKAT PESISIR DI MALANG

PEMBINAAN PERTAHANAN WILAYAH, TNI AL BERIKAN EDUKASI MASYARAKAT PESISIR DI MALANG

Juni 14, 2024
BNPT Perkuat Sinergi Penanggulangan Terorisme dengan Stakeholder dan Masyarakat

BNPT Perkuat Sinergi Penanggulangan Terorisme dengan Stakeholder dan Masyarakat

Juni 16, 2022

Menteri Agama: Tidak Ada Radikalisme di Pesantren, Catat Itu!

Oktober 22, 2021

Pemerintah Diminta Buat Regulasi Pelarangan Paham NII

Oktober 12, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?