
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga yang diduga menjadi klaster penyebaran Covid-19, Rabu (23/3/2021).
Ihwal dari penyemprotan terhadap virus mematikan itu berawal dari laporan dan permintaan keluarga pemilik rumah karena beberapa hari sebelumnya anggota keluarganya yang saat ini sedang isolasi di Rumah Sakit Tarutung yang positif terinfeksi Covid-19, sempat berkunjung ke rumah tersebut.
“Sesuai dengan informasi yang dihimpun Satgas Covid-19 Humbang Hasundutan, pada minggu kedua Maret 2021, pemilik rumah itu dikunjungi menantu dan putrinya yang tercatat sebagai warga Kabupaten Bogor setelah melakukan rangkaian pesta dan berbagai acara keluarga di Doloksanggul. Mulai hari Rabu, (10/3/2021), menantunya mengalami kondisi tidak enak badan, sehingga pada hari Kamis, 11/3/2021, pergi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung untuk periksa kesehatan, pada hari jumat, 12/3/2021, ternyata hasil pemeriksaannya positif terjangkit Covid-19, demikian juga putrinya hasil pemeriksaannya positif Covid-19 yang terbit tanggal 13/3/2021,” ujar Sekda Humbang Hasundutan Drs. Tonny Sihombing,M.IP., kepada SatukanIndonesia.com melalui telepon selulernya, Rabu, (23/4/2021).
Selain itu kata Tonny, walaupun seandainya ada dalam sebuah rumah atau seseroang positif terjangkit Covid-19, sesama warga tidak baik memusuhi atau membenci dan tidak perlu takut secara berlebihan, cukup memberitahukannya kepada pemerintah setempat atau kepada petugas sarana kesehatan dan berjaga-jaga dengan menerapkan protokol kesehatan yang dibuat pemerintah.
“Cukup diberitahukan kepada pemerintah setempat atau kepada petugas sarana kesehatan serta berjaga-jaga dengan menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah melalui Satgas Covid-19 akan menindaklanjutinya dan mengambil tindakan yang terukur dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku”, ujarnya.
Menurut Tonny, dengan adanya penyemprotan disinfektan tersebut, warga sekitar tidak perlu takut, membenci atau mengucilkan atau memushi pemilik rumah tersebut karena pemilik rumah atau yang menetap tinggal dirumah itu berdasarkan hasil pemeriksaan lengkap di Rumah Sakit Umum Daerah Humbang Hasundutan di Doloksanggul, dinyatakan negatif atau tidak terjangkit Virus Covid-19.
“Warga tidak perlu takut karena orang tua dan warga kita yang tinggal dirumah itu berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Doloksanggul dinyatakan Negatif”, ujar Tonny untuk menghimbau supaya masyarakat tetap berfikir positif dan tetap menjaga rasa persaudaraan.
Karena warga yang tinggal di rumah itu berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen dinyatakan negatif, lanjut Sekda itu, pihak Rumah Sakit Doloksanggul telah memperbolehkannya untuk pulang pada hari Rabu, (23/3/2021), sehingga baru pada hari itu juga pihak keluarga pemilik rumah berkoordinasi dengan perangkat Pemkab Humbang Hasundutan melalui Tim Satgas Covid-19 dengan meminta supaya disemprot disinfektan.
Tonny yang pernah menjadi Camat pada salah satu Kecamatan Kabupaten Dairi itu menambahkan, penyemprotan disinfektan dilakukan bertujuan selain memutus penyebaran pandemi virus Covid-19, juga untuk mengantisipasi munculnya rasa takut dan dampak sosial berupa stigma negatif di tengah masyarakat yang terindikasi terjangkit virus Corona.
Jikapun ada warga kita positif atau suatu tempat terindikasi terjangkit Covid-19, bukan untuk dibenci atau memushinya, tapi lanjut Tonny, harus dihadapi dengan pikiran positif, saling memberi semangat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan melalui 3 M yaitu selalu memakai Masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, selalu menjaga jarak, dan 3 T yaitu dengan Tracing, Testing, Treatment.
Tonny melanjutkan, tak seorangpun umat manusia yang menghendaki tekena penyakit, apalagi penyakit mematikan, seperti Virus Corona, akan tetapi jikapun terkena karena telah menjadi pandemi yaitu telah menyebar secara menyeluruh diseluruh permukaan bumi seperti pandemi covid-19 yang melanda dunia saat ini, semua komponen masyarakat, bangsa dan negara yang di dalamnya termasuk pemerintah mutlak perlu saling mendukung secara moral, mental dan spritual untuk mengupayakan memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) itu sendiri.
Terkait dengan penyemprotan disinfektan yang baru saja dilakukan pada rumah yang diketahui tercatat milik Anggota Veteran Alm. Boni Silaban alias Op. Romauli Silaban itu, pihaknya baru menerima informasi yang lengkap dari berbagai pihak pada hari itu juga.
“Baru hari ini (Rabu-red), kami mendapatkan informasi yang lengkap, sehingga guna mewujudkan pelayanan yang prima dan dengan sigap dan cepat hari ini juga di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan, Tim Satgas Covid-19 Humbang Hasundutan langsung bertindak cepat melakukan penyemprotan”, ujar Tonny dengan semangat.
Untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 secara keseluruhan pada umumnya dan di wilayah Humbang Hasundutan pada khususnya, Tonny kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat di Humbang Hasundutan dan putra-putri asal Humbang Hasundutan yang berada di luar Humbang Hasundutan untuk tetap menerapakan secara sungguh-sungguh dan ketat protokol kesehatan.
“Atas nama Sekda Kabupaten Humbang Hasundutan dan sebagai pribadi, mengajak dan menghimbau sekaligus kembali mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat dan putra –putri Humbang Hasundutan dimanapun berada supaya senantiasa menerapkan dan memperhatikan protokol kesehatan melalui prinsip 3 M dan 3 T itu, termasuk membatasi pertemuan-pertemuan yang tidak begitu penting dan mendesak yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19”, ujarnya dengan tegas mengakhiri percakapannya dengan SatukanIndonesia.com melalui telepon selulernya. (FD/SI).













