• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Satgas Sebut Klaim Vaksin Nusantara Dapat Akhiri Pandemi Covid-19 Adalah Hoax

Satgas Sebut Klaim Vaksin Nusantara Dapat Akhiri Pandemi Covid-19 Adalah Hoax

Juli 23, 2021
Refleksi 81 Tahun RI,  Filep : ‘Papua Butuh Keputusan Politik Negara’

Refleksi 81 Tahun RI, Filep : ‘Papua Butuh Keputusan Politik Negara’

Agustus 15, 2026
Selamatkan Generasi Muda, Herry Sembiring: Penindakan Narkoba di Seluruh THM Batam Wajib Dilanjutkan

Selamatkan Generasi Muda, Herry Sembiring: Penindakan Narkoba di Seluruh THM Batam Wajib Dilanjutkan

Agustus 15, 2026
ADVERTISEMENT
Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Kukuhkan Paskibraka Kota Bekasi, Wali Kota Pesan Jadikan Kebanggaan Orang Tua

Agustus 15, 2026
Taklukkan Sumut 3-2, Tim MLBB Bekasi Raih Gelar Juara Kapolri Cup E-sport

Taklukkan Sumut 3-2, Tim MLBB Bekasi Raih Gelar Juara Kapolri Cup E-sport

Agustus 15, 2026
Turap Bumi Bekasi Baru Selesai Dibangun, Kurangi Dampak Banjir Rawalumbu

Turap Bumi Bekasi Baru Selesai Dibangun, Kurangi Dampak Banjir Rawalumbu

Agustus 15, 2026
Urai Kemacetan, Wali Kota Bekasi Inisiasi Pembangunan Jalan Sejajar Mukhtar Tabrani

Urai Kemacetan, Wali Kota Bekasi Inisiasi Pembangunan Jalan Sejajar Mukhtar Tabrani

Agustus 15, 2026
Wali Kota Bekasi Gandeng IROPIN Gelar Bakti Sosial Mata, 300 Kacamata Dibagikan untuk Siswa SMPN 54

Wali Kota Bekasi Gandeng IROPIN Gelar Bakti Sosial Mata, 300 Kacamata Dibagikan untuk Siswa SMPN 54

Agustus 15, 2026
Tembak Warga Sipil, Presiden Prabowo Didesak Menarik Prajurit TNI Pelanggar HAM

Tembak Warga Sipil, Presiden Prabowo Didesak Menarik Prajurit TNI Pelanggar HAM

Agustus 15, 2026
RAPBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Papua, DPD RI Tegaskan Tujuh Agenda Strategis

RAPBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Papua, DPD RI Tegaskan Tujuh Agenda Strategis

Agustus 15, 2026
Ahmad Muzani Serukan Penghentian Perang dan Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina

Ahmad Muzani Serukan Penghentian Perang dan Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina

Agustus 15, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Satgas Sebut Klaim Vaksin Nusantara Dapat Akhiri Pandemi Covid-19 Adalah Hoax

[Nasional]

Juli 23, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
49
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Terawan Agus Putranto.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menentang klaim Eks Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang menyatakan Vaksin Nusantara besutannya diakui dunia dapat mengakhiri pandemi covid-19.

Melalui unggahan di situs https://covid19.go.id/, tim menyebut klaim Terawan tersebut salah. Melalui hasil periksa fakta oleh Fathia Islamiyatul Syahida dari Universitas Pendidikan Indonesia, tak ada informasi resmi dan kredibel terkait klaim tersebut.

Tim Satgas Covid-19 menyebut jurnal ilmiah terkait Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy yang dijadikan acuan pembuatan vaksin Nusantara baru berupa hipotesis yang dianggap memiliki efektivitas melawan virus SARS-Cov-2.

Baca Juga: Terawan: Dunia Sepakat Punya Hipotesis yang Dapat Menyelesaikan Covid-19 Adalah Vaksin Nusantara

Ahli Biologi dan Molekuler Ines Atmosukarto menjelaskan tak seluruh jurnal yang dipublikasi bisa dikatakan sebagai bukti validasi yang mutlak. Ines sekaligus menyoroti jurnal yang dijadikan pengembangan Vaksin Nusantara tersebut bukan jurnal acuan untuk pelaporan penelitian vaksin.

Sementara itu, dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menyebut vaksin menggunakan teknologi sel dendritik sejatinya dimanfaatkan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker.

Sel ini memiliki tugas terhadap respons imun adaptif dan berperan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Dengan temuan itu, Astrid menyebut hingga kini belum ada pihak yang bisa memastikan efektivitas sel dendritik terhadap Covid-19.

“Dengan demikian klaim Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy atau vaksin Nusantara disetujui dunia merupakan hoaks, dengan kategori konten yang menyesatkan,” tulis Tim Hoax Buster Satgas.

Baca Juga: Vaksin Nusantara Menjadi Polemik, Terawan: Saya Bingung Apa Titik Persoalannya

Sebelumnya, Terawan meyakini bahwa vaksin dengan metode sel dendritik buatannya akan mampu mengakhiri pandemi virus corona di Indonesia.

Ia juga menyebut saat ini dunia tengah memperbincangkan teknologi pembuatan vaksin menggunakan sel dendritik, salah satunya New York.

Terawan optimistis vaksin Nusantara akan berhasil lantaran sel dendritik yang dipilihnya sebagai metode pembuatan vaksin Covid-19 cukup berhasil apabila berkaca pada kejadian SARS di China 2002 silam.

“Di Elsevier sudah terbit jurnal pubmed itu isinya adalah Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy atau vaksin Nusantara, the beginning of the end for cancer and Covid-19. Artinya apa? dunia sepakat punya hipotesis bahwa yang akan menyelesaikan hal ini termasuk covid-19 adalah dendritik sel imunoterapi atau vaksin Nusantara,” kata Terawan, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga: BPOM Serahkan Urusan Uji Klinis Maupun Produksi Vaksin Nusantara ke Balitbangkes

Terawan juga menjelaskan dari hasil uji klinik fase I oleh tim peneliti Universitas Diponegoro dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Semarang menunjukkan bahwa imunitas vaksin Nusantara masih awet pada bulan ketiga pasca penyuntikan.

Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian uji klinis fase II di RSPAD Gatot Soebroto juga tidak menunjukkan efek samping yang serius pada seluruh subjek hingga pekan keempat. Pun Terawan juga mengakui bahwa vaksin Nusantara memberikan efek baik pada dirinya.

Namun, melalui nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada 19 April lalu, disepakati bahwa proses pengambilan sampel darah relawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta itu hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan.

Proses pengembangan vaksin Nusantara bukan lagi untuk uji klinis, melainkan hanya layanan kepada masyarakat. (FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Akhiri Pandemi Covid-19HoaxPengakuan DuniaSatgas Penanganan Covid-19Terawan Agus PutrantoVaksin Nusantara
ShareTweetSend

Related Posts

HOAX.. Video Marinir TNI AL Pukul Pelajar SMA dan Hajar Pemuda di Lampung

HOAX.. Video Marinir TNI AL Pukul Pelajar SMA dan Hajar Pemuda di Lampung

Mei 9, 2023
IDI Berhentikan Mantan Menteri Kesehatan Secara Permanen

Ketua ALPHA : Pemecatan Terawan dari IDI diduga Rebutan Lahan

Maret 29, 2022
Melkiades Laka Lena: BPOM Agar Segera Mengeluarkan Hasil Uji Klinis Tahap 2

Melkiades Laka Lena: BPOM Agar Segera Mengeluarkan Hasil Uji Klinis Tahap 2

Oktober 7, 2021

BNPB dan Satgas Penanganan Covid-19 Siapkan 123 Relawan Protokol Kesehatan Jelang PON XX

September 25, 2021

Kabar Meninggal Sinta Nuriyah Wahid Ternyata Hoax, Sinta Nuriyah Wahid dalam Kondisi Sehat

Agustus 19, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?