
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Sebanyak 1.979 orang di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpaksa mengungsi pada Minggu, 12 Desember 2022. Hal tersebut akibat adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Pusat Pengawasan dan Operasional (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci 11 titik pengungsian meliputi, 266 orang di SDN 4 Supiturang, 217 orang di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 orang di SDN 2 Sumberurip, 228 orang di Desa Sumberurip Pendopo, 131 orang di Balai Desa Penanggal, 52 orang di Pos Gunung Sawur, 216 orang di Balai Desa Pasirian, 150 orang di Lapangan Candipuro, 600 orang di Candipuro di Kantor Kecamatan dan sisanya di SMA 2 Pronojiwo.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Semeru dari Level III (awas) menjadi Level IV (awas).
Daerah terdampak APG Gunung Api Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberuripi di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersar di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro, dan Desa Pasiriani di Desa Pasiriani.
Tim gabungan BPBD Kabupaten Lumajang, Badan SAR, TNI, Polri, relawan dan otoritas lintas batas masih melanjutkan penyelamatan, pencarian, dan evakuasi.
Sebanyak 10.000 masker kain, 10.000 masker medis, dan 4.000 masker anak dibagikan untuk mengurangi risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik.
Pada saat yang sama, PMI dan dinas sosial juga mendirikan dapur umum.(***)













