
SORONG, satukanindonesia.com – Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu bertemu ratusan pedagang mama Papua yang melakukan demonstrasi selama tiga hari, di Kota Sorong, Jumat (03/07/2026).
Pantauan media ini, pertemuan Gubernur Elisa Kambu berkahir dengan pembukaan blokade Jalan Basuki Rachmat atau tepat di Lampu Merah Remu.
Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov), Gubernur Elisa Kambu berkomitmen, menindaklanjuti tuntutan para pedagang.
Diantaranya, perbaikan data penerima, dukungan modal usaha, penyediaan lokasi berjualan yang layak, serta program pemberdayaan ekonomi sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (UU OTSUS).
Dalam dialog, pedagang Mama Papua menyambut baik langkah tersebut, dan menegaskan bahwa aksi yang dilakukan guna mendorong perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua.

Seperti diketahui, tuntutan utama terkait data penerima bantuan modal yang dinilai tidak sesuai, dimana dari total 2.448 penerima Hanya 494 mamabPapua yang dianggap terakomodir.
Pendamping aksi dari Perkumpulan Perempuan dan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Sosial (P2MPKS), Yohanis Mambrasar, membenarkan Gubernur telah menemui massa dan menerima aspirasi secara langsung.
Aksi yang berlangsung selama tiga yakni 01 Juli hingga 03 Juli 2026, di Kantor Gubernur Papua Barat Daya lalu bergeser ke Lampu Merah Gereja Maranatha depan Terminal Remu dan memblokade Jalan Basuki Rahmat.
Usai pertemuan, pihak polisi dan pengunjukrasa membuka blokade dan aktivitas kembali normal. [GRW]













