
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Senior GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) buka suara tentang sosok Anies Baswedan terkait komitmen keberagaman dan menghargai perbedaan.
Siapa sangka, ternyata Anies Baswedan pernah ikut program pertukaran pelajar. Inilah yang membangun toleransinya sebagai pemimpin, tutur Bang Sitindaon kader GMKI sejak tahun 1995 dari GMKI Cabang Medan.
Bendahara Perkumpulan Senior GMKI Provinsi Riau itu mengajak untuk menyimak kisah selengkapnya di bawah ini.
Komitmen keberagaman dan menghargai perbedaan sudah dipupuk sejak kecil-besar di Yogyakarta diasuh langsung oleh kakeknya AR Baswedan.
Komitmen itu bertambah kuat saat Anies mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh AFS (American Field Services) pada tahun 1987.
“Karena saya berasal dari keluarga religius di Jogja, Muslim religius, AFS di sana menempatkan saya di keluarga religius juga yaitu Roman Catholic (Katolik Roma)”, kata Anies seperti dilaporkan Okezone.
Ibu angkatnya di Amerika adalah koordinator Pendidikan Gereja Katolik, Anies pun diajak ke gerejanya.
“Dan apa yang terjadi ? Pada saat itu 1988 orang tidak tahu banyak tentang Indonesia dan tentang Islam. Banyak orang lalu bertanya banyak”, kata Anies.
Melihat itu, ibu angkat mengajak Anies berkeliling ke gereja-gereja untuk bicara mengenai Indonesia dan Islam di Indonesia.Masa setahun di Amerika ini, kata Anies, membentuk dirinya untuk sangat menghargai keberagaman dan di sisi lain memupuk kecintaan yang makin dalam pada Indonesia.
Demikianlah Kisah Anies Muda “Digilir” Gereja-Gereja di Amerika, tutur Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Riau ZM.Pandapotan Sitindaon BaCaleg DPRD Provinsi Riau dari Partai NasDem Dapil (Daerah Pemilihan) Rokan Hilir.(Redaksi Riau)













