
Jakarta, SatukanIndonesia.com – DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan pria bernama Edy Mulyadi, Edy dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut), lantaran diduga menghina ikon sekaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam video yang beredar.
Dalam video yang diterima SatukanIndonesia.com, dengan nada suara yang keras Edy teriak mengatakan Prabowo Jenderal bintang tiga seperti macan yang mengeong.
Baca Juga: Jokowi Tak Ingin Halangi Siapa Pun Maju Pilpres 2024, Rizal Ramli: Pura-pura Gak Tahu Pembatasan Threshold
“Masak Menteri Pertahanan gini saja enggak ngerti sih? Jenderal bintang 3. Macan yang jadi kayak mengeong. Enggak ngerti begini saja. Halo, Prabowo? Prabowo Subianto, kamu dengar suara saya? Masak itu nggak masuk dalam perhitungan, kamu Menteri Pertahanan?” teriaknya dalam video.
DPD Gerindra Sulut merasa tidak terima ketum mereka dihina seperti itu, “Iya (Dilaporkan), Pak Prabowo Subianto ketua umum kita, ikonnya Partai Gerindra, kebanggaan kader Partai Gerindra. Jadi kita tidak terima kalau Pak Prabowo Subianto dihina dan difitnah orang,” ujar Ketua DPD Gerindra Sulut Conny Lolyta Rumondor saat dimintai konfirmasi, Minggu (23/1).
Laporan itu terdaftar dalam laporan polisi (LP) bernomor LP/B/29/I/2022/SPKT/POLDA SULUT. Edy dilaporkan atas dugaan melakukan ujaran kebencian melalui media sosial pada 21 Januari 2022.
Baca Juga: Amien Rais: Tak Ada Perubahan yang Dilakukan Jokowi Selama Jadi Presiden
Sementara, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast mengatakan akan memeriksa dahulu terkait pelaporan tersebut.
“Saya cek dulu,” kata Jules.
Terpisah, Ketua harian DPP Gerindra Sufmi Dasco mengatakan laporan terhadap Edy tersebut bukan mengatasnamakan Partai Gerindra.
“Dicek lagi apakah laporan tersebut atas nama partai atau bukan. Setahu saya itu tidak atas nama partai,” kata Dasco.
Dasco juga menyampaikan arahan Prabowo untuk kadernya dalam menyikapi sesuatu. Menurut Dasco, Prabowo tidak pernah mengarahkan kadernya untuk saling melapor ke polisi.
Baca Juga: Bambang Pacul: Memilih Calon Pemimpin Harus Melihat Rekam Jejak
“Pak Prabowo sendiri selalu dalam arahannya ke kader untuk menyikapi sesuatu dengan hati-hati dan bijaksana dan tidak pernah ada arahan untuk lapor melaporkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dasco mengatakan memang banyak yang kurang berkenan dengan ucapan Edy Mulyadi. Sebab, kata Dasco, ucapan yang dilontarkan Edy terlalu kasar.
“Kalau saya cek-cek di lapangan memang banyak yang kurang berkenan, karena yang di medsos itu terlalu kasar ngomongnya kan begitu. Tapi jangan dilihat dia mau pribadi mau ini, tapi sebagai pelapor mungkin sudah jengkel karena kelewatan itu,” imbuhnya.
Menanggapi laporan itu, Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara dan menyebut Prabowo tak punya waktu untuk mengurus penebar hoaks
“(Pak Prabowo) tidak punya waktu ngurus penebar hoaks begitu,” kata Dahnil, Sabtu (22/1/2022).
Dahnil mengatakan Prabowo kini sedang sibuk memperkuat pertahanan RI. “Pak Prabowo sibuk kerja memperkuat pertahanan RI,” katanya. (Nal/SI)













