• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Setelah 18 Tahun Diinvasi AS, Ini Perubahan Wajah Afghanistan

Setelah 18 Tahun Diinvasi AS, Ini Perubahan Wajah Afghanistan

Oktober 6, 2020
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Perintahkan Investigasi dan Perbaikan Lintasan

Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Perintahkan Investigasi dan Perbaikan Lintasan

April 28, 2026
Baznas Kerahkan Tim Bantu Evakuasi Korban Tabrakan KRL di Bekasi

Baznas Kerahkan Tim Bantu Evakuasi Korban Tabrakan KRL di Bekasi

April 28, 2026
ADVERTISEMENT
Bangun Papua Berbasis Etnosains, APS akan Gelar Konferensi III di Jayapura Papua

Bangun Papua Berbasis Etnosains, APS akan Gelar Konferensi III di Jayapura Papua

April 28, 2026
KAI: Korban Tewas Kecelakaan Kreta  Api di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

KAI: Korban Tewas Kecelakaan Kreta Api di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

April 28, 2026
Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Stasiun Gambir dan Pasar Senen Kembali Beroperasi Normal

Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Stasiun Gambir dan Pasar Senen Kembali Beroperasi Normal

April 28, 2026
Waket Komisi XIII DPR : Reshuffle KSP, Hak Prerogatif Presiden Pilih Orang Sesuai Kapabilitas

Waket Komisi XIII DPR : Reshuffle KSP, Hak Prerogatif Presiden Pilih Orang Sesuai Kapabilitas

April 28, 2026
Anggota Komisi XII DPR RI Dorong Pemerintah Percepat Pemerataan Akses Listrik di Seluruh Daerah

Anggota Komisi XII DPR RI Dorong Pemerintah Percepat Pemerataan Akses Listrik di Seluruh Daerah

April 28, 2026
KPAI Soroti Kasus Kekerasan di Daycare Berulang, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh

KPAI Soroti Kasus Kekerasan di Daycare Berulang, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Menyeluruh

April 28, 2026
Kemkomdigi Dorong Kolaborasi Global, Perkuat Kedaulatan Industri Digital Nasional

Kemkomdigi Dorong Kolaborasi Global, Perkuat Kedaulatan Industri Digital Nasional

April 28, 2026
Selamatkan 4 ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia, Kemlu Lakukan Koordinasi Intensif 

Selamatkan 4 ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia, Kemlu Lakukan Koordinasi Intensif 

April 28, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, April 28, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Setelah 18 Tahun Diinvasi AS, Ini Perubahan Wajah Afghanistan

[Internasional]

Oktober 6, 2020
in Internasional
0
0
SHARES
194
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Tentara Afghanistan menjadi titik pemeriksaan di Helmand, Afghanistan, 22 Februari 2020. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan pada 21 Februari, bahwa pengurangan kekerasan tujuh hari yang dijanjikan oleh Taliban akan menentukan langkah pemerintah selanjutnya dalam proses perdamaian Afghanistan.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Invasi militer yang dilakukan ke Afghanistan sejak 2001, telah mengubah wajah negara di Asia Tengah itu. Setelah serangan teroris 9/11, Negeri “Uncle Sam” langsung memburu Al-Qaeda sampai tempat-tempat perlindungan yang disediakan pemerintah Taliban saat itu.

Kini 18 tahun sejak hal tersebut berlalu, AS dan Taliban telah menandatangani perjanjian damai. Di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020) perjanjian itu mengakhiri invasi AS di Afghanistan selama hampir dua dekade lamanya.

Dilansir dari kantor berita AFP, inilah perubahan wajah Afghanistan dari tahun ke tahun sejak AS melakukan invasi militer.

1. Perang melawan teroris

7 Oktober 2001, kurang dari sebulan usai serangan 11 September yang menewaskan sekitar 3.000 orang di AS, presiden George W. Bush meluncurkan operasi “Enduring Freedom” di Afghanistan.

Taliban yang merupakan rezim fundamentalis di Afghanistan, melindungi Osama bin Laden dan gerakan Al-Qaeda yang melakukan serangan 9/11.

Operasi tersebut membuka front militer AS untuk berperang melawan terorisme.

Dalam beberapa minggu, pasukan AS menggulingkan Taliban yang telah berkuasa sejak 1996. Selain melakukan serangan udara, kubu Washington DC juga memberikan dukungan pada Aliansi Utara Afghanistan untuk melawan Taliban.

Kontribusinya berupa tim paramiliter dari CIA dan pasukan khusus.

November 2001, sebanyak 1.000 tentara AS beroperasi di Afghanistan, dan meningkat jadi 10.000 di tahun berikutnya.

2. Perang yang terlupakan

Perhatian AS teralihkan dari Afghanistan, ketika pasukan AS menyerang Irak tahun 2003 untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein, yang dituduh menyimpan senjata pemusnah massal.

Taliban dan pasukan Islam lainnya kemudian berkumpul lagi di benteng mereka di Afghanistan Selatan dan Timur.

Di sana, mereka bisa dengan mudah melakukan perjalanan antar-pangkalan dan melancarkan pemberontakan.

Tahun 2008, komando AS di Afghanistan meminta lebih banyak pasukan. Bush lalu mengirim tentara tambahan, sekitar 48.500 prajurit dikerahkan.

3. Puncak 100.000 pasukan

Pada 2009, Presiden Barack Obama berjanji mengakhiri perang di Irak dan Afghanistan. Namun, dia justru menambah pasukan AS jadi sekitar 68.000 personel.

Di bulan Desember 2009, Obama mengirim lagi pasukan tambahan sebanyak 30.000 prajurit.

Obama berdalih, tujuannya untuk menghalangi pemberontakan Taliban yang sedang meningkat, dan untuk memperkuat institusi Afghanistan.

Tahun 2010, lebih dari 150.000 tentara asing dikerahkan di Afghanistan. 100.000 di antaranya adalah orang Amerika.

4. Terbunuhnya Osama bin Laden

Osama bin Laden tewas pada 2 Mei 2011 dalam operasi khusus pasukan AS di Pakistan.

5. Operasi tempur berakhir

31 Desember 2014, aliansi NATO mengakhiri misi tempurnya di Afghanistan.

Meski begitu, beberapa bulan sebelumnya tercapai kesepakatan bahwa 12.500 tentara asing (9.800 di antaranya orang Amerika) tetap melatih pasukan Afghanistan untuk operasi anti-teroris.

Sebab, keamanan di Afghanistan merosot ketika pemberontakan Taliban menyebar dengan kelompok ISIS juga mulai aktif pada awal 2015.

Kemudian di Juli 2016, Obama memperlambat laju penarikan pasukan AS yang direncanakan, dengan mengatakan sebanyak 8.400 akan tetap tinggal pada 2017.

6. Megabom melawan ISIS

Pada April 2017, militer AS menjatuhkan bom non-nuklir terbesar yang pernah digunakannya dalam pertempuran, di jaringan terowongan-terowongan dan gua-gua ISIS di Afghanistan Timur.

Para pejabat Afghanistan mengatakan serangan itu menewaskan 96 anggota militan.

7. Bala bantuan AS

Agustus 2017 presiden baru AS kala itu, Donald Trump, membatalkan jadwal penarikan pasukan AS dan kembali menambah ribuan tentara lagi.

Di pertengahan November 2017, sekitar 3.000 tentara AS datang untuk memperkuat 11.000 pasukan yang sudah dikerahkan sebelumnya.

8. Perundingan

Pertengahan 2018, perwakilan Washington DC dan Taliban secara terbuka membuka pembicaraan di Doha, Qatar, yang dipimpin oleh utusan khusus AS Zalmay Khalilzad.

Pertemuan ini membahas tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan, dan sebagai timbal baliknya AS menuntut Taliban mencegah Afghanistan tidak digunakan sebagai tempat aman untuk kelompok-kelompok seperti Al-Qaeda.

Namun perundingan ini terhenti, setelah Trump marah karena seorang tentara AS tewas dalam insiden pengeboman di Kabul.

7 Desember 2018, negosiasi dimulai lagi di Doha, dan lagi-lagi harus terhenti karena serangan Taliban di dekat pangkalan udara Bagram di luar Kabul.

Trump kemudian melakukan kunjungan mendadak ke Bagram pada 28 November 2018, mengatakan dia siap mengurangi pasukan di bawah 8.600 personel.

9. Perjanjian Bersejarah

13 Februari 2020, AS mengumumkan telah melakukan “tujuh hari pengurangan tindak kekerasan” di Afghanistan. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan untuk bersepakat dengan Taliban.

29 Februari 2020, perjanjian damai antara AS dengan Taliban akhirnya ditandatangani di Doha, ibu kota Qatar.

Di dalam perjanjian ini ditetapkan pasukan AS akan ditarik secara bertahap dari Afghanistan selama 14 bulan.

Perjanjian ini juga diharapkan bisa jadi landasan untuk memfasilitasi perundingan antara Taliban dengan pemerintah Kabul.

Jika semua berjalan lancar, konflik yang berlangsung selama 18 tahun ini berakhir sudah.(*)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: AfghanistanInternasionalInvasi AS ke Afghanistan
ShareTweetSend

Related Posts

“LAUT MENGHUBUNGKAN ANTAR BANGSA”, LATIHAN NON PERANG SKALA INTERNASIONAL SEGERA DIGELAR TNI AL

“LAUT MENGHUBUNGKAN ANTAR BANGSA”, LATIHAN NON PERANG SKALA INTERNASIONAL SEGERA DIGELAR TNI AL

Mei 31, 2024
Dubes Palestina Buka Suara Soal Pro-Kontra Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia

Dubes Palestina Buka Suara Soal Pro-Kontra Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia

Maret 16, 2023
Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

September 16, 2021

Pernyataan Kontroversial Menlu AS, Sebut Taliban Pemerintah De Facto Afghanistan

September 14, 2021

Indonesia Beri Bantuan Rp 42,7 Miliar untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Kembali Afghanistan

September 14, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?