
Jakarta, satukanindonesia.com – Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melakukan audiensi dengan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS) di Kantor Pusat ABPEDNAS, Jalan Gudang Peluru Raya Nomor 29, Jakarta Selatan, Selasa (20/5).
Hal ini sebagaimana rilis yang disampaikan SMSI Pusat kepada satukanindonesia.com, Kamis (21/5).
Dalam pertemuan tersebut, kedua organisasi membahas penguatan sinergi nasional dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat desa.
Rombongan SMSI dipimpin langsung Ketua Umum SMSI Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, Bendahara Iwan Jalaluddin, serta Wakil Ketua Dewan Penasihat Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si.
Sementara dari pihak ABPEDNAS hadir Ketua Dewan Pengawas Prof. Dr. Reda Manthovani, Ketua Umum Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, dan Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus menjelaskan perkembangan SMSI yang kini menjadi salah satu konstituen Dewan Pers sejak berdiri pada 7 Maret 2017. Saat ini, SMSI memiliki 3.181 perusahaan media siber yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia.
Firdaus mengatakan, keberadaan jaringan media anggota SMSI di berbagai daerah menjadi kekuatan penting dalam mendukung publikasi program-program strategis nasional, termasuk pembangunan desa.
“Kami ingin membangun silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi bersama ABPEDNAS dalam mendukung aspirasi masyarakat desa serta penguatan tata kelola pemerintahan desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, SMSI siap menjalankan fungsi pers sebagaimana amanat Undang-Undang Pers, mulai dari edukasi publik, penyampaian informasi objektif, hingga fungsi kontrol sosial.
“SMSI siap mendukung publikasi berbagai program pembangunan desa melalui media-media anggota di seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menyambut baik kunjungan jajaran pengurus pusat SMSI. Menurutnya, ABPEDNAS memiliki peran strategis dalam memperkuat fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia.
“Penguatan desa adalah investasi jangka panjang bangsa. BPD harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pemerintahan desa berjalan transparan dan berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Prof. Reda yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan desa melalui pengawasan yang profesional dan berintegritas.
Ia juga membuka ruang kolaborasi bersama SMSI untuk mendukung edukasi publik dan penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana mengatakan kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari tindak lanjut hasil Rapimnas ABPEDNAS dalam memperkuat kelembagaan dan sinergi nasional.
“Kolaborasi ini menjadi langkah bersama membangun gotong royong dalam menjaga desa dan memperkuat Indonesia dari tingkat bawah,” ujarnya.
ABPEDNAS sendiri, lanjut Adhitya, juga telah menjalankan berbagai program kreatif, salah satunya lomba film pendek bertema “Jaksa Garda Desa” dengan total hadiah ratusan juta rupiah.
Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen kedua organisasi untuk menindaklanjuti kerja sama melalui pengurus daerah masing-masing di seluruh Indonesia. (Yos/rls)













