
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo telah meminta maaf atas tingkah represif aparat ke warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.
“Pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan khususnya masyarakat di Wadas,” kata Ganjar saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Rabu (9/2).
Baca Juga: Anies Pembohong Kelas Kakap Kok Disamakan Dengan Nabi
Terkait hal tersebut, pengamat politik Ujang Komarudin, mempunyai dua pilihan untuk Ganjar Pranowo, yaitu, melanjutkan proyek atau elektabilitasnya hancur di Pilpres 2024.
Proyek tersebut merupakan gagasan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Pengamat politik Ujang Komarudin turut menyoroti bentrokan antara warga Desa Wadas dan aparat kepolisian.
Baca Juga: Kalah Telak Sama Ahok, Riset Menunjukan 33,8 Persen Warga DKI Jakarta yang Puas Dipimpin Anies
Bentrokan terjadi lantaran warga tidak mau desanya dijadikan tempat pembangunan proyek Bendungan Bener.
Proyek tersebut merupakan gagasan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Menurut Ujang, pilihan Ganjar hanya dua, melanjutkan proyek tersebut atau elektabilitasnya hancur di Pilpres 2024.
Baca Juga: Politisi Demokrat Usul Capres Harus Kader Parpol, PPP Menolak: Ini Soal Elektabilitas

“Jika proyek itu dilanjutkan taruhannya elektabilitasnya di Pilpres 2024 karena sudah banyak warga menolak,” kata Ujang, dilansir dari pojoksatu, Rabu (9/2/2022).
Begitu juga sebaliknya, lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu jika Ganjar mengehentikan proyek tersebut.
Maka elektabilitasnya akan meningkat lantaran dinilai masyarakat politisi PDI-Perjuangan itu lebih mendengar suara rakyat.
“Bukan tidak mungkin berpengaruh kepada elektabilitasnya, dan dipastikan akan berdampak besar,” pungkas Ujang. (nal/SI)













