
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Wacana munculnya penundaan terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 menjadi heboh dikalangan publik, ada yang setuju, ada juga yang menolak wacana tersebut.
Sebelumnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengusulkan Pemilu 2024 ditunda maksimal dua tahun, Rabu, (23/2/2022).
Baca Juga: Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan Dukung Penundaan Pemilu 2024, Ini Alasannya
Menanggapi hal itu, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Jusuf Kalla (JK) dengan tegas menolak munculnya wacana penundaan Pemilihan Umum ( Pemilu ) serentak 2024.
Menurut JK, wacana ini hanya akan melanggar amanat konstitusi negara Indonesia.
“Pemilu diundur itu tidak sesuai konstitusi. Iya, tidak setuju,” kata JK di Jakarta, Senin (28/2/2022).
Baca Juga: Ace Hasan Syadzily Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Gema Airlangga Beri Selamat
JK menekankan, seluruh pihak harus menghormati konstitusi. Pasalnya, apabila hal itu tidak dipatuhi atau dilanggar, maka berpotensi menimbulkan keributan antarbangsa Indonesia.
“Kalau kita tidak taat konstitusi maka negeri ini akan ribut,” ujarnya.
Menurut JK, apabila amanat konstitusi mengatur Pemilu dilakukan selama lima tahun sekali, hal tersebut harus dipedomani.
Baca Juga: PPGI Minta KPU Tindak Tegas Politisi Yang Politisisasi Agama
“Sebagai bangsa, sebagai rakyat kita taat konstitusi. Konstitusi mengatakan (pemilu) lima tahun, yah lima tahun,” ucap JK.
Untuk diketahui, belakangan ini kembali muncul isu penundaan Pemilu 2024.
Usulan menunda pemilu dilontarkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Saat ini, tak sedikit pihak menolak wacana penundaan Pemilu 2024. (nal/SI)













