
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Sebelumnya, tujuh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lima anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk masa jabatan 2022-2027 terpilih, melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin baru-baru ini.
Terkait hal itu, Komisioner KPU terpilih Betty Epsilon Idroos membeberkan pembicaraan saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Baca Juga: Datang ke IKN, Ganjar Pranowo Bawa Tanah dan Air dari Puser Bumi
Betty menyampaikan pertemuan antara Cak Imin dengan calon anggota KPU- Bawaslu itu dilakukan didasari undangan dari pimpinan DPR. Menurutnya, DPR diwakili Cak Imin, Ketua DPR Puan Maharani, dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
“Topik yang disampaikan dalam audiensi tersebut agar KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 bekerja berdasarkan konstitusi dan UU Pemilu,” kata Betty melalui pesan singkat dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa, (15/3/2022).
Betty menyebut para pimpinan DPR berpesan agar anggota KPU-Bawaslu terpilih bekerja secara profesional. Para penyelenggara pemilu pun diminta bekerja mandiri, akuntabel, dan transparan.
Baca Juga: Tujuh Komisioner KPU-Bawaslu Bertemu Cak Imin, Pengamat: Dapat Menambah Kecurigaan Publik
Dia berkata anggota KPU-Bawaslu terpilih juga menyatakan sikap dalam audiensi itu. Mereka menegaskan penyelenggara pemilu berkarakter melayani semua pihak.
“KPU dan Bawaslu adalah lembaga penyelenggara pemilu yang karakternya adalah layanan, yaitu melayani pemilih dalam menggunakan haknya dan melayani peserta pemilu. Oleh karena itu, agar layanan berjalan efektif, diharapkan digunakan metode komunikasi yang strategis,” ujar Betty.
Publik menyoroti pertemuan antara Cak Imin dengan para anggota KPU-Bawaslu terpilih. Pertemuan itu disoroti karena para anggota KPU-Bawaslu belum dilantik Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Tujuh Komisioner KPU-Bawaslu Bertemu Cak Imin, Pengamat: Dapat Menambah Kecurigaan Publik
Selain itu, Cak Imin juga menjadi salah satu aktor pengusul penundaan Pemilu 2024. Dia bilang pemilu perlu ditunda karena Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.
Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai pertemuan itu menambah kecemasan terhadap kepastian penyelenggaraan Pemilu 2024.
“Penyelenggara pemilu harus benar-benar menjaga kualitas moral etika dan independensi mereka demi menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” kata dia. (nal/SI)













