
MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Menanggapi pengumuman panitia seleksi pengisian 17 jabatan pimpinan tinggi Pratama di lingkup Pemprov Papua Barat sesuai Berita Acara Rapat Pansel 23/PANSEL-JPT- PRATAMA/PB/ 2024, sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat angkat bicara terkait jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua Barat.
Diantaranya Yosua Sayori, seorang tokoh pemuda Papua asal suku Arfak mengatakan, hasil pengumuman Pansel sudah diusulkan tiga nama setiap OPD ke Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat.
Dari 17 OPD tersebut, pemuda dan masyarakat Papua Barat menginginkan jabatan Kadinkes Papua Barat dijabat oleh orang yang mampu mengimplementasikan program kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ketika kita kembali melihat amanat UU Otsus tentang kesehatan. Sampai detik ini, hampir semua pejabat yang menduduki dinas kesehatan provinsi belum mampu terjemahkan tujuan UU Otsus di bidang kesehatan di Papua Barat,”sebut Yosua Sayori.
Padahal, kata Sayori, dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dikucurkan pemerintah pusat dibidang kesehatan nilainya cukup besar, tetapi masyarakat tidak merasakan implementasinya.
Sehingga lanjut dia, saat in masih banyak masyarakat di Papua Barat belum mendapat pelayanan kesehatan dengan baik terlebih orang asi Papua (OAP), karena ketidakmampuan pejabatnya (Kadinkes-red).
“Maka mewakili masyarakat, terlebih OAP dan suku besar Arfak meminta kepada Pj Gubernur Drs. Ali Baham Tengmomere untuk menetapkan dan mengakomodir dr. Iwan Butar-Butar sebagai kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat,”tegasnya.
Ia mengakui, dr Butar-Butar memang bukan orang asli Papua, namun dedikasi dan pengabdiannya selama di Papua Barat sangat baik dan diapresiasi masyarakat.
“Beliau (dr Butar-Butar) memiliki hati dan jiwa untuk masyarakat. Tapi juga kebijakan dan perhatian bapak dr Iwan Butar-Butar bagi orang asli Papua itu sangat dibutuhkan,”ujarnya.
Sayori mengemukakan, kebijakan dr Iwan Butar-Butar yang diakui masyarakat Papua, salah satunya saat dr Iwan Butar-Butar menjabat sebagai direktur Rumah Sakit (RS) Pratama Elia Waran di kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dan diakui bahwa, masyarakat Papua di Mansel sangat merasakan pelayanan kesehatan.
Setelah menjabat direktur, dr Iwan Butar-Butar diangkat menjadi Kadinkes kabupaten Manokwari.
“Dengan jabatan Kadinkes, dr Iwan Butar-Butar mampu mengkaderkan anak asli Papua untuk menggantikannya sebagai direktur rumah sakit,”jelasnya.
Tidak hanya itu, ia mengakui, bahwa selama dr Iwan Butar-Butar menjadi sebagai Kadinkes Mansel, dia (dr Iwan-red) banyak membantu masyarakat yang terkendala biaya berobat.
Sementara Yonex Saiba Mansim, tokoh masyarakat Papua mengatakan, dr Iwan Butar-Butar memiliki rekam jejak yang sangat luar, dimana beliau (dr Iwan) pernah bertugas di wilayah pedalaman Papua Barat.
“Jadi menurut kami, pengalaman dan pengabdiannya sangat dirasakan oleh masyarakat. Bahkan, selamat dr Iwan menjadi seorang pejabat tidak pernah didemo atau bermasalah dengan staf,”aku Yonex Saiba Mansim.
“Pertimbangan-pertimbangan inilah, yang menjadi alasan kami masyarakat mendukung dr Iwan Butar-Butar sebagai Kadinkes Papua Barat,”pungkasnya.
Sebagai tokoh masyarakat, Yonex berharap dengan sepenuh kepada Pj Gubernur, untuk memberikan kepercayaan kepada dr Iwan Butar-Butar. [GRW]













