
Papua, satukanindonesia.com – Jaksa Agung Burhanuddin menekankan bahwa kekayaan alam Papua yang luar biasa harus dilindungi melalui penegakan hukum yang tegas demi kesejahteraan masyarakat adat dan kemakmuran nasional.
Kekayaan Sumber Daya Alam (SDM) yang melimpah, mulai dari emas hingga hasil laut, juga harus dikelola secara legal dan tegas demi kesejahteraan masyarakat adat serta kemakmuran nasional.
Demikian disampaikan Burhanuddin saat memberikan pengarahan dalam kunjungan kerja (kunker) di wilayah Kejati Papua, Selasa 31 Maret 2026.
Dia juga memberikan penekanan pada deteksi dini terhadap ancaman dan gangguan, serta pengawalan terhadap 38 Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua yang bernilai sekitar Rp3,7 Triliun.
“Meskipun beberapa perkara telah diselesaikan melalui mekanisme ini, Terdapat catatan mengenai minimnya jumlah Balai Rehabilitasi dan masih adanya tunggakan eksekusi terpidana serta barang bukti di berbagai Kejaksaan Negeri,” ujarnya.
Secara khusus, Jaksa Agung meminta profesionalisme dalam menangani perkara yang menarik perhatian publik, seperti kasus penembakan pesawat Smart Air oleh kelompok kriminal bersenjata di wilayah Merauke.
Dia pun menekankan bahwa pemberantasan korupsi di daerah tidak boleh kalah gencar dengan pusat dan tidak boleh hanya terfokus pada dana desa, melainkan juga harus berani menindak kasus dengan kerugian negara yang besar.
Saat ini, beberapa kasus besar sedang ditangani, termasuk dugaan korupsi dana PON Papua dan pembangunan sarana aerosport di Mimika.
Dia juga menuntut optimalisasi pemulihan kerugian negara, mengingat masih terdapat tunggakan uang pengganti sebesar Rp97,14 Miliar di wilayah Papua.
Jaksa Agung berpesan agar memperkuat peran Jaksa Pengacara Negara dalam mendampingi pemerintah daerah untuk mempercepat penyerapan anggaran tanpa menyimpang dari hukum.
“Tetap menjaga integritas dan mempublikasikan kinerja secara transparan. Gunakan media sosial secara bijak. Seluruh pimpinan satuan kerja jalankan tugas dengan tanggung jawab penuh demi menghadirkan keadilan hakiki bagi masyarakat Papua,” tandasnya.(***)













