• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Wacana Amendemen UUD 1945, PKB Trauma Sejarah Gus Dur Dijatuhkan MPR

Wacana Amendemen UUD 1945, PKB Trauma Sejarah Gus Dur Dijatuhkan MPR

September 11, 2021
Komisi XI DPR Tegaskan Revisi UU P2SK beri Peluang UMKM Bangkit

Komisi XI DPR Tegaskan Revisi UU P2SK beri Peluang UMKM Bangkit

Juni 16, 2026
Kreativitas Tanpa Batas dalam Gelap: Anak-Anak Batam Meriahkan Acara ‘Neon Slime Adventure’ Wyndham Panbil & Panbil Residence

Kreativitas Tanpa Batas dalam Gelap: Anak-Anak Batam Meriahkan Acara ‘Neon Slime Adventure’ Wyndham Panbil & Panbil Residence

Juni 15, 2026
ADVERTISEMENT
Sambut Tahun Baru Islam, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pawai Meriah Malam 1 Muharram 1448 H

Sambut Tahun Baru Islam, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Pawai Meriah Malam 1 Muharram 1448 H

Juni 15, 2026
Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa, Kampung Tangguh Narkoba dibentuk di Desa Pasaribu Doloksanggul

Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa, Kampung Tangguh Narkoba dibentuk di Desa Pasaribu Doloksanggul

Juni 15, 2026
Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial

Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial

Juni 15, 2026
Abaikan Hak Masyarakat Adat, MoU Pembangunan Bandar Antariksa di Biak Papua Dikecam

Abaikan Hak Masyarakat Adat, MoU Pembangunan Bandar Antariksa di Biak Papua Dikecam

Juni 15, 2026
Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi

Gas Natuna Mengalir ke Singapura, Batam Baru Kebagian? Projo Kepri Desak Pemerintah Hentikan Sementara Ekspor Gas Bumi

Juni 15, 2026
SMSI Sulut Tancap Gas, Resmi Daftar di Kesbangpol dan Siap Bersinergi dengan Pemerintah

SMSI Sulut Tancap Gas, Resmi Daftar di Kesbangpol dan Siap Bersinergi dengan Pemerintah

Juni 15, 2026
Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Mendes PDT Tegaskan Pesantren Jadi Pilar Utama Pembentuk Karakter Masyarakat Desa

Juni 15, 2026
Dirjen KPM Kemkomdigi: Pemerintah Hormati Independensi Media dan Apresiasi Peliputan Aksi Demonstrasi

Dirjen KPM Kemkomdigi: Pemerintah Hormati Independensi Media dan Apresiasi Peliputan Aksi Demonstrasi

Juni 15, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Juni 16, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Wacana Amendemen UUD 1945, PKB Trauma Sejarah Gus Dur Dijatuhkan MPR

[Politik]

September 11, 2021
in Politik
0
0
SHARES
68
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Wacana Amendemen UUD 1945, PKB Trauma Sejarah Gus Dur Dijatuhkan MPR, Jazilul Fawaid (Foto/dok PKB)
Wacana Amendemen UUD 1945, PKB Trauma Sejarah Gus Dur Dijatuhkan MPR, Jazilul Fawaid (Foto/dok PKB)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Wacana amendemen UUD 1945 yang berkembang membuat PKB teringat pada peristiwa Gus Dur dilengserkan dalam Sidang Istimewa MPR. Bagi PKB, itu merupakan trauma tersendiri.

“PKB ini pernah mengalami trauma terhadap konstitusi sebenarnya, ketika Presiden Gus Dur dijatuhkan oleh MPR. Artinya ketika itu masyarakat Indonesia ini juga mendengar suara-suara dari kami ketika itu, maka berjalannya yang dianggap dengan Sidang Istimewa MPR. Soal konstitusionalnya nanti dibahas, trauma menurut saya begitu, bukan hanya bagi PKB tapi pemegang konstitusi termasuk MPR,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid dalam Polemik Trijaya yang bertajuk “Amandemen UUD 1945, Untuk Apa”, Sabtu (11/9/2021).

Karenanya, Jazilul melanjutkan, ketika ada kelompok-kelompok yang menyampaikan 3 periode dan lain-lain, PKB menganggap hal biasa, karena dinamika seperti itu sudah pernah dialami PKB, bahkan dinamika terburuk. Semua tahu bagaimana ketika itu, apakah sidang istimewa kala itu konstitusional. Dan jika melihat peta koalisi di DPR, apa pun yang diinginkan pemerintah atau DPR pasti terjadi. Baca Juga: Soal Isu Reshuffle Kabinet, Istana Tegaskan Tidak Ada Rencana Reshuffle Kabinet
“Itulah yang saya lihat hari ini faktanya di DPR, itu sudah mayoritas koalisi dengan pemerintah, kalau kita hanya menggunakan angka-angka dan formal, maka apa pun yang diinginkan oleh pemerintah dan DPR pasti terjadi, tetapi ini demokrasi ini bukan hanya formalistik-formalistik saja, ada etika di dalam demokrasi,” terangnya.

Untuk itu, Wakil Ketua MPR ini menegaskan, jangan bicara soal etika politik saja, karena toh dalam sepenggal sejarah Indonesia, masyarakat semuanya, bahkan para tokoh-tokoh ketika itu juga tidak menggunakan etika.

“Itulah yang saya maksud dengan dinamika, itu biasa, enggak usah merasa terlalu paling benar, semua ada mekanismenya dalam konstitusi. Dan kebenaran dalam politik diuji pada kekuatannya, itulah yang saya sebut demokrasi,” tegas Jazilul.

Menurut dia, kalau demokrasi menggunakan cara-cara formal maka, yang diukur hanyalah kekuatan politik yang ada di parlemen. Jadi, lanjut dia, kalau sudah diputuskan mau bilang apa, apalagi jika dengan cara konstitusional, dan bilang apa juga kalau menggunakan cara yang tidak konstitusional. Dia menambahkan, publik hanya mengatakan bahwa ini tidak etis dan tidak bermoral. Baca Juga: Komisi II DPR: Pemilu Digelar 21 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024
“Ya memang kita sudah pernah tidak bermoral, makanya jangan kita ulangi. Jangan kita mengulangi sejarah yang buruk di negeri ini, dan ketika itu MPR yang melakukan itu, dan saya posisinya saat ini ada di MPR, saya tahu dinamika yang ada di MPR,” ujarnya.

Dia menjelaskan, konstitusi hari ini menyatakan presiden hanya 2 periode, itu jelas dan tidak bisa dibantah. Tetapi ada kelompok yang menginginkan 3 periode.

Namun, tidak ada aparat yang menangkap kelompok itu. Jadi, lanjut dia, artinya boleh-boleh saja kalau kelompok itu dianggap kelompok wacana.

Namun, kalau itu kelompok politik maka harus diperjuangkan dengan cara-cara politik yang konstitusional dan PKB terbuka saja. “Silakan kalau mau 3 periode, sampaikan, yang jelas alasannya apa,” imbuh Anggota Komisi III DPR ini. (Nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Gus DurHari Lahir PKBPKB
ShareTweetSend

Related Posts

Kabareskrim Polri Diperintahkan Usut Teror ke Jurnalis Tempo

Kabareskrim Polri Diperintahkan Usut Teror ke Jurnalis Tempo

Maret 24, 2025
Ketua Tim Badan Pemenangan Li Claudia Calon wakil walikota Batam (BPC) turut meriahkan acara senam Zumba.

Ketua Tim Badan Pemenangan Li Claudia Calon wakil walikota Batam (BPC) turut meriahkan acara senam Zumba.

Juli 8, 2024
Maxsi Nelson Ahoren Daftar ke Semua Partai Politik di Manokwari Selatan

Maxsi Nelson Ahoren Daftar ke Semua Partai Politik di Manokwari Selatan

Mei 17, 2024

Respon Khofifah Soal Cak Imin Rahasiakan Calon PKB di Pilgub Jatim

Mei 1, 2024

Cak Imin Sebut PKB Bakal Beri Kejutan untuk Pilkada Jatim

Mei 1, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?