
BATU – MALANG, SATUKANINDONESIA.Com – Untuk menghadapi persaingan informasi dan teknologi dan pentingnya penyesuaian pola pendidikan tinggi yang berdaya saing tinggi di tengah disrupsi yang kian cepat, Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia Batu (YPPII Batu) menggelar Rapat Bidang Teknologi, dihelat di Batu, 6-8 Maret 2025 lalu.
Rapat Kerja YPPII Batu itu mengangkat tajuk : Pendidikan Teologi di Era Industri 5.0 : Membangun Teologi yang Relevan, Transformatif dan Berdaya Tahan yang diformulasikan atas kesadaran pentingnya penyesuaian pola pendidikan tinggi teologi di tengah disrupsi masa kini dan yang akan datang,
Menurut Ketua Umum YPPII Batu Pdt. Roland M. Octavianus, tema tersebut sengaja diambil sebagai bentuk refleksi sekaligus proyeksi bagaimana 3 lembaga pendidikan teologi yang ada di bawah YPPII Batu dapat menghadapi tantangan jaman. Dengan mengangkat tema ini diharapkan ketiga lembaga pendidikan teologi tersebut dapat merumuskan kebijakan yang relevan.
“Revolusi industri 4.0 telah kita jalani dan saat ini kita menuju Society 5.0 atau dikenal juga industri 5.0. Dampaknya disrupsi di mana-mana. Termasuk di dunia pendidikan teologi. Tanpa kesadaran dan upaya mengikuti perkembangan, pendidikan teologi kita akan kesulitan memenuhi kebutuhan pelayanan, ” Ungkap Pdt. Roland dalam sebuah kesempatan.
Tak lupa dalam sambutan pembukaan rapat kerja, kamis (6/3) Ketua Umum YPPII Batu ini mengingatkan 2 hal mendasar. Kedua hal tersebut adalah kesiapan menghadapi era digital dan kesesuaian pendidikan teologi yang dijalankan dengan visi misi YPPII Batu.
“Industri 5.0 bermuara pada perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi. Semua bermuara pada digitalisasi. Mau tidak mau semua harus mengikuti. Tanpa itu kita akan terlewat dan produk kita akan kesulitan mengikuti dinamika lapangan,” ungkap Pdt. Roland di hadapan jajaran pengurus YPPII Batu dan pimpinan 3 lembaga pendidikan teologi di lingkungan YPPII Batu.
Mengenai visi misi YPPII Batu, Roland mengingatkan agar dalam pengambilan kebijakan yang dilakukan ketiga pimpinan institusi pendidikan teologi yang dimaksud tetap beracuan pada visi misi yang diletakkan Tuhan kepada YPPII Batu.
Acara Raker ini sendiri diisi dengan presentasi dari 3 lembaga pendidikan tinggi teologi di lingkungan YPPII Batu, diantaranya Institut Injil Indonesia (I-3) Batu, STT Eben Haezer Tanjung Enim dan STT Abdi Tuhan Injili (ATI).
Secara bergantian ketiga pimpinan lembaga pendidikan teologi tersebut menyampaikan paparannya.
Di antaranya Rektor I-3 Candrawati, Ketua STT ATI Nico Gading dan Ketua STT Eben Haezer Tanjung Enim Fanny Kaseke.
Menutup ketiga paparan yang akhirnya jadi rumusan bidang teologi tersebut, Ketua Departemen Pendidikan YPPII Batu Pdt Marlon Butar Butar mengajak semua untuk melihat integrasi dengan visi misi YPPII Batu.
Dalam penutupan 8/3) yang ditandai dengan penyerahan hasil rumusan raker dan perjamuan Kudus, Ketua Umum YPPII Batu Pdt Roland kembali mengingatkan agar ketiga lem aga pendidikan tinggi teologi tersebut mengoptimalkan jejaring dan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya yang berkaitan dengan media dan perkembangan tekhnologi saat ini. (Yos/ Eric )











