
Kab. Batu Bara, SatukanIndonesia.com – Camat Sei Balai dalam kolom komentar FB dan Grup diskusi merespon terkait unjuk rasa Omnibus Law yang terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Batu Bara.
“Mahasiswa goblok, pekerja dan buruh kebanyakan tidak ribut. Ini semua demi uang dan nasi bungkus..Baca dan Pahami dulu UU Omnibus Law secara teliti dan seksama,” tulis Camat Sei Balai, Krt.Hanafi, S.H dalam kolom komentar Fbnya.
Sekretaris Laskar 7 Kab. Batu Bara, Ali Nasution,S.H mengecam dan menyayangkan sikap dan komentar camat tersebut dan meminta Bupati Batu Bara segera mengevaluasi jabatan Camat Sei balai.
“Tak semestinya pejabat publik berujar demikian. Tidak etis jika mengatakan mahasiswa goblok semua. Bukannya mendinginkan suasana yang terjadi di Batu Bara, eh malah memancing amarah mahasiswa dan rakyat,” Ujar Ali.
Ali Nasution yang juga tim Staf Ahli DPRD Kab. Batu Bara ini, mengatakan bukan sekali ini saja Camat Sei Balai itu membuat kegaduhan di medsos.
Beberapa waktu lalu juga camat itu viral atas unggahannya tentang adat Melayu Bertanjak, juga sudah di-RDP-kan DPRD Kabupaten Batu Bara. Namun dicari solusi melalui dewan dengan membuat surat pernyataan dan meminta maaf kepada tokoh Melayu, Majelis Melayu Kabupaten Batu Bara agar situasi Kondusif dan jauh dari konflik SARA.
“Saya kurang mengerti dengan Bupati Kabupaten Batu Bara, H. Zahir yang bisa menempatkan Pejabat yang over-reaktif dan tendensius demikian. Seharusnya sudah ditegur dan dievaluasi Camat Sei Balai, Krt. Hanafi, S.H tersebut agar berkaca pada persoalan etnis Melayu Bertanjak yang lalu,” tutupnya. {MN/GS)













