SatukanIndonesia.com – Sepekan sudah proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang dilakukan Tim SAR Gabungan. Total 105 kantong jenazah telah masuk ke Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Jakarta.
Dari total 137 kantong jenazah tersebut telah diidentitikasi sebanyak 14 orang korban Lion Air JT-610 dan secara bertahap diumumkan ke publik. Tim memeriksa sampel khas korban setelah meninggal (postmortem) dan dicocokkan dengan sampel fisik khas korban sebelum meninggal (antemortem) yang dibawa keluarga korban.
Hingga saat ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri telah mengumpulkan dan memeriksa sebanyak 306 sampel DNA korban. Tim DVI juga telah mengumpulkan semua sampel DNA keluarga inti (anak atau orang tua) korban dari penumpang pesawat yang berjumlah 189 jiwa tersebut.
“Dari tim postmortem sampai pukul 23.00 WIB [Minggu, 4/10] hingga hari ini, dari data postmortem sudah terima 137 kantong jenazah,” kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri Komisaris Besar Pol Edy Purnomo di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (05/10).
Berikut daftar 14 penumpang Lion Air yang berhasil teridentifikasi:
- Jannatun Cintya Dewi, perempuan 24 tahun, teridentifikasi lewat sidik jari tangan kanan.
- Candra Kirana, pria 29 tahun, teridentifikasi dari tanda medis dan properti korban.
- Monni, perempuan 41 tahun, teridentifikasi dari tanda medis.
- Hizkia Jorry Saroinsong, pria 23 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Endang Sri Bagusnita, perempuan 20 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Wahyu Susilo, pria 31 tahun, teridentifikasi dari tanda medis dan properti korban.
- Fauzan Azima, pria 25 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Rohmanir Pandi Sagala, pria 23 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Dodi Junaidi, pria 40 tahun teridentifikasi dari sampel DNA.
- Muhammad Nasir, pria 29 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
- Janry Efriyanto Sianturi, pria 26 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA dan tanda medis.
- Karmin, pria 68 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
- Hawinoko, pria 54 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
- Verian Utama, pria 31 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
Diketahui, pesawat Lion Air JT-610 mengalami kecelakaan pada Senin (29/10) pagi dan dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat setelah dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB atau sekitar 13 usai lepas landas dari Bandara Soetta, Jakarta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung.. Pesawat ini mengangkut 189 orang, terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. (*)













