• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua

PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua

April 8, 2025
Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Menhub Siapkan Aturan Baru Ojol dalam Revisi UU LLAJ, Ditargetkan Berlaku Mulai 2027

Oktober 12, 2026
Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN  dan Optimalkan Penerimaan Negara

Legislator Minta Pemerintah Jaga Defisit APBN dan Optimalkan Penerimaan Negara

Oktober 12, 2026
ADVERTISEMENT
Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Prakiraan BMKG: Awan Cumulonimbus Berpotensi Muncul di Sumatera hingga Papua

Oktober 12, 2026
Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Terjadi Kembali Perundungan Siswa, Komisi X Dorong Perlindungan Anak dalam RUU Sisdiknas

Oktober 12, 2026
Hilirisasi Buka 10.000 Lapangan Kerja, Akademisi Apresiasi Presiden Prabowo

Hilirisasi Buka 10.000 Lapangan Kerja, Akademisi Apresiasi Presiden Prabowo

Oktober 12, 2026
Presiden Prabowo Didesak Berikan Akses kepada PIF dan Dewan HAM PBB

Presiden Prabowo Didesak Berikan Akses kepada PIF dan Dewan HAM PBB

Oktober 11, 2026
199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

199 Dimutasi, Irjen Johnny E Isir : Tugas Kepolisian Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Oktober 11, 2026
Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Berganti, Perkuat Penyegaran dan Kinerja Organisasi

Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Berganti, Perkuat Penyegaran dan Kinerja Organisasi

Oktober 11, 2026
Perluas Dunia Usaha, Presiden Indonesia dan Presiden Mesir Bentuk EPA

Perluas Dunia Usaha, Presiden Indonesia dan Presiden Mesir Bentuk EPA

Oktober 11, 2026
Tiba di Fiji, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 lanjutkan Misi Kemanusiaan

Tiba di Fiji, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 lanjutkan Misi Kemanusiaan

Oktober 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua

April 8, 2025
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
224
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO: PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua//FOTO: ISTIMEWA

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com –- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manokwari “St. Thomas Villanova” menyatakan sikap tegas, menolak keberadaan PT Freeport Indonesia dan perusahaan multinasional lainnya yang beroperasi di Tanah Papua.

Pernyataan ini disampaikan dalam momentum peringatan 58 tahun penandatanganan kontrak karya pertama antara pemerintah Indonesia dan Freeport pada 7 April 1967.

Dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) PMKRI yang berlangsung pada 3–7 April 2025, sebanyak 15 kader mendalami berbagai materi yang membentuk perspektif kritis terhadap penindasan struktural di Papua.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Melawan Penindasan dan Diskriminasi Kaum yang Tertindas: Berikan Kebebasan, Harapan dan Tantangan”.

Yostan P. Hilapok, Ketua PMKRI Cabang Manokwari, menyatakan bahwa sejarah kehadiran Freeport di Papua merupakan bagian dari skenario imperialisme global yang menindas hak-hak dasar Orang Asli Papua (OAP).

“Sejak awal, kontrak Freeport diteken dua tahun sebelum PEPERA dilaksanakan. Ini sudah jadi bentuk manipulasi atas hak menentukan nasib sendiri rakyat Papua,”ujarnya.

PMKRI menyoroti berbagai pelanggaran hak asasi manusia, pemiskinan struktural, dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan Freeport. Mereka juga menyoroti ketidakadilan dalam proses divestasi saham dan status hukum perusahaan tersebut yang terus berubah tanpa memperhatikan kepentingan rakyat Papua.

Mereka juga menegaskan bahwa negara melalui aparat militer masih terus melakukan represi dan pelanggaran HAM di berbagai wilayah Papua. Kasus penembakan lima pelajar di Enarotali (2014), penyisiran warga di Utikini, serta konflik berdarah di Dogiyai dan Intan Jaya menjadi bukti bahwa militerisme masih menjadi alat untuk membungkam suara rakyat.

Berdasarkan semua refleksi tersebut, PMKRI Manokwari mendesak.

Pertaman Penghentian total operasi Freeport dan seluruh perusahaan multinasional di Papua seperti BP, LNG Tangguh, Medco, dan Korindo.

Kedua, Audit menyeluruh terhadap kekayaan Freeport, kerusakan lingkungan, dan pemberian pesangon layak kepada buruh yang menjadi korban PHK.

Ketiga, Penarikan seluruh pasukan TNI-Polri, baik organik maupun non-organik dari Tanah Papua.

Keempat Pengakuan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis.

Kelima, Penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama operasi Freeport berlangsung.

Keenan, Rehabilitasi lingkungan yang rusak akibat aktivitas pertambangan.
Penghentian megaproyek MP3EI dan pembangunan pangkalan militer di seluruh Papua.

PMKRI Manokwari menegaskan bahwa perjuangan mereka berpijak pada ajaran sosial gereja dan semangat pembebasan terhadap kaum tertindas. Mereka menyerukan solidaritas nasional dan internasional untuk mendukung keadilan dan martabat rakyat Papua. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Cabang ManokwariKetua PMKRILatihan Kepemimpinan KaderLKK PMKRIOperasi FreeportPerusahaan MultinasionalPMKRIPMKRI Cabang ManokwariPMKRI Manokwaritanah PapuaYostan P. Hilapok
ShareTweetSend

Related Posts

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

September 18, 2026
109 Korban Kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

109 Korban Kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026
Pemerintah Indonesia Bungkam Aktivis Lingkungan di Tanah Papua

Pemerintah Indonesia Bungkam Aktivis Lingkungan di Tanah Papua

Juli 30, 2026

Gereja Tegaskan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

Juli 5, 2026

Indonesia Abaikan Ratusan Ribu Pengungsi Internal di Tanah Papua

Juni 21, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?