• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua

PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua

April 8, 2025
Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Agustus 11, 2026
Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

Agustus 11, 2026
ADVERTISEMENT
Panglima TNI Tegaskan Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat di Seluruh Indonesia

Panglima TNI Tegaskan Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat di Seluruh Indonesia

Agustus 11, 2026
Siapkan Tiga Skema Dukung Pembayaran PPPK, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Siapkan Tiga Skema Dukung Pembayaran PPPK, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Agustus 11, 2026
Sinode GKI Tanah Papua Salurkan Bantuan untuk Pengungsi asal Puncak

Sinode GKI Tanah Papua Salurkan Bantuan untuk Pengungsi asal Puncak

Agustus 11, 2026
KRI KERAMBIT-627 Tangkap Kapal Diduga Bermuatan Narkoba Seberat 1,3 Ton dengan Taksiran Senilai 2,6 Triliunan Rupiah

KRI KERAMBIT-627 Tangkap Kapal Diduga Bermuatan Narkoba Seberat 1,3 Ton dengan Taksiran Senilai 2,6 Triliunan Rupiah

Agustus 10, 2026
TNI AL Gagalkan Peredaran Ribuan Liter Minuman Keras Ilegal di Pelabuhan Bakauheni

TNI AL Gagalkan Peredaran Ribuan Liter Minuman Keras Ilegal di Pelabuhan Bakauheni

Agustus 10, 2026
Prajurit TNi AL dari Satgas Yonif 2 Marinir Bangun Penampungan Air Bersama Masyarakat Paniai, Papua

Prajurit TNi AL dari Satgas Yonif 2 Marinir Bangun Penampungan Air Bersama Masyarakat Paniai, Papua

Agustus 10, 2026
Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

Agustus 10, 2026
Hari Masyarakat Adat Internasional, 14 Pernyataan Sikap Diserukan antaranya Tutup Bandara Antariksa di Biak

Hari Masyarakat Adat Internasional, 14 Pernyataan Sikap Diserukan antaranya Tutup Bandara Antariksa di Biak

Agustus 10, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua

April 8, 2025
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
219
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO: PMKRI : Hentikan Operasi Freeport dan Perusahaan Multinasional di Tanah Papua//FOTO: ISTIMEWA

MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com –- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manokwari “St. Thomas Villanova” menyatakan sikap tegas, menolak keberadaan PT Freeport Indonesia dan perusahaan multinasional lainnya yang beroperasi di Tanah Papua.

Pernyataan ini disampaikan dalam momentum peringatan 58 tahun penandatanganan kontrak karya pertama antara pemerintah Indonesia dan Freeport pada 7 April 1967.

Dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) PMKRI yang berlangsung pada 3–7 April 2025, sebanyak 15 kader mendalami berbagai materi yang membentuk perspektif kritis terhadap penindasan struktural di Papua.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Melawan Penindasan dan Diskriminasi Kaum yang Tertindas: Berikan Kebebasan, Harapan dan Tantangan”.

Yostan P. Hilapok, Ketua PMKRI Cabang Manokwari, menyatakan bahwa sejarah kehadiran Freeport di Papua merupakan bagian dari skenario imperialisme global yang menindas hak-hak dasar Orang Asli Papua (OAP).

“Sejak awal, kontrak Freeport diteken dua tahun sebelum PEPERA dilaksanakan. Ini sudah jadi bentuk manipulasi atas hak menentukan nasib sendiri rakyat Papua,”ujarnya.

PMKRI menyoroti berbagai pelanggaran hak asasi manusia, pemiskinan struktural, dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan Freeport. Mereka juga menyoroti ketidakadilan dalam proses divestasi saham dan status hukum perusahaan tersebut yang terus berubah tanpa memperhatikan kepentingan rakyat Papua.

Mereka juga menegaskan bahwa negara melalui aparat militer masih terus melakukan represi dan pelanggaran HAM di berbagai wilayah Papua. Kasus penembakan lima pelajar di Enarotali (2014), penyisiran warga di Utikini, serta konflik berdarah di Dogiyai dan Intan Jaya menjadi bukti bahwa militerisme masih menjadi alat untuk membungkam suara rakyat.

Berdasarkan semua refleksi tersebut, PMKRI Manokwari mendesak.

Pertaman Penghentian total operasi Freeport dan seluruh perusahaan multinasional di Papua seperti BP, LNG Tangguh, Medco, dan Korindo.

Kedua, Audit menyeluruh terhadap kekayaan Freeport, kerusakan lingkungan, dan pemberian pesangon layak kepada buruh yang menjadi korban PHK.

Ketiga, Penarikan seluruh pasukan TNI-Polri, baik organik maupun non-organik dari Tanah Papua.

Keempat Pengakuan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis.

Kelima, Penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama operasi Freeport berlangsung.

Keenan, Rehabilitasi lingkungan yang rusak akibat aktivitas pertambangan.
Penghentian megaproyek MP3EI dan pembangunan pangkalan militer di seluruh Papua.

PMKRI Manokwari menegaskan bahwa perjuangan mereka berpijak pada ajaran sosial gereja dan semangat pembebasan terhadap kaum tertindas. Mereka menyerukan solidaritas nasional dan internasional untuk mendukung keadilan dan martabat rakyat Papua. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Cabang ManokwariKetua PMKRILatihan Kepemimpinan KaderLKK PMKRIOperasi FreeportPerusahaan MultinasionalPMKRIPMKRI Cabang ManokwariPMKRI Manokwaritanah PapuaYostan P. Hilapok
ShareTweetSend

Related Posts

Pemerintah Indonesia Bungkam Aktivis Lingkungan di Tanah Papua

Pemerintah Indonesia Bungkam Aktivis Lingkungan di Tanah Papua

Juli 30, 2026
Gereja Tegaskan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

Gereja Tegaskan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

Juli 5, 2026
Indonesia Abaikan Ratusan Ribu Pengungsi Internal di Tanah Papua

Indonesia Abaikan Ratusan Ribu Pengungsi Internal di Tanah Papua

Juni 21, 2026

Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Mei 29, 2026

Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

April 22, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?