• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Hari Masyarakat Adat Internasional, 14 Pernyataan Sikap Diserukan antaranya Tutup Bandara Antariksa di Biak

Hari Masyarakat Adat Internasional, 14 Pernyataan Sikap Diserukan antaranya Tutup Bandara Antariksa di Biak

Agustus 10, 2026
Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Agustus 11, 2026
ADVERTISEMENT
LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

Agustus 11, 2026
Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Agustus 11, 2026
Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Agustus 11, 2026
Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Agustus 11, 2026
Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

Agustus 11, 2026
Panglima TNI Tegaskan Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat di Seluruh Indonesia

Panglima TNI Tegaskan Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat di Seluruh Indonesia

Agustus 11, 2026
Siapkan Tiga Skema Dukung Pembayaran PPPK, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Siapkan Tiga Skema Dukung Pembayaran PPPK, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Agustus 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Hari Masyarakat Adat Internasional, 14 Pernyataan Sikap Diserukan antaranya Tutup Bandara Antariksa di Biak

(Internasional)

Agustus 10, 2026
in Internasional
0
0
SHARES
132
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Aksi Komasdeling Papua Selatan pada peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Minggu (09/08/2026)

MALANG, satukanindonesia.com – Memperingati Hari Masyarakat Adat Internasional atau Sedunia. Komite Aksi Selamatkan Demokrasi dan Lingkungan (Komasdeling) Papua Selatan menyerukan 14 poin pernyataan sikap, pada tanggal 09 Agustus 2026.

Pernyataan sikap tersebut, yaitu tutup PT. Freeport Indonesia (PTFI) dan kembalikan hak kedaulatan rakyat. Negara segera hentikan operasi militer dan segera tarik seluruh pasukan militer, baik organik maupun non oganik dari Tanah Papua.

Hentikan Proyek Strategis Nasional di wilayah Papua yang merugikan masyarakat adat. Tutup seluruh perusahaan ilegal yang beroperasi di Tanah Papua.

Tutup Bandara Antariksa di Biak West Papua. Mendesak rezim Prabowo-Gibran untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada Komisi HAM PBB untuk meninjau situasi HAM di West Papua.

Ilustrasi Bandara Antariksa di Pulau Biak, Papua

Hentikan operasi militer di Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Maybrat, Yahukimo, Dogiyai, Tolikara, dan seluruh wilayah West Papua.

Tangkap, adili, dan penjarakan seluruh pelanggar HAM di atas tanah West Papua. Hentikan rencana pengembangan Blok Wabu, Blog Weiland, Blok Warim dan rencana ertambangan lainnya di seluruh Tanah Papua.

Hentikan Program Makan Bergisi Gratis (MBG) karena hanya menjadi sarang buruh rente dan berikan kami pendidikan dan kesehatan gratis

Segera buka akses jurnalis independen seluas-luasnya di seluruh Tanah Papua. Tolak pembangunan batalyon, kodam TNI di seluruh Tanah Papua.

Negara segera hentikan pendekatan militeristik yang justru mengakibatkan pengunsian ribuan rakyat sipil papua dan segera membuka ruang dialong yang melibatkan mediator independen.

Segera berikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua.

Penanggung jawab, aksi Martinus Yumame mengatakan melalui resolusi 49/214 tanggal 23 Desember 1994, Majelis Umum PBB memutuskan bahwa Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia akan diperingati pada 9 Agustus setiap tahun.

Katanya, lahirnya hari masyarakat adat sedunia yang di peringati setiap tahun di seluruh dunia pada 9 Agustus, tidak terlepas dari sejarah panjang perlawanan masyarakat adat terhadap kolonialisme, Kapitalisme beberapa abad yang lalu.

“Apa yang hari ini dialami oleh masyarakat pribumi di wilayah lain, tidak berbeda dengan hari ini suku-suku asli yang mendiami Tanah Papua,”tulis Martinus Yumame dalam siaran persnya, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, sejarah yang panjang dimulai dari perampasan tanah adat, Operasi TRIKORA 1961, hingga Aneksasi 1963 dan Proses PEPERA 1969, yang dinilai penuh manipulasi dan tipu daya merupakan awal malapetaka bagi penduduk asli Papua.

Ia mengatakan, erbagai sandi operasi terus dilakukan hingga pembantaian terhadap suku-suku pribumi di Papua terus dialami pada masa kekuasaan Orde Baru hingga Era reformasi.

Memasuki era reformasi kata Yumame, orang asli Papua ditipu dengan pemberian Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus), pemekaran, dan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) sebagai ‘gula-gula’ politik.

Tujuan, agar masyarakat adat Papua melupakan perlawanan untuk merebut kembali kedaulatannya dan tuntutan hak penentuan nasib sendiri.

Namun katanya, pemberlakuan UU Otsus hanyalah alat bagi pemerintah kolonial Indonesia untuk memperkuat cengkraman sistem penjajahannya agar terus mempertahankan Papua.

“Pelanggaran HAM, pembunuhan diluar hukum, pembungkaman ruang demokrasi, penangkapan aktivis, perampasan Tanah demi kepentingan investasi, pengungsian dalam skala besar-besaran di Tanah Papua, ketimpangan ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang tidak memadai dan sebagainya terus terjadi,”ucapnya.

Karenanya, bertepatan dengan momentum Hari Masyarakat Adat Sedunia Komasdeling Papsel menyerukan dengan tegas menyikapi tindakan kapitalisme, kolonialisme, dan militerisme Indonesia di atas Tanah Papua.

Komasdeling Papsel mengutuk keras kedatangan ‘bangsa-bangsa penjajah’ di Tanah Papua, yang menyebabkan masyarakat adat terus mengalami perampasan, penghancuran, dan pelanggaran hak-hak yang terus berlanjut tanpa berakhir.

“Kami juga mendesak agar negara untuk segera menghormati dan pengakuan atas hak-hak masyarakat adat Papua untuk hidup adil, sejahtera, mandiri, berdaulat, dan bahagia di tanah adatnya. Praktik Kapitalisme, kolonialisme, dan militerisme hari ini telah merampas tanah adat Papua dan mengancam eksistensi masyarakat adat,”ujarnya.

Katanya, tanpa menghormati dan mengakui hak-hak dasar masyarakat adat papua. Janji-janji pemerintah atas pengakuan terhadap wilayah adat dan pengesahan RUU Masyarakat Adat hanya sebagai pencitraan terhadap masyarakat tanpa realisasi yang konkret.

Sebab, hari ini berbagai konflik antara masyarakat adat Papua dengan pihak investor sedang terjadi di mana-dimana seperti yang terjadi di wilayah suku Awyu di boven digoel, Malamoi di sorong, suku malind anim dan suku yeinan di merauke dan lainnya.

Yumame mengatakan, gelombang protes masyarakat adat Papua terjadi karena kerasnya tekanan dari kapitalisme yang merampas tanah-tanah adat untuk kepentingan industry bahkan OTSUS dan DOB inipun di lakukan atas kepentingan akumulasi kapital. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Hari Masyarakat Adat InternasionalKomasdeling Papua SelatanPT. Freeport Indonesia (PTFI)
ShareTweetSend

Related Posts

2027, Freeport Proyeksikan Setoran ke Indonesia Capai 4,7 Miliar Dolar

2027, Freeport Proyeksikan Setoran ke Indonesia Capai 4,7 Miliar Dolar

Juli 18, 2026
Target Timnas Hingga Piala Dunia, Freeport Indonesia Lepas 20 Lulusan PFA

Target Timnas Hingga Piala Dunia, Freeport Indonesia Lepas 20 Lulusan PFA

Juli 5, 2026
Presiden Direktur Freeport Targetkan Setor Rp 54 Triliun ke Negara

Presiden Direktur Freeport Targetkan Setor Rp 54 Triliun ke Negara

April 15, 2026

Bahlil: Izin IUP PT. Freeport Harus Diperpanjang Sampai 2041, Ini Alasannya!

September 27, 2025

Freeport Indonesia Wujudkan Pertambangan Terintegrasi Terbesar di Dunia

Agustus 18, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?