• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

Agustus 10, 2026
Rapor Merah HAM ‘Dua Tahun’ Pemerintahan Indonesia Prabowo-Gibran

Rapor Merah HAM ‘Dua Tahun’ Pemerintahan Indonesia Prabowo-Gibran

Oktober 21, 2026
Tujuh Penyakit Kronis yang Dibiayai BPJS hingga Agustus 2026

Tujuh Penyakit Kronis yang Dibiayai BPJS hingga Agustus 2026

Oktober 21, 2026
ADVERTISEMENT
Polda Kepri Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi Humas Polri Ke-75

Polda Kepri Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi Humas Polri Ke-75

Oktober 20, 2026
Koalisi Tagih Janji Prabowo Selesaikan Masalah Politik Papua

Koalisi Tagih Janji Prabowo Selesaikan Masalah Politik Papua

Oktober 20, 2026
Pengadaan Tanah Flyover Bulak Kapal Dipercepat, Tri Adhianto Pastikan Proses Transparan dan Akuntabel

Pengadaan Tanah Flyover Bulak Kapal Dipercepat, Tri Adhianto Pastikan Proses Transparan dan Akuntabel

Oktober 20, 2026
Pemkot Bekasi Hasilkan Rp1,75 Miliar untuk Pembangunan Kota, Melalui Lelang CSR di Platform SI-BALAI KEREN

Pemkot Bekasi Hasilkan Rp1,75 Miliar untuk Pembangunan Kota, Melalui Lelang CSR di Platform SI-BALAI KEREN

Oktober 20, 2026
BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi

BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi

Oktober 20, 2026
Parkir Pegawai Dialihkan ke Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Siapkan Rencana Gedung Parkir 8 Lantai untuk Pemkot Bekasi

Parkir Pegawai Dialihkan ke Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Siapkan Rencana Gedung Parkir 8 Lantai untuk Pemkot Bekasi

Oktober 20, 2026
DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaikan Apresiasi

DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaikan Apresiasi

Oktober 20, 2026
DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

DLH Kota Bekasi Telusuri Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Penindakan Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Oktober 20, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

(Fokus Berita)

Agustus 10, 2026
in News
0
0
SHARES
32
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Untuk menyiapkan generasi baru yang mampu mengelola wilayah adat, hutan, serta ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, Program Khusus Sarjana Kehutanan Adat di Universitas Ottow Geissler (UOG) Papua dan Program Khusus Sarjana Ekonomi Bisnis Adat diluncuran di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, di Kota Jayapura, Senin (10/08/2026).

Peluncuran kedua program tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembentukan dan pengembangan ekosistem pendidikan untuk kepemimpinan, pengelolaan wilayah adat, dan ekonomi adat melalui Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) di Tanah Papua.

MoU tersebut melibatkan UNCEN, UOG, Mitra BUMMA, Yayasan Menoken Membumi Membumma, Yayasan EcoNusa, dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM).

Ambrosius Ruwi Ruwindrijarto, Direktur Utama BUMMA mengatakan, perlindungan wilayah adat hanya akan berkelanjutan apabila ada generasi pemimpin masyarakat adat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kelembagaan untuk mengelolanya.

“Program ini bukan sekadar membuka program pendidikan baru, tetapi membangun sebuah ekosistem yang lahir dari kebutuhan masyarakat adat sendiri,”kata Ambrosius Ruwi.

Program ini, menurutnya, menghubungkan kampus dengan BUMMA dalam satu proses belajar yang utuh. Untuk itu, diharapkan model ini menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan tinggi berbasis Masyarakat Adat di seluruh nusantara.

Katanya, ekosistem pendidikan yang dibangun melalui kerja sama tersebut menghubungkan perguruan tinggi, wilayah adat, BUMMA, penelitian, magang, pembelajaran berbasis pengalaman, serta pengembangan kepemimpinan dalam satu sistem pendidikan.

Program tersebut dirancang berbeda dari pendidikan tinggi konvensional. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga akan belajar secara langsung di wilayah adat, bersama masyarakat dan BUMMA.

“Tapi juga terlibat dalam praktik pengelolaan wilayah dan pengembangan ekonomi adat,”tuturnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, Otniel Safkaur mengatakan, program khusus sarjana ekonomi bisnis adat disiapkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat adat.

“Ekonomi Adat bukan sekadar aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah adat. Tapi merupakan sistem ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai, kelembagaan, pengetahuan, dan tata kelola Masyarakat Adat sendiri,”kata Safkaur.

Menurutnya, pendidikan ekonomi bagi masyarakat adat harus berangkat dari realitas tersebut. Karena itu, program khusus sarjana ekonomi bisnis adat diarahkan untuk melahirkan pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi.

“Program Khusus Sarjana Ekonomi Bisnis Adat dirancang untuk melahirkan generasi baru pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi yang mampu membangun usaha yang kompetitif sekaligus menjaga keadilan sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan,”ucapnya.

Dikatakannya, program sarjana kehutanan adat di UOG juga diarahkan untuk mengintegrasikan ilmu kehutanan dengan pengetahuan dan praktik masyarakat adat dalam mengelola wilayahnya.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas generasi muda Papua dalam mengelola hutan dan sumber daya alam dengan tetap mempertahankan pengetahuan, nilai, serta tata kelola yang diwariskan masyarakat adat.

“Uncen dalam ekosistem tersebut mengembangkan program khusus sarjana ekonomi bisnis adat untuk menyiapkan pemimpin, profesional, dan pengelola BUMMA yang mampu membangun ekonomi adat yang berkeadilan dan berkelanjutan,”ucapnya.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Universitas Ottow Geissler Papua, Efraim Mangaluk mengemukakan, ekonomi adat bukan sekadar aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah adat.

Ia merupakan sistem ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai, kelembagaan, pengetahuan, dan tata kelola Masyarakat Adat sendiri.

“Karena itu pendidikan ekonomi juga harus berangkat dari realitas tersebut,”ucap Efraim Mangaluk.

Ia mengatakan, program khusus sarjana ekonomi bisnis adat dirancang untuk melahirkan generasi baru pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi yang mampu membangun usaha yang kompetitif sekaligus menjaga keadilan sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Selain dua program sarjana tersebut, para pihak juga mengembangkan Menoken Business Academy (MBA). Akademi ini dirancang untuk mempersiapkan kepemimpinan dan kewirausahaan generasi muda Papua, khususnya dalam pengembangan ekonomi adat dan BUMMA.

“Ekosistem pendidikan ini tidak hanya mencakup pendidikan formal di perguruan tinggi, tetapi juga pendidikan nonformal, penelitian, pengembangan kurikulum, magang, produksi pengetahuan, serta pembelajaran berbasis pengalaman,”katanya.

Menurutnya, berbagai pihak secara bersama menyelenggarakan program khusus sarjana kehutanan adat dengan mengintegrasikan ilmu kehutanan, pengetahuan masyarakat adat, tata kelola, dan praktik pengelolaan wilayah adat.

Mitra BUMMA berperan dalam mendukung pembentukan dan pengembangan BUMMA sebagai instrumen tata kelola dan kelembagaan ekonomi masyarakat adat. endampingan yang diberikan mencakup aspek strategis, kelembagaan, serta mobilisasi sumber daya.

Yayasan Menoken Membumi Membumma turut memperkuat kepemimpinan generasi baru melalui pendidikan, pendampingan, pengembangan pengetahuan, dan pembelajaran berbasis nilai-nilai noken.

Yayasan EcoNusa menjadi tuan rumah dan koordinator Menoken Business Academy serta memfasilitasi kolaborasi para mitra dalam pengembangan dan penyelenggaraan program pembelajaran. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BUMMADirektur Utama BUMMAEfraim Mangalukkhusus sarjana kehutanan adatMasyarakat AdatUncenUniversitas Cenderawasih (Uncen)Universitas Ottow Geissler
ShareTweetSend

Related Posts

Wakil Ketua Baleg DPR Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan dalam RUU Reforma Agraria

Wakil Ketua Baleg DPR Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan dalam RUU Reforma Agraria

September 14, 2026
Masyarakat Adat di Kampung Onggari Papua Selatan Tolak Melepas Tanah Adat

Masyarakat Adat di Kampung Onggari Papua Selatan Tolak Melepas Tanah Adat

Agustus 22, 2026
Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

Agustus 19, 2026

Tiga Universitas di Tanah Papua Resmi Bergabung dalam Kerjasama Riset Regional

Mei 16, 2026

Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

Mei 12, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?