• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

Agustus 10, 2026
Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Agustus 11, 2026
ADVERTISEMENT
LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

Agustus 11, 2026
Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Agustus 11, 2026
Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Agustus 11, 2026
Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Komisi XIII DPR Dukung Pemerintah Perketat Naturalisasi WNA Diperketat

Agustus 11, 2026
Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

Kabid Humas Polda Jabar Kunjungi PWI Jawa Barat, Dukung Penyelenggaraan Konferprov 2026

Agustus 11, 2026
Panglima TNI Tegaskan Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat di Seluruh Indonesia

Panglima TNI Tegaskan Bertanggung Jawab atas Keamanan Masyarakat di Seluruh Indonesia

Agustus 11, 2026
Siapkan Tiga Skema Dukung Pembayaran PPPK, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Siapkan Tiga Skema Dukung Pembayaran PPPK, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Agustus 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

(Fokus Berita)

Agustus 10, 2026
in News
0
0
SHARES
20
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Untuk menyiapkan generasi baru yang mampu mengelola wilayah adat, hutan, serta ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, Program Khusus Sarjana Kehutanan Adat di Universitas Ottow Geissler (UOG) Papua dan Program Khusus Sarjana Ekonomi Bisnis Adat diluncuran di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen, di Kota Jayapura, Senin (10/08/2026).

Peluncuran kedua program tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pembentukan dan pengembangan ekosistem pendidikan untuk kepemimpinan, pengelolaan wilayah adat, dan ekonomi adat melalui Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) di Tanah Papua.

MoU tersebut melibatkan UNCEN, UOG, Mitra BUMMA, Yayasan Menoken Membumi Membumma, Yayasan EcoNusa, dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM).

Ambrosius Ruwi Ruwindrijarto, Direktur Utama BUMMA mengatakan, perlindungan wilayah adat hanya akan berkelanjutan apabila ada generasi pemimpin masyarakat adat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kelembagaan untuk mengelolanya.

“Program ini bukan sekadar membuka program pendidikan baru, tetapi membangun sebuah ekosistem yang lahir dari kebutuhan masyarakat adat sendiri,”kata Ambrosius Ruwi.

Program ini, menurutnya, menghubungkan kampus dengan BUMMA dalam satu proses belajar yang utuh. Untuk itu, diharapkan model ini menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan tinggi berbasis Masyarakat Adat di seluruh nusantara.

Katanya, ekosistem pendidikan yang dibangun melalui kerja sama tersebut menghubungkan perguruan tinggi, wilayah adat, BUMMA, penelitian, magang, pembelajaran berbasis pengalaman, serta pengembangan kepemimpinan dalam satu sistem pendidikan.

Program tersebut dirancang berbeda dari pendidikan tinggi konvensional. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga akan belajar secara langsung di wilayah adat, bersama masyarakat dan BUMMA.

“Tapi juga terlibat dalam praktik pengelolaan wilayah dan pengembangan ekonomi adat,”tuturnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, Otniel Safkaur mengatakan, program khusus sarjana ekonomi bisnis adat disiapkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat adat.

“Ekonomi Adat bukan sekadar aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah adat. Tapi merupakan sistem ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai, kelembagaan, pengetahuan, dan tata kelola Masyarakat Adat sendiri,”kata Safkaur.

Menurutnya, pendidikan ekonomi bagi masyarakat adat harus berangkat dari realitas tersebut. Karena itu, program khusus sarjana ekonomi bisnis adat diarahkan untuk melahirkan pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi.

“Program Khusus Sarjana Ekonomi Bisnis Adat dirancang untuk melahirkan generasi baru pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi yang mampu membangun usaha yang kompetitif sekaligus menjaga keadilan sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan,”ucapnya.

Dikatakannya, program sarjana kehutanan adat di UOG juga diarahkan untuk mengintegrasikan ilmu kehutanan dengan pengetahuan dan praktik masyarakat adat dalam mengelola wilayahnya.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas generasi muda Papua dalam mengelola hutan dan sumber daya alam dengan tetap mempertahankan pengetahuan, nilai, serta tata kelola yang diwariskan masyarakat adat.

“Uncen dalam ekosistem tersebut mengembangkan program khusus sarjana ekonomi bisnis adat untuk menyiapkan pemimpin, profesional, dan pengelola BUMMA yang mampu membangun ekonomi adat yang berkeadilan dan berkelanjutan,”ucapnya.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Universitas Ottow Geissler Papua, Efraim Mangaluk mengemukakan, ekonomi adat bukan sekadar aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah adat.

Ia merupakan sistem ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai, kelembagaan, pengetahuan, dan tata kelola Masyarakat Adat sendiri.

“Karena itu pendidikan ekonomi juga harus berangkat dari realitas tersebut,”ucap Efraim Mangaluk.

Ia mengatakan, program khusus sarjana ekonomi bisnis adat dirancang untuk melahirkan generasi baru pengelola BUMMA, wirausahawan, akuntan, dan pemimpin ekonomi yang mampu membangun usaha yang kompetitif sekaligus menjaga keadilan sosial, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Selain dua program sarjana tersebut, para pihak juga mengembangkan Menoken Business Academy (MBA). Akademi ini dirancang untuk mempersiapkan kepemimpinan dan kewirausahaan generasi muda Papua, khususnya dalam pengembangan ekonomi adat dan BUMMA.

“Ekosistem pendidikan ini tidak hanya mencakup pendidikan formal di perguruan tinggi, tetapi juga pendidikan nonformal, penelitian, pengembangan kurikulum, magang, produksi pengetahuan, serta pembelajaran berbasis pengalaman,”katanya.

Menurutnya, berbagai pihak secara bersama menyelenggarakan program khusus sarjana kehutanan adat dengan mengintegrasikan ilmu kehutanan, pengetahuan masyarakat adat, tata kelola, dan praktik pengelolaan wilayah adat.

Mitra BUMMA berperan dalam mendukung pembentukan dan pengembangan BUMMA sebagai instrumen tata kelola dan kelembagaan ekonomi masyarakat adat. endampingan yang diberikan mencakup aspek strategis, kelembagaan, serta mobilisasi sumber daya.

Yayasan Menoken Membumi Membumma turut memperkuat kepemimpinan generasi baru melalui pendidikan, pendampingan, pengembangan pengetahuan, dan pembelajaran berbasis nilai-nilai noken.

Yayasan EcoNusa menjadi tuan rumah dan koordinator Menoken Business Academy serta memfasilitasi kolaborasi para mitra dalam pengembangan dan penyelenggaraan program pembelajaran. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: BUMMADirektur Utama BUMMAEfraim Mangalukkhusus sarjana kehutanan adatMasyarakat AdatUncenUniversitas Cenderawasih (Uncen)Universitas Ottow Geissler
ShareTweetSend

Related Posts

Tiga Universitas di Tanah Papua Resmi Bergabung dalam Kerjasama Riset Regional

Tiga Universitas di Tanah Papua Resmi Bergabung dalam Kerjasama Riset Regional

Mei 16, 2026
Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

Mei 12, 2026
Menteri ATR/BPN: Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Hak Tanah Ulayat Masyarakat Adat

Menteri ATR/BPN: Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Hak Tanah Ulayat Masyarakat Adat

Mei 11, 2026

Indonesia Didesak Mengakui Keberadaan Masyarakat Adat dan Hentikan Diskriminasi di Tanah Papua

November 5, 2025

Masyarakat Adat Tolak DOB Kabupaten Malamoi di Sorong Papua Barat Daya

Juli 24, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?