
MANOKWARI, satukanindonesia.com – Tiga Organisasi sayap Militer Papua Merdeka mmperingati hari proklamasi kemerdekaan Papua Barat, yang diklaim pada tanggal 1 Juli 1971.
Upacara Kehormatan Hari Kemerdekan Papua Barat Berlangsung di Markas Besar (MABES) Totio Paniai, Papua pada 1 Juli 2025.
Demikian siaran pers yang dikutip media ini, Selasa (02/07/2025).
Komandan Pos Mabobo, Petrus Gobai Mengklaim, hari ini tiga sayap militer yakni Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Tentara Nasional Papua Barat (TNPB), dan West Papua Army (WPA) dibawa Panglima tertinggi Sorong sampai Samarai memperingati HUT ke-55 sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan bagi Bangsa Papua Barat.

“HUT ke-55 ini, dihadiri komandan-komandan pos pertahanan, dewan militer, kesatuan KSAD, angkatan udara, serta Seluruh pertahanan divisi dan seluruh pasukan West Papua ARMY,”kata Petrus Gobai.
Dalam sambutan, Panglima Tertinggi dari tiga sayap Organisasi Militer Papua Merdeka, Damianus R. R. Magai Yogi mengatakan, West Papua telah diputuskan dalam agenda dekolonisasi di Timor Leste pada Mei 2025 lalu, dan ia mengklaim bahwa Inggris juga ikut mendukung penentuan nasib sendiri.
“Seminar internasional di Negara Timor Leste, PBB tetapkan 10 negara calon sebagai kemerdekaan dalam dafatar sebagai calon negara Papua Barat masuk pada nomor Urut ke 4,”kata Yogi.
Secara keseluruhan, pertemuan itu menjadi platform penting bagi diskusi mengenai dekolonisasi. Meskipun tidak ada deklarasi langsung dari 10 Negara secara spesifik, terkait dukungan kemerdekaan Papua Barat secara eksplisit.
Tetapi isu Papua Barat tetap menjadi bagian dari narasi yang lebih luas tentang hak penentuan nasib sendiri, dan dekolonisasi yang terus diperjuangkan oleh para aktivis dan pendukungnya di forum Internasional.
Damianus RR Magai Yogi mengemukakan semoga Bangsa West Papua menjadi perhatian nasional dan dunia internasional.
“Kita sudah lama berkorban, hampir 61 tahun tanpa target, bergerak tanpa koordinasi, baik di luar negeri dan dalam negeri. Sudah puluhan ribu lebih orang Papua sedang mengungsi, jutaan orang Papua sudah korban dan tanah Papua masih konflik,”katanya.
Maka, sebagai Panglima Tertinggi tiga sayap militer Organisasi Papua Merdeka mengajak seluruh masyarakat asli Papua dan para pejuang kemerdekaan untuk bersatu.
“Mari kita satukan barisan untuk akhiri penderitaan dan rebut hak kami sebagai bangsa yang berdaulat, merdeka dan tersendiri,”pungkasnya. [**/GRW]











