• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Muncul Petisi Online Tolak Vaksin Setengah Jadi Tanpa Data

Muncul Petisi Online Tolak Vaksin Setengah Jadi Tanpa Data

Oktober 19, 2020
Perkuat Pengawasan Laut, Bakamla RI Resmikan Tiga Zona Operasi

Perkuat Pengawasan Laut, Bakamla RI Resmikan Tiga Zona Operasi

April 30, 2026
Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Korban Kecelakaan KRL Bekasi Dapat Asesmen dan Program Pemberdayaan

Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Korban Kecelakaan KRL Bekasi Dapat Asesmen dan Program Pemberdayaan

April 30, 2026
ADVERTISEMENT
Tegur Walikota Sorong, Menteri PKP RI Dikritik Politisi Golkar

Tegur Walikota Sorong, Menteri PKP RI Dikritik Politisi Golkar

April 30, 2026
Kemnaker Usul Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150.000 Peserta

Kemnaker Usul Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150.000 Peserta

April 30, 2026
BP3MI Riau Apresiasi Polri, Gagalkan Pengiriman 29 PMI Ilegal

BP3MI Riau Apresiasi Polri, Gagalkan Pengiriman 29 PMI Ilegal

April 30, 2026
Legislator Tekankan Perguruan Tinggi Tak Boleh Hanya jadi ‘Pabrik’ Tenaga Kerja

Legislator Tekankan Perguruan Tinggi Tak Boleh Hanya jadi ‘Pabrik’ Tenaga Kerja

April 30, 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Berawan, Hujan Ringan di Selatan dan Timur

Prakiraan Cuaca Jakarta Berawan, Hujan Ringan di Selatan dan Timur

April 30, 2026
Kemenhub Dukung Investigasi KNKT,  Ungkap Penyebab Insiden KA Bekasi Timur

Kemenhub Dukung Investigasi KNKT,  Ungkap Penyebab Insiden KA Bekasi Timur

April 30, 2026
Kemendagri Dukung Peran Satlinmas Jaga Ketertiban Umum

Kemendagri Dukung Peran Satlinmas Jaga Ketertiban Umum

April 30, 2026
Pimpinan DPRD Kota Batam Hadiri Upacara Hari Otonomi Daerah Ke XXX

Pimpinan DPRD Kota Batam Hadiri Upacara Hari Otonomi Daerah Ke XXX

April 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, April 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Muncul Petisi Online Tolak Vaksin Setengah Jadi Tanpa Data

[Ragam Info]

Oktober 19, 2020
in Ragam Info
0
0
SHARES
40
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com– Seorang dokter bernama Yohanes Cakrapradipta Wibowo membuat petisi menolak vaksin Covid-19 yang akan digunakan oleh pemerintah untuk vaksinasi massal pada bulan November 2020. Petisi yang dibuat oleh Yohanes berjudul Tolak keras ‘”vaksin setengah jadi” tanpa transparansi data yang jelas.

Hingga saat ini, petisi yang diunggah oleh Yohanes telah ditandatangani oleh lebih dari 350 orang dari target 500. Salah satu yang telah menandatangani petisi itu adalah epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono.

Dalam laman change.org, Yohanes mengklaim sangat prihatin dengan disinformasi yang disebarkan, serta keputusan terburu-buru yang Pemerintah tentang pengadaan vaksin dan rencana vaksinasi besar-besaran pada bulan November atau Desember 2020.

Dia menilai belum ada vaksin Covid-19 yang aman dan ampuh hingga saat ini.

Ada tiga ppoin besar yang disampaikan oleh Yohanes, pertama seluruh vaksin dari Cina yang didatangkan (Sinovac, G42/Sinopharm, dan CanSino Biologics) belum ada yang lolos uji klinis fase III sehingga belum ada lembaga otoritas seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan penggunaan vaksin-vaksin tersebut.

Kedua, Yohanes berkata dalih Emergency Use Authorization (EUA) berpotensi bermasalah dan tidak boleh dijadikan legitimasi mutlak. Apalagi EUA yang dikeluarkan oleh negara lain tanpa ada analisis data dan pertimbangan yang matang.

Contohnya di Amerika Serikat saat EUA untuk obat Hidroksiklorokuin yang dipromosikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba diterbitkan oleh Food and Drug Administration (FDA) tanpa ada penjelasan ilmiah yang logis.

Akhirnya, lanjut dia bukti riset terbaru (solidarity trial) menunjukkan obat itu tidak bermanfaat.

“(Ketiga) vaksin ‘setengah jadi’ ini berpotensi menimbulkan masalah baru jika timbul efek yang tidak diinginkan. Apalagi tenaga medis menjadi salah satu prioritas pemberian vaksin. Padahal sektor kesehatan sudah terpukul hebat saat pandemi ini,” ujar Yohanes.

Terkait dengan hal itu, Yohanes mengajukan penolakan keras pada pemberian vaksin ‘setengah jadi’ itu karena tanpa transparansi data yang jelas. Dia mendesak pemerintah untuk melakukan transparansi data yang dapat diakses oleh peneliti independen dan masyarakat.

 Sebab, dia berkata sampai saat ini tidak ada publikasi riset vaksin-vaksin tersebut bahkan hasil sementara sekalipun.

Ketiga, dia menolak dengan keras penggunaan vaksin sebagai jalan pintas untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam penanganan berbasis kesehatan masyarakat (3T dan 3M) selama ini.

Yohanes menambahkan skandal EUA di Amerika Serikat harus menjadi pelajaran supaya pemerintah Indonesia tidak latah untuk melakukan tindakan tanpa pertimbangan matang yang melibatkan para ahli.

Skandal EUA menunjukkan terlibatnya pihak seperti politisi yang tidak berkompeten dalam bidang riset kesehatan yang ikut-ikutan melakukan pernyataan tentang sains dan riset dapat berpotensi menimbulkan bencana lebih lanjut selain dari masalah pandemi itu sendiri.

Kelatahan dan ketidakbecusan yang sudah tercatat selama ini, kata dia mulai dari penggunaan rapid test antibodi untuk skrining dan prosedur diagnosis eski sudah ditentang ahli dan lembaga otoritas seperti WHO), tantangan balik pada riset profesor dari Harvard, sampai klaim oleh Presiden Joko Widodo tentang sudah ditemukannya obat Covid-19 (Avigan dan Klorokuin) seharusnya tidak boleh diulang terus menerus.

“Hal ini belum terkait kapasitas tes yang stagnan selama 7 bulan ini dan kemampuan pelacakan kasus yang juga jauh dari kata optimal,” kata Yohanes.

Lebih dari itu, dia menyampaikan vaksin bukanlah jalan pintas dan peluru ajaib yang akan menghilangkan Covid-19 secara tiba-tiba. Penanganan berbasis kesehatan masyarakat melalui pengetesan, penelusuran, isolasi, dan pengobatan adalah prioritas utama saat ini.

“Kami tidak anti vaksin. Kami anti vaksin yang belum tentu aman dan efektif,” katanya.

Komentar Facebook

Tags: Covid-19Vaksin Virus Corona
ShareTweetSend

Related Posts

Perlindungan Data Pribadi di Dunia Cyber Lemah, Paslon Gubernur Jakarta Nomor 2 Dharma Pongrekun Doakan Paslon Gubernur Nomor 3 Kelak Jadi Presiden

Perlindungan Data Pribadi di Dunia Cyber Lemah, Paslon Gubernur Jakarta Nomor 2 Dharma Pongrekun Doakan Paslon Gubernur Nomor 3 Kelak Jadi Presiden

Oktober 7, 2024
Abdul Makmur Saba, pengusaha ternak ayam petelur dan ayam di kabupaten. Manokwari, Papua Barat//GRW

Kadin Papua Barat Diminta Perjuangan Hak Peternak Ayam Petelur Lokal

Juli 5, 2024
AHY Apresiasi Kerja Semua Era Pemerintah Serta Puji Mega dan SBY

AHY Sebut Banyak yang tak Sadar Jasa Prabowo Selama Masa Pandemi Covid 19

Januari 19, 2024

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Jokowi Perintahkan Menkes Amati Perkembangan

Desember 15, 2023

Dinkes Catat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Bertambah 365

Desember 13, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?