• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kemenkes Catat Hampir 12 Ribu Kasus Keracunan Program MBG di Seluruh Indonesia

Kemenkes Catat Hampir 12 Ribu Kasus Keracunan Program MBG di Seluruh Indonesia

Oktober 13, 2025
Menkum Manfaatkan Media Sosial untuk Tampung Keluhan Pelayanan Publik

Menkum Manfaatkan Media Sosial untuk Tampung Keluhan Pelayanan Publik

Mei 25, 2026
Ahmad Doli: Baleg DPR Targetkan RUU Satu Data Indonesia Rampung Tahun Ini

Ahmad Doli: Baleg DPR Targetkan RUU Satu Data Indonesia Rampung Tahun Ini

Mei 25, 2026
ADVERTISEMENT
Kompolnas Dorong Polda Metro Jaya Tindak Tegas Pelaku Begal

Kompolnas Dorong Polda Metro Jaya Tindak Tegas Pelaku Begal

Mei 25, 2026
Wakil Ketua MPR  Dukung Orang Tua  Batasi Media Sosial bagi Anak

Wakil Ketua MPR  Dukung Orang Tua  Batasi Media Sosial bagi Anak

Mei 25, 2026
Ketua Komisi XI Sebut JFF 2026 Jadi Sarana Antisipasi Bias Informasi

Ketua Komisi XI Sebut JFF 2026 Jadi Sarana Antisipasi Bias Informasi

Mei 25, 2026
Wamenkomdigi: Pemerintah Siapkan Regulasi AI yang Fleksibel Hadapi Perkembangan Teknologi

Wamenkomdigi: Pemerintah Siapkan Regulasi AI yang Fleksibel Hadapi Perkembangan Teknologi

Mei 25, 2026
BMKG Ingatkan Warga Waspadai Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar Indonesia

BMKG Ingatkan Warga Waspadai Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar Indonesia

Mei 25, 2026
Kemenko Kumham Imipas Raih Penghargaan Best Integrated Digital Innovation for Public Service

Kemenko Kumham Imipas Raih Penghargaan Best Integrated Digital Innovation for Public Service

Mei 25, 2026
Bupati JTP Hutabarat Serius Kembangkang Pariwisata Pulau Sibandang-Muara, Sukses Laksanakan SAfest 202

Bupati JTP Hutabarat Serius Kembangkang Pariwisata Pulau Sibandang-Muara, Sukses Laksanakan SAfest 202

Mei 25, 2026
La Ode Resmi Deklarasikan Calon Ketua Umum Siap Pimpin Kosgoro 57

La Ode Resmi Deklarasikan Calon Ketua Umum Siap Pimpin Kosgoro 57

Mei 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemenkes Catat Hampir 12 Ribu Kasus Keracunan Program MBG di Seluruh Indonesia

[Nasional]

Oktober 13, 2025
in Nasional
0
0
SHARES
76
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025). Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan sebanyak 500 pelajar di Kecamatan Cipongkor mengalami keracunan yang diduga akibat menyantap hidangan makan bergizi gratis pada (24/9). (ANTARA FOTO/Abdan Syakura)
Jakarta, satukanindonesia.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat jumlah Kasus keracunan yang diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai angka yang signifikan, yakni hampir 12.000 kasus di seluruh Indonesia. Data ini dihimpun Kemenkes melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) sebagai pusat laporan resmi. Kasus keracunan ini menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap proses penyediaan makanan dalam program tersebut. Data SKDR menunjukkan bahwa insiden keracunan terjadi secara luas di berbagai daerah, namun ada tiga provinsi yang mencatat angka kejadian tertinggi Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya menjelaskan total jumlah kasus tersebut didapatkan dari data yang dihimpun hingga 5 Oktober 2025 pukul 17.00 WIB. “Sampai sore kemarin, kita sudah memiliki kasus kejadian laporan dari SKDR sekitar 119 kejadian dengan 11.660 kasus. Cut off-nya jam kemarin pukul 17.00 WIB, yang terakhir di Karanganyar, Kuningan, Kabupaten Purworejo dan juga Temanggung,” terang Sumarjaya dalam webinar, dilansir dari Disway.id, Minggu 12 Oktober 2025. Adapun 199 kejadian luar biasa keracunan MBG dari SKDR ini didapatkan dari 25 provinsi dan 88 kabupaten/kota. Menurut Sumarjaya, tren mingguan KLB keracunan pangan MBG puncaknya terjadi di minggu ke-39.Dengan adanya aplikasi SKDR ini, Sumarjaya berharap bisa menjadi solusi untuk mendeteksi adanya kasus serupa di seluruh Indonesia. “Pada minggu 39, cukup banyak sekali. Tetapi, ini kita berharap nanti dengan manfaat dari bagaimana solusi dan strategi dan upaya kita lakukan, supaya data bisa satu pintu. Sistem sudah bisa diatur dengan baik dan nanti bisa dimanfaatkan oleh semua stakeholder,” jelas Sumarjaya. Jawa Barat  Mendominasi Kasus KeracunanBerdasarkan data yang dipublikasikan, Provinsi Jawa Barat  menjadi wilayah dengan jumlah kejadian keracunan pangan MBG paling banyak.
  • Jawa Barat  mencatat 34 kejadian keracunan.
  • Diikuti oleh Jawa Tengah dengan 15 kejadian.
  • DI Yogyakarta dengan 13 kejadian.
Meskipun demikian, Kemenkes menyebut sejauh ini belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengalami keracunan pangan berulang, meskipun terdapat beberapa kecamatan dengan kejadian berulang. Penyebab dan Upaya PengawasanKasus keracunan ini umumnya disebabkan oleh faktor-faktor higienitas makanan, suhu makanan yang tidak sesuai, ketidaksesuaian dalam pengolahan pangan, hingga adanya kontaminasi silang. Menanggapi tingginya kasus ini, Kemenkes terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan pengawasan ketat. Kemenkes juga telah membuka hotline 119 bagi masyarakat yang mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, atau pusing setelah mengonsumsi menu MBG, serta mendesak seluruh SPPG untuk mendapatkan sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Komitmen pemerintah saat ini difokuskan untuk memastikan keamanan pangan dan menekan angka keracunan melalui peningkatan standar kebersihan dan pemenuhan gizi yang optimal.(***)
ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: 12 Ribu Kasus KeracunanBadan Gizi Nasional (BGN)Kemenkes RIProgram MBG
ShareTweetSend

Related Posts

RSUD Manokwari Didorong sebagai Sentral Pelayanan Kesehatan di Papua Barat

RSUD Manokwari Didorong sebagai Sentral Pelayanan Kesehatan di Papua Barat

Maret 24, 2026
DPR Manokwari Dukung Perjuangan Bupati Hermus Indou ke Kemenkes RI

DPR Manokwari Dukung Perjuangan Bupati Hermus Indou ke Kemenkes RI

Maret 20, 2026
Anggaran MBG Diambil dari Pos Pendidikan di APBN 2026

Anggaran MBG Diambil dari Pos Pendidikan di APBN 2026

Februari 26, 2026

Kurangi Ketergantungan Impor, Kementan Ditugasi Tanam 1.000 Ha Kedelai

November 23, 2025

BGN Optimis Targetkan 82,9 Juta Penerima Program MBG hingga Akhir 2025

Oktober 29, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?