• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Efek Polusi Cahaya, Ilmuwan: Nyamuk Aedes Aegypti Aktif Malam Hari

Efek Polusi Cahaya, Ilmuwan: Nyamuk Aedes Aegypti Aktif Malam Hari

Oktober 23, 2020
Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres di Lingkungan Polda Kepri Berganti, Bagian dari Penyegaran Organisasi ‎

Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres di Lingkungan Polda Kepri Berganti, Bagian dari Penyegaran Organisasi ‎

Agustus 31, 2026
Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Agustus 31, 2026
ADVERTISEMENT
MK Kabulkan Sebagian Uji Materi UU Paten untuk Memperkuat Akses Obat Terjangkau

MK Kabulkan Sebagian Uji Materi UU Paten untuk Memperkuat Akses Obat Terjangkau

Agustus 31, 2026
Menpora Kobarkan Semangat 432 Atlet Indonesia Jelang Asian Games 2026

Menpora Kobarkan Semangat 432 Atlet Indonesia Jelang Asian Games 2026

Agustus 31, 2026
Mendagri Tito Dorong Pemda Saling Bantu saat Bencana

Mendagri Tito Dorong Pemda Saling Bantu saat Bencana

Agustus 31, 2026
Turis asal Rusia Ditangkap, Jurnalis Asing Sulit Meliput di Tanah Papua

Turis asal Rusia Ditangkap, Jurnalis Asing Sulit Meliput di Tanah Papua

Agustus 30, 2026
Dugaan Kasus Korupsi Perkara “Kardus Durian” Kembali jadi Sorotan, Advokat M. Taufik Umar Dani Harahap, S.H., Desak KPK Periksa Ulang Muhamin Iskandar

Dugaan Kasus Korupsi Perkara “Kardus Durian” Kembali jadi Sorotan, Advokat M. Taufik Umar Dani Harahap, S.H., Desak KPK Periksa Ulang Muhamin Iskandar

Agustus 30, 2026
Karhutla Mengintai, BRIN Manfaatkan Satelit Prediksi Risiko dan Pantau Titik Api

Karhutla Mengintai, BRIN Manfaatkan Satelit Prediksi Risiko dan Pantau Titik Api

Agustus 30, 2026
Temuan Jerigen & Selang di Mobil APV, Warga Kampung Pelita Minta Dalang Pengepulan Solar Tak Dibiarkan Lolos

Temuan Jerigen & Selang di Mobil APV, Warga Kampung Pelita Minta Dalang Pengepulan Solar Tak Dibiarkan Lolos

Agustus 30, 2026
Menhub Memastikan Fasilitas Transportasi Umum Tidak Rusak akibat Demo 27 Agustus

Menhub Memastikan Fasilitas Transportasi Umum Tidak Rusak akibat Demo 27 Agustus

Agustus 30, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Agustus 31, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Efek Polusi Cahaya, Ilmuwan: Nyamuk Aedes Aegypti Aktif Malam Hari

[Ragam Info]

Oktober 23, 2020
in Ragam Info
0
0
SHARES
106
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypti.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Penelitian dari Universitas Notre Dame menyatakan polusi cahaya telah mengubah kebiasaan waktu menggigit nyamuk Aedes Aegypti. Peneliti mengatakan Aedes Aegypti yang biasanya terbang dan menggigit pada pagi dan sore hari menjadi lebih aktif pada malam hari.

Peningkatan perilaku Aedes Aegypti pada malam hari akibat polusi cahaya dapat berdampak pada peningkatan penularan penyakit, seperti demam berdarah, demam kuning, chikungunya, dan Zika.

Melansir Science Daily, Aedes Aegypti berevolusi bersama manusia. Sehingga nyamuk itu lebih memilih menggigit manusia daripada hewan seperti spesies nyamuk lain yang muncul dari hutan. Itulah mengapa peningkatan aktivitas mereka mengancam kesehatan masyarakat.

“Ini berpotensi menjadi masalah yang sangat valid yang tidak boleh diabaikan. Mereka tinggal dan berkembang biak di sekitar rumah, sehingga kemungkinan Aedes Aegypti terpapar polusi cahaya sangat mungkin terjadi,” kata Giles Duffield, peneliti Departemen Ilmu Biologi Universitas Notre Dame.

Dalam mengidentifikasi dampak polusi cahaya terhadap kebiasaan hidup Aedes Aegypti, peneliti staf ilmuwan di Departemen Ilmu Biologi dan penulis pertama studi tersebut, Samuel SC Rund mengizinkan nyamuk di dalam sangkar untuk menggigit lengannya dalam kondisi terkendali.

Dia melakukannya pada siang hari, malam hari tanpa cahaya buatan, dan malam hari dengan tambahan cahaya buatan.

Hasilnya, nyamuk yang menggigit diidentifikasi sebagai nyamuk betina dan diamati dua kali lebih mungkin untuk menggigit pada malam hari ketika cahaya buatan hadir. Secara keseluruhan, sekitar 29 persen nyamuk pada kelompok kontrol tanpa penerangan makan pada malam hari tanpa cahaya buatan.

ADVERTISEMENT

Sementara 59 persen tampak menghisap darah pada saat terpapar cahaya buatan.

Melansir Science Times, peneliti berharap penemuan itu akan membantu ahli epidemiologi agar lebih memahami resiko sebenarnya dari penularan penyakit oleh spesies nyamuk ini. Penemuan itu juga dapat menghasilkan lebih banyak rekomendasi untuk penggunaan kelambu.

Sebab, kelambu biasanya digunakan pada malam hari untuk menangkal gigitan dari genus nyamuk yang berbeda, Anopheles. Tetapi, karena Aedes Aegypti terbukti distimulasi oleh cahaya buatan, kelambu juga dapat digunakan di daerah dengan kemungkinan penularan penyakit, bahkan dengan aktivitas Anopheles terbatas.

“Dampak dari penelitian ini bisa sangat besar. Ahli epidemiologi mungkin ingin mempertimbangkan polusi cahaya saat memprediksi tingkat infeksi,” kata Duffield.

Duffield dan koleganya berencana untuk bereksperimen dengan variabel tambahan cahaya buatan untuk mempelajari lebih lanjut aktivitas menggigit Aedes Aegypti. Variabel-variabel ini termasuk durasi cahaya, intensitas, warna, serta waktu menggigit, baik di awal malam atau setelahnya.

Tim peneliti juga tertarik pada jalur genetik molekuler yang mungkin terlibat dengan aktivitas menggigit, setelah memperhatikan bahwa tidak semua nyamuk dalam populasi yang diteliti tertarik untuk menggigit di malam hari bahkan dengan cahaya buatan.

“Jadi, kami pikir ada komponen genetik dalam spesies Aedes Aegypti,” kata Duffield. (CNN/ms)

 

Komentar Facebook

Tags: nyamukRagam Info
ShareTweetSend

Related Posts

Waspadai! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Makan Garam

Waspadai! Ini 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Makan Garam

Juni 19, 2021
Kolesterol Tinggi? Ini 3 Gejala yang Ditemukan pada Mata

Kolesterol Tinggi? Ini 3 Gejala yang Ditemukan pada Mata

Juni 19, 2021
5 Tradisi Penyambutan Paskah di Beberapa Daerah Di Tanah Air

5 Tradisi Penyambutan Paskah di Beberapa Daerah Di Tanah Air

April 2, 2021

KNPI Riau Gelar Musyawarah Daerah ke XIV

April 1, 2021

Perbumma Adat Nusantara Percepat Konsolidasi Program Di Jawa Tengah

April 1, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?