
MANOKWARI, satukanindonesia.com– Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyoroti, tindakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang diduga melakukan penyerangan dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua, di Asrama Kamasan IV Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, pada tanggal 19 Desember 2025.
Sekretaris KKSS provinsi Papua Barat, H. Ahmad Kuddus mengatakan, sebagai pengurus KKSS di Papua Barat sangat menyayangkan tindakan tersebut, dan menyampaikan permohonan maaf.
“Sangat menyayangkan jika ada indikasi intimidasi kepada mahasiswa Makassar asal Papua. Tentunya ini menjadi perhatian serius bagi KKSS Papua Barat,”katanya kepada wartawan, Senin (22/12/2025).
Untuk itu, ia meminta, pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel dan aparat keamanan di Makassar, agar segera mengambil langkah.
“Karena di tanah Papua terlebih di provinsi Papua Barat kami (masyarakat sulawesi selatan) hidup berdampingan, damai, serta toleransinya yang sangat baik selama ini dan kita nda mau hal-hal itu tercoreng hanya karena kejadian-kejadian seperti itu terjadi di daerah lain termasuk di Makassar,”sebut Ahmad Kuddus.
Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) provinsi Papua Barat, ia memastikan, kedepannya tidak ada intimidasi terhadap mahasiswa asal Papua.
“Kita ingin memastikan lewat pemerintah, dan Kapolda di Sulsel mengenai perkembangan atau penyelesaian masalah ini. Kita juga minta jaminan pula dari pemerintah Sulsel, untuk mahasiswa asal Papua yang menuntut ilmu di Makassar,”ujarnya.
Menurutnya, kehidupan masyarakat keturunan Sulsel di tanah Papua sudah hidup berdampingan dan orang asli Papua (OAP), bahkan toleransi sangat baik di Indonesia.
“Kita tidak ingin ada implikasi dari daerah-daerah lain, maka dari itu kami meminta permasalahan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan lintas sektor yang ada di Makassar dan di seluruh Sulsel,”kata Kuddus.
Tak hanya itu, Ahmad Kuddus juga meminta, pengurus pusat KKSS di Jakarta, agar turut memberikan perhatian serius. Supaya para mahasiswa Papua di Makassar dan dapat menjalani perkuliahan dengan damai tanpa intimidasi.
“Kami KKSS di Papua Barat terus melakukan komunikasi intens dengan aparat keamanan dan pemerintah, supaya permalasahan ini tidak terulang. Dan cepat diselesaikan. Jangan sampai berkembang ke daerah-daerah,”tuturnya.
Ahmad mengimbau, masyarakat di Kota Makassar agar memberikan rasa aman dan nyaman terhadap mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Makassar.
“Makassar itu kota damai, dan kota pendidikan. Maka, masyarakatnya harus memberikan contoh yang baik bagi mahasiswa. Mahasiswa Papua dan Masyarakat Makassar jangan terprovokasi. Ormas-ormas yang ada di Makassar, jangan karena kepentingan kelompok atau keegoisan pihak-pihak tidak bertanggungjawab menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,”sebutnya.
Ditambahkannya, banyak masyarakat Sulsel yang lahir besar dan hidup di tanah Papua bisa terkena dampak, dan hal itu yang tidak diinginkan.
“Makanya, Ormas-ormas di Makassar untuk memperhatikan nasib orang lain. Jangan egonya yang dikedepankan, karena akan berdampak kepada masyarakat luas,”pungkasnya. [**/GRW]










