• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Presiden Diminta Hentikan Penempatan Prajurit TNI Batalyon di Papua

Presiden Diminta Hentikan Penempatan Prajurit TNI Batalyon di Papua

Januari 10, 2026
Seorang warga Maybrat Diduga Disekap di pos Marinir, Pansus DPD RI Diminta Merespon

Seorang warga Maybrat Diduga Disekap di pos Marinir, Pansus DPD RI Diminta Merespon

September 28, 2026
Jaga Hak Adat Terpenuhi, Dr. Filep Wamafma Usulkan Adanya Dinas Masyarakat Adat

Jaga Hak Adat Terpenuhi, Dr. Filep Wamafma Usulkan Adanya Dinas Masyarakat Adat

September 28, 2026
ADVERTISEMENT
Dinilai Kurang Transparan, Pokja Wartawan Pemko Bekasi Serukan Perbaikan Ke Kabag Prokopim Kota Bekasi

Dinilai Kurang Transparan, Pokja Wartawan Pemko Bekasi Serukan Perbaikan Ke Kabag Prokopim Kota Bekasi

September 28, 2026
Kemendag Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Produk

Kemendag Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Produk

September 28, 2026
Anggota KY Imbau Para Hakim Tak Perlu Khawatir Jika Dilaporkan Masyarakat

Anggota KY Imbau Para Hakim Tak Perlu Khawatir Jika Dilaporkan Masyarakat

September 28, 2026
Menbud Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Sastra Indonesia 

Menbud Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Sastra Indonesia 

September 28, 2026
Misi Kemanusiaan di Laut Lepas, KRI WSH-991 Evakuasi 11 Warga Papua Nugini Yang Hanyut di Perairan Samudera Pasifik

Misi Kemanusiaan di Laut Lepas, KRI WSH-991 Evakuasi 11 Warga Papua Nugini Yang Hanyut di Perairan Samudera Pasifik

September 28, 2026
Dilengkapi Mini Basket dan Lapangan Badminton, Wali Kota Bekasi Resmikan RTH di Kaliabang Tengah

Dilengkapi Mini Basket dan Lapangan Badminton, Wali Kota Bekasi Resmikan RTH di Kaliabang Tengah

September 27, 2026
TPNPB Ditangani dengan Operasi Keamanan dan Pendekatan Teritorial

TPNPB Ditangani dengan Operasi Keamanan dan Pendekatan Teritorial

September 27, 2026
Pencalonan RI sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030 Diumumkan

Pencalonan RI sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030 Diumumkan

September 27, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, September 28, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Presiden Diminta Hentikan Penempatan Prajurit TNI Batalyon di Papua

(Politik)

Januari 10, 2026
in Politik
0
0
SHARES
748
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Dr. Filep Wamafma, Sekretaris MPR for Papua

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Menanggapi penempatan prajurit TNI Batalyon di tiga kabupaten di provinsi Papua. Sekretaris MPR for Papua, Dr. Filep Wamafma angkat bicara.

Pasalnya, penempatan prajurit TNI batalyon baru tersebut telah menuai sorotan hingga adanya penolakan dari masyarakat adat.

Ia mengatakan, aspirasi penolakan ini harus ditanggapi secara positif dan perlu ditindaklanjuti.

“Terlebih di kabupaten Biak Numfor, sudah ada institusi keamanan seperti TNI AL dan TNI AU termasuk Polri. Menurut saya sudah sangat cukup untuk menjaga kedaulatan Negara di kawasan pasifik,”kata Dr Filep kepada wartawan, Jumat (09/01/2026).

Namun, lanjut Dr. Filep, pendropan prajurit TNI Batalyon dan pos TNI dibentuk di berbagai kampung tanpa situasi yang emergency atau darurat, tentunya akan menggangu aktivitas masyarakat Adat.

“Memang dalam UU terkait sangat jelas, bahwa untuk menjaga teritorial. Kita sangat senang, kalau ada Babinsa yang melaksanakan tugas dan mungkin itu jauh lebih bagus diperbanyak penempatan Babinsa atau tentara Otsus. Biar mereka (tentara Otsus) ini membangun bersama-sama rakyat,”tuturnya

Lanjut, kata dia, daripada menempatkan prajurit organik yang nanti akan menimbulkan rasa takut dari masyarakat, dan terkesan tiga kabupaten tersebut merupakan wilayah konflik atau daerah yang mengancam kedaulatan Negara.

“Sebagai putra dari suku Byak dan Saireri meminta kepada Panglima TNI agar mempertimbangkan kembali penempatan prajurit TNI Batalyon di wilayah Biak, Supiori dan Waropen guna meminimalisir hubungan yang baik antar masyarakat dan TNI,”sebut tokoh intelektual Papua asal wilayah adat Saireri ini.

Tetapi, kata Dr. Filep, jika TNI mengabaikan aspirasi masyarakat adat, maka dikhawatirkan akan menciptakan konflik baru.

Ia mengemukakan, MPR for Papua akan memanggil Panglima TNI, untuk meminta keterangan terkait penempatan prajurit TNI Batalyon tersebut.

“Apa yang menjadi urgent? Sehingga Biak, Supiori, dan Waropen yang aman ini ditempatkan prajurit batalyon. Saya pikir, masih banyak daerah-daerah lain yang membutuhkan, seperti di wilayah konflik atau perbatasan,”ujar Dr. Filep.

Selanjutnya, ia mengutarakan, sebagai lembaga legislatif yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan di tanah Papua tidak mengetahui hal itu.

“Belum pernah ada konsultasi atau informasi dari TNI terkait pendropan pasukan atau pembentukan batalyon di Papua ke MPR for Papua,”kata Dr. Filep.

Padahal, dijelaskannya, dalam hal tertentu sebagai delegasi antar parlemen (DPR dan DPD RI) yang diangkat oleh ketua MPR sebagai lembaga formal dibawa MPR perlu mendapatkan informasi yang akurat, karena sebagai wakil rakyat, dipilih dan berpolitik atas nama rakyat.

“Jadi mau tidak mau, semua kebijakan yang ada di tanah Papua wajib untuk dikoordinasikan dengan anggota-anggota parlemen asal Papua baik secara kelembagaan maupun komisi atau komite,”tegasnya.

Oleh sebab itu, Dr. Filep meminta, Presiden Prabowo Subianto meninjau kembali atau menghentikan pendropan pasukan di wilayah yang tidak terdampak konflik.

“Kami minta agar pendropan pasukan di wilayah-wilayah masyarakat yang tidak ada konflik ini, untuk dihentikan. Supaya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,”pungkasnya.

 

Seperti diketahui, Lembaga Kultur Kankain Karkara Byak (KKB) bersama para kepala suku (Mananwir Bar Wamurem, Manfasfas Bar Wamurem dan Manfun Kawsa Byak) menyatakan menolak penempatan prajurit TNI Batalyon Yonif TP 858, Yonif TP 859, dan Yonif TP 860 di wilayah adat Byak Kabupaten Biak Numfor dan kabupaten Supiori, Papua.

Pernyataan itu disampaikan Lembaga Kultur Kankain Karkara Byak dan para kepala suku yang mengklaim mewakili seluruh masyarakat adat Byak.

Apolos Sroyer mengatakan, penempatan personil Batalyon Yonif TP Yonif 858, Yonif TP 859, dan Yonif TP 860 di Biak Numfor dan Supiori, sejak 29-30 November 2025. Aparat militer tiba di Biak menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut (AL).

“Hal itu membuat masyarakat kaget dengan hadirnya personil TNI Batalyon tersebut. Kurang lebih jumlah personil dari tiga Batalyon yang diturunkan di Biak itu 1.700 an,”kata Apolos Sroyer.

Menurut Apolos Sroyer, personil TNI itu dibagi ke sejumlah titik. Batalyon Yonif TP 858 di tempatkan di wilayah adat Wamure atau Biak Timur dan Batalyon TP 859 serta Batalyon TP 860 di tempatkan di Kabupaten Supiori.

“Kehadiran personil [TNI] ini sangat mengkhawatirkan, dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat adat di Kabupaten Biak Numfor serta Supiori yang adalah wilayah adat Byak,”ucapnya.

Katanya, secara umum masyarakat tidak mengetahui penempatan akan ada penempatan personil militer di lokasi-lokasi tersebut.

Hanya oknum masyarakat tertentu yang melakukan pertemuan-pertemuan terbatas, dan rapat-rapat tertutup dengan dengan pihak TNI, kemudian melepaskan ratusan ribuan hingga hektare tanah untuk pembangunan pos atau markas TNI. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dr. Filep WamafmaSekretaris MPR For PapuaTNI
ShareTweetSend

Related Posts

Jaga Hak Adat Terpenuhi, Dr. Filep Wamafma Usulkan Adanya Dinas Masyarakat Adat

Jaga Hak Adat Terpenuhi, Dr. Filep Wamafma Usulkan Adanya Dinas Masyarakat Adat

September 28, 2026
Situasi HAM Papua Disuarakan di PBB, Presiden Prabowo Diminta Bertindak Tegas

Situasi HAM Papua Disuarakan di PBB, Presiden Prabowo Diminta Bertindak Tegas

September 27, 2026
Ketua Komite III DPD RI : TKD 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Daerah

Ketua Komite III DPD RI : TKD 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Daerah

September 26, 2026

DPD RI : Legitimasi Peradilan Adat Penting bagi Masyarakat Adat Papua

September 25, 2026

Apresiasi PPDS RSPPU, Dr. Filep Wamafma Dorong Afirmasi Nyata bagi Dokter Papua

September 24, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?