• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Presiden Diminta Hentikan Penempatan Prajurit TNI Batalyon di Papua

Presiden Diminta Hentikan Penempatan Prajurit TNI Batalyon di Papua

Januari 10, 2026
World Press Freedom Day 2026, Kemkomdigi Ajak Insan Pers Perkuat Ruang Informasi Sehat

World Press Freedom Day 2026, Kemkomdigi Ajak Insan Pers Perkuat Ruang Informasi Sehat

Mei 10, 2026
Ketua Dewan Pers Tekankan Kebebasan Pers Harus Diimbangi Etika dan Profesionalisme

Ketua Dewan Pers Tekankan Kebebasan Pers Harus Diimbangi Etika dan Profesionalisme

Mei 10, 2026
ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Siapkan Tarif Khusus Transjabotabek Rute Blok M- Soetta

Gubernur DKI Jakarta Siapkan Tarif Khusus Transjabotabek Rute Blok M- Soetta

Mei 10, 2026
Anggota DPR Dukung Langkah Polri Miskinkan Bandar Narkoba

Anggota DPR Dukung Langkah Polri Miskinkan Bandar Narkoba

Mei 10, 2026
Anggota Komisi X DPR Minta Pemerintah Siapkan Solusi Penghapusan Guru Honorer

Anggota Komisi X DPR Minta Pemerintah Siapkan Solusi Penghapusan Guru Honorer

Mei 10, 2026
BMKG Prakirakan Cuaca DKI Jakarta Cerah Berawan pada 10 Mei 2026

BMKG Prakirakan Cuaca DKI Jakarta Cerah Berawan pada 10 Mei 2026

Mei 10, 2026
Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestri Untuk Perluas Peluang Kerja Bagi Warga Garut

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestri Untuk Perluas Peluang Kerja Bagi Warga Garut

Mei 10, 2026
Bersama Warga Menuju Bekasi Sehat, TP PKK Kota Bekasi Tutup Skrining Kesehatan Massal

Bersama Warga Menuju Bekasi Sehat, TP PKK Kota Bekasi Tutup Skrining Kesehatan Massal

Mei 10, 2026
Semangat Hidup Sehat, KORMI Kota Bekasi Gelorakan Budaya Olahraga Masyarakat

Semangat Hidup Sehat, KORMI Kota Bekasi Gelorakan Budaya Olahraga Masyarakat

Mei 10, 2026
Wawali Harris Bobihoe : Mukota Kadin Diharapkan Hasilkan Program Kerja Nyata Dan Mensejahterakan Masyarakat

Wawali Harris Bobihoe : Mukota Kadin Diharapkan Hasilkan Program Kerja Nyata Dan Mensejahterakan Masyarakat

Mei 9, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Presiden Diminta Hentikan Penempatan Prajurit TNI Batalyon di Papua

(Politik)

Januari 10, 2026
in Politik
0
0
SHARES
728
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Dr. Filep Wamafma, Sekretaris MPR for Papua

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Menanggapi penempatan prajurit TNI Batalyon di tiga kabupaten di provinsi Papua. Sekretaris MPR for Papua, Dr. Filep Wamafma angkat bicara.

Pasalnya, penempatan prajurit TNI batalyon baru tersebut telah menuai sorotan hingga adanya penolakan dari masyarakat adat.

Ia mengatakan, aspirasi penolakan ini harus ditanggapi secara positif dan perlu ditindaklanjuti.

“Terlebih di kabupaten Biak Numfor, sudah ada institusi keamanan seperti TNI AL dan TNI AU termasuk Polri. Menurut saya sudah sangat cukup untuk menjaga kedaulatan Negara di kawasan pasifik,”kata Dr Filep kepada wartawan, Jumat (09/01/2026).

Namun, lanjut Dr. Filep, pendropan prajurit TNI Batalyon dan pos TNI dibentuk di berbagai kampung tanpa situasi yang emergency atau darurat, tentunya akan menggangu aktivitas masyarakat Adat.

“Memang dalam UU terkait sangat jelas, bahwa untuk menjaga teritorial. Kita sangat senang, kalau ada Babinsa yang melaksanakan tugas dan mungkin itu jauh lebih bagus diperbanyak penempatan Babinsa atau tentara Otsus. Biar mereka (tentara Otsus) ini membangun bersama-sama rakyat,”tuturnya

Lanjut, kata dia, daripada menempatkan prajurit organik yang nanti akan menimbulkan rasa takut dari masyarakat, dan terkesan tiga kabupaten tersebut merupakan wilayah konflik atau daerah yang mengancam kedaulatan Negara.

“Sebagai putra dari suku Byak dan Saireri meminta kepada Panglima TNI agar mempertimbangkan kembali penempatan prajurit TNI Batalyon di wilayah Biak, Supiori dan Waropen guna meminimalisir hubungan yang baik antar masyarakat dan TNI,”sebut tokoh intelektual Papua asal wilayah adat Saireri ini.

Tetapi, kata Dr. Filep, jika TNI mengabaikan aspirasi masyarakat adat, maka dikhawatirkan akan menciptakan konflik baru.

Ia mengemukakan, MPR for Papua akan memanggil Panglima TNI, untuk meminta keterangan terkait penempatan prajurit TNI Batalyon tersebut.

“Apa yang menjadi urgent? Sehingga Biak, Supiori, dan Waropen yang aman ini ditempatkan prajurit batalyon. Saya pikir, masih banyak daerah-daerah lain yang membutuhkan, seperti di wilayah konflik atau perbatasan,”ujar Dr. Filep.

Selanjutnya, ia mengutarakan, sebagai lembaga legislatif yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan di tanah Papua tidak mengetahui hal itu.

“Belum pernah ada konsultasi atau informasi dari TNI terkait pendropan pasukan atau pembentukan batalyon di Papua ke MPR for Papua,”kata Dr. Filep.

Padahal, dijelaskannya, dalam hal tertentu sebagai delegasi antar parlemen (DPR dan DPD RI) yang diangkat oleh ketua MPR sebagai lembaga formal dibawa MPR perlu mendapatkan informasi yang akurat, karena sebagai wakil rakyat, dipilih dan berpolitik atas nama rakyat.

“Jadi mau tidak mau, semua kebijakan yang ada di tanah Papua wajib untuk dikoordinasikan dengan anggota-anggota parlemen asal Papua baik secara kelembagaan maupun komisi atau komite,”tegasnya.

Oleh sebab itu, Dr. Filep meminta, Presiden Prabowo Subianto meninjau kembali atau menghentikan pendropan pasukan di wilayah yang tidak terdampak konflik.

“Kami minta agar pendropan pasukan di wilayah-wilayah masyarakat yang tidak ada konflik ini, untuk dihentikan. Supaya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,”pungkasnya.

 

Seperti diketahui, Lembaga Kultur Kankain Karkara Byak (KKB) bersama para kepala suku (Mananwir Bar Wamurem, Manfasfas Bar Wamurem dan Manfun Kawsa Byak) menyatakan menolak penempatan prajurit TNI Batalyon Yonif TP 858, Yonif TP 859, dan Yonif TP 860 di wilayah adat Byak Kabupaten Biak Numfor dan kabupaten Supiori, Papua.

Pernyataan itu disampaikan Lembaga Kultur Kankain Karkara Byak dan para kepala suku yang mengklaim mewakili seluruh masyarakat adat Byak.

Apolos Sroyer mengatakan, penempatan personil Batalyon Yonif TP Yonif 858, Yonif TP 859, dan Yonif TP 860 di Biak Numfor dan Supiori, sejak 29-30 November 2025. Aparat militer tiba di Biak menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut (AL).

“Hal itu membuat masyarakat kaget dengan hadirnya personil TNI Batalyon tersebut. Kurang lebih jumlah personil dari tiga Batalyon yang diturunkan di Biak itu 1.700 an,”kata Apolos Sroyer.

Menurut Apolos Sroyer, personil TNI itu dibagi ke sejumlah titik. Batalyon Yonif TP 858 di tempatkan di wilayah adat Wamure atau Biak Timur dan Batalyon TP 859 serta Batalyon TP 860 di tempatkan di Kabupaten Supiori.

“Kehadiran personil [TNI] ini sangat mengkhawatirkan, dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat adat di Kabupaten Biak Numfor serta Supiori yang adalah wilayah adat Byak,”ucapnya.

Katanya, secara umum masyarakat tidak mengetahui penempatan akan ada penempatan personil militer di lokasi-lokasi tersebut.

Hanya oknum masyarakat tertentu yang melakukan pertemuan-pertemuan terbatas, dan rapat-rapat tertutup dengan dengan pihak TNI, kemudian melepaskan ratusan ribuan hingga hektare tanah untuk pembangunan pos atau markas TNI. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dr. Filep WamafmaSekretaris MPR For PapuaTNI
ShareTweetSend

Related Posts

Soroti Insiden di SMA Taruna Kasuari, Komite III DPD RI Desak Evaluasi Total 

Soroti Insiden di SMA Taruna Kasuari, Komite III DPD RI Desak Evaluasi Total 

April 24, 2026
Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

April 22, 2026
Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

April 22, 2026

4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Akui Dendam saat Kejadian di Hotel Fairmont

April 16, 2026

Menlu RI Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian

April 5, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?