• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Januari 25, 2026
Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

September 18, 2026
MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

September 18, 2026
ADVERTISEMENT
Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

September 18, 2026
Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

September 18, 2026
Komisi V DPR Dorong Kemen PKP Syarat Bantuan Bedah Rumah Dipermudah

Komisi V DPR Dorong Kemen PKP Syarat Bantuan Bedah Rumah Dipermudah

September 18, 2026
Kemnaker dan KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Lindungi Ozon

Kemnaker dan KLH Perkuat Kompetensi Teknisi Pendingin untuk Lindungi Ozon

September 18, 2026
KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT di Kementerian ATR/BPN, Delapan Tersangka Ditahan

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT di Kementerian ATR/BPN, Delapan Tersangka Ditahan

September 18, 2026
RUU Reforma Agraria Disiapkan, Ketimpangan di Balik Penguasaan Lahan Disoroti

RUU Reforma Agraria Disiapkan, Ketimpangan di Balik Penguasaan Lahan Disoroti

September 18, 2026
Gaji P3K Rp23 Triliun Masuk APBN 2027, Pemda Tak Boleh Alasan Efisiensi

Gaji P3K Rp23 Triliun Masuk APBN 2027, Pemda Tak Boleh Alasan Efisiensi

September 18, 2026
Kantor Gakkum Kehutanan Wilayah Maluku Papua di Geledah Kejaksaan

Kantor Gakkum Kehutanan Wilayah Maluku Papua di Geledah Kejaksaan

September 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, September 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Papua Barat Daya Tidak Menginginkan Adanya Investasi Kelapa Sawit

Januari 25, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
355
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

KET.FOTO: Anggota DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Rico Sia//istimewa

SORONG, SatukanIndonesia.com – Menanggapi berbagai penolakan proyek strategis nasional (PSN) melalui investasi Kelapa Sawit. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rico Sia menyatakan, provinsi Papua Barat Daya tidak menginginkan adanya investasi Kelapa Sawit.

Pasalnya, masyarakat adat setempat mengganggap bahwa kehadiran perusahaan kelapa sawit tentunya akan merusak hutan.

“Masyarakat adat di Papua Barat Daya tidak ingin ada investasi kelapa sawit yang masuk, karena akan merusak. Baik itu, flora dan fauna endemik Papua di wilayah tersebut akan hilang,”tegas Rico Sia kepada media ini melalui telepon seluler, Sabtu (24/01/2026).

Maka dalam rapat komisi VII DPR RI pada tanggal 21 Januari 2026 lalu bersama Menteri Pariwisata (Menpar), ia meminta, Menpar agar dapat berkoordinasi dengan kementerian terkait, supaya bisa melakukan pencegahan terhadap kerusakan hutan akibat kehadiran perusahaan kalapa sawit.

“Tidak boleh ada izin yang dikeluarkan, untuk perusahaan kelapa sawit lagi di Papua Barat Daya. Bahkan jika ada perusahaan kelapa sawit yang belum beraktivitas, itu izinnya di cabut saja,”katanya.

 

Tak hanya itu, Rico Sia juga mengemukakan, sebagai anggota DPR RI Dapil Papua Barat Daya pernah memberikan masukan kepada badan legislasi terkait dengan Undang-Undang (UU) Masyarakat Adat, bahwa tidak boleh diberikan izin investasi kelapa sawit.

“Dan kalau bisa masyarakat adat yang menjaga hutan maupun flora dan fauna endemik Papua, sebaiknya diberikan insentif bukan dibiarkan begitu saja,”katanya.

Lanjut, katanya, apabila hutan adat ditanam sawit, sudah tentu merusak dan terlebih flora dan fauna endemik akan hilang.

Misalnya, Cendrawasih yang sudah mulai jarang ditemukan di wilayah Papua dan bisa saja Burung Cenderawasih semuanya berimigran ke Australia.

Mengenai kebutuhan investasi kelapa sawit di Papua, ia menekankan, sesungguhnya orang asli Papua (OAP) tidak membutuhkan kehadiran perusahaan kelapa sawit.

“Saya pikir untuk di daerah Papua, mereka (orang asli papua) sudah punya gaya hidup sendiri dan menyakini bahwa hutan itu sebagai tempat mencari makan,”tegasnya.

Dikemukakannya, jika pembukaan perusahaan kelapa sawit dengan alasan membuka lapangan kerja, sangat tidak tepat.

Dicecar mengenai pernyataan penolakan investasi kelapa sawit oleh DPRD kabupaten Tambrauw, Rico Sia menegaskan, sebagai perwakilan provinsi Papua Barat Daya di DPR RI mendukung.

“Saya sepakat dengan apa yang disuarakan DPRD Tambrauw, karena memang itu aspirasi yang harus diperjuangkan. Dan memang hampir di seluruh tanah Papua menolak,”pungkasnya.

Seperti diketahui, DPRD kabupaten Tambrauw menolak dengan tegas PSN melalui investasi kelapa sawit terlebih di wikayah Lembah Kabar.

Menurut DPRD Tambrauw, pembukaan perkebunan kelapa sawit melalui PSN bukan bagian dari kehidupan orang asli Papua.

Masyarakat adat di Tanah Papua menggantungkan hidupnya pada pangan lokal seperti sagu, singkong, ubi jalar, bukan dari perkebunan sawit yang dicanangkan negara. [RILIS/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RIDPRD kabupaten Tambrauw menolak dengan tegas PSNpenolakan proyek strategis nasional (PSN)Rico Sia
ShareTweetSend

Related Posts

Maksimalkan Siaran Piala Dunia, TVRI Diminta Hadir Diseluruh Indonesia

Maksimalkan Siaran Piala Dunia, TVRI Diminta Hadir Diseluruh Indonesia

Januari 29, 2026
Kementerian Pariwisata Diminta Lebih Aktif Melindungi Obyek Wisata Alam Raja Ampat

Kementerian Pariwisata Diminta Lebih Aktif Melindungi Obyek Wisata Alam Raja Ampat

Januari 23, 2026
Rico Sia : Politeknik Kepariwisataan akan Hadir di Raja Ampat

Rico Sia : Politeknik Kepariwisataan akan Hadir di Raja Ampat

Oktober 12, 2025

LPK BUMN Diharapkan Dapat Berkontribusi Lebih Besar terhadap Keuangan Negara

Juli 18, 2025

Rico Sia Desak RUU Papua Barat Daya Disahkan

September 21, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?