• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pdt. Benny Giay: Orang Papua disingkirkan Agar Tidak Menjadi Bangsa di Masa Depan

Pdt. Benny Giay: Orang Papua disingkirkan Agar Tidak Menjadi Bangsa di Masa Depan

Februari 19, 2026
‎REL-MBG Perkuat Komitmen Pelaksanaan Program MBG dengan 6 Pilar Kerja

‎REL-MBG Perkuat Komitmen Pelaksanaan Program MBG dengan 6 Pilar Kerja

Agustus 9, 2026
Presiden Prabowo Tinjau Teknologi BRIN, Dari Air Darurat hingga Satelit

Presiden Prabowo Tinjau Teknologi BRIN, Dari Air Darurat hingga Satelit

Agustus 9, 2026
ADVERTISEMENT
Tembakan OTK di Lokasi Festival Lembah Baliem, Dua Warga Terluka

Tembakan OTK di Lokasi Festival Lembah Baliem, Dua Warga Terluka

Agustus 9, 2026
Miliki Keunikan, Bupati Hermus Indou : Kopi Arfak Harus Dikembangkan

Miliki Keunikan, Bupati Hermus Indou : Kopi Arfak Harus Dikembangkan

Agustus 9, 2026
Puluhan Lembaga Bersatu Hadapi Krisis Jurnalisme, Koalisi Media Dibentuk

Puluhan Lembaga Bersatu Hadapi Krisis Jurnalisme, Koalisi Media Dibentuk

Agustus 8, 2026
Peredaran Narkotika Senilai Rp3,2 Miliar Berhasil Digagalkan TNI AL dan Stakeholder Terkait di Bandara Internasional Juanda

Peredaran Narkotika Senilai Rp3,2 Miliar Berhasil Digagalkan TNI AL dan Stakeholder Terkait di Bandara Internasional Juanda

Agustus 8, 2026
Jelang HUT Ke-40 PPAL,  Ketum PPAL Pimpin Ziarah dan Silaturahmi Purnawirawan di TMPNU Kalibata

Jelang HUT Ke-40 PPAL, Ketum PPAL Pimpin Ziarah dan Silaturahmi Purnawirawan di TMPNU Kalibata

Agustus 8, 2026
Daerah ‘Tingkat Kemiskinan Tertinggi’ Harus Jadi Prioritas Kebijakan Pendidikan Nasional

Daerah ‘Tingkat Kemiskinan Tertinggi’ Harus Jadi Prioritas Kebijakan Pendidikan Nasional

Agustus 8, 2026
Warga Papua Tengah Diajak Kibarkan Bendera Merah Putih

Warga Papua Tengah Diajak Kibarkan Bendera Merah Putih

Agustus 8, 2026
Kementerian ATR/BPN Kembali Raih Penghargaan Reputasi Institusi Pemerintah 2026

Kementerian ATR/BPN Kembali Raih Penghargaan Reputasi Institusi Pemerintah 2026

Agustus 8, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Agustus 9, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Pdt. Benny Giay: Orang Papua disingkirkan Agar Tidak Menjadi Bangsa di Masa Depan

Februari 19, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
60
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Moderator Dewan Geraja Papua, Pdt. Dr. Benny Giay menyatakan, Negara seakan berusaha menyingkirkan orang Papua, agar tidak menjadi suatu bangsa di masa depan.

Berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang keamanan dan pembangunan seperti pengiriman pasukan terus menerus ke Tanah Papua dan Proyek Strategis Nasional yang ‘merampas’ tanah masyarakat adat, dinilai merupakan bagian dari cara negara menyingkirkan orang Papua.

“Sejarah, zaman, masyarakat dan waktu menempatkan kita di tanah ini. Nah belakangan ini ada PSN dan kita semua ini sedang disingkirkan untuk [tidak] menjadi bangsa di masa depan,”kata Pdt. Dr. Benny Giay saat membuka lokakarya rencana aksi Non Governmental Organization (NGO) “Merunut Ulang Jejak Gerakan Masyarakat Sipil Papua”, Kamis (19/02/2026).

Lokakarya yang diselenggarakan Dewan Gereja Papua dan Media Jubi ini, dilaksanakan di kawasan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Kamis (19/02/2026) hingga Jumat (20/02/2026).

Pdt. Dr. Benny Giay mengatakan kasus rasisme pada 2019 silam menjadi salah satu pintu masuk pemerintah untuk terus mengirim pasukan keamanan ke Tanah Papua.

Katanya, kasus rasisme itu tak pernah diselesaikan secara tuntas hingga kini. Sebaliknya, ketika orang Papua protes mereka dianggap makar.

“Sejak itu, pengiriman pasukan terus dilakukan ke Tanah Papua dan menyebabkan terjadinya pengungsian berbagai wilayah di Tanah Papua,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap konflik di Tanah Papua. Padahal beberapa tahu lalu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI telah merumuskan dan meluncurkan laporan hasil investigasi mereka mengenai empat akar masalah Papua.

“Kita pikir negara ini berdasarkan dengan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dapat membuka ruang yang diusulkan LIPI. Namun saat para peneliti LIPI menjelaskan penemuan mereka kepada lembaga-lembaga pemerintah justru mereka dicurigai dan diintrogasi karena dicurigai terkena pengaruh separatis, sejak itu pengharapan saya hilang, dan ideologi separatis ini dipelihara. Dibesar-besarkan,”pungkas Benny Giay. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dewan Geraja PapuaPdt. Dr. Benny Giay
ShareTweetSend

Related Posts

Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua sebut ‘Ada Pihak Yang Tak Ingin Tanah Papua Aman

Dewan Gereja Papua sebut ‘Ada Pihak Yang Tak Ingin Tanah Papua Aman

Juni 1, 2025
Intan Jaya Papua darurat kemanusiaan, DGP : Hentikan Operasi Militer

Intan Jaya Papua darurat kemanusiaan, DGP : Hentikan Operasi Militer

Mei 31, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?