
Surabaya, SatukanIndonesia.com – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiapkan pengamanan skala besar melalui Operasi Ketupat Semeru. Ratusan pos pengamanan disebar di berbagai wilayah guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Sedikitnya 238 pos pengamanan telah dipersiapkan dan ditempatkan di titik-titik yang dinilai memiliki potensi kepadatan maupun kerawanan selama masa mudik. Pos tersebut terdiri atas pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di jalur utama antar kota, kawasan terminal, pelabuhan, bandara, rest area, hingga pusat keramaian dan objek wisata.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Sabtu (14/3), menjelaskan bahwa pendirian pos tersebut merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu selama musim mudik.
Penempatan lokasi dilakukan setelah melalui pemetaan kondisi lalu lintas serta analisis titik rawan kecelakaan dan gangguan keamanan.
Menurutnya, pos pengamanan akan berfungsi sebagai pusat pengawasan situasi lalu lintas sekaligus titik respons cepat jika terjadi gangguan keamanan atau insiden di jalan. Sementara pos pelayanan difokuskan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi perjalanan, tempat beristirahat sementara, maupun layanan kesehatan.
“Seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat yang melakukan perjalanan jauh dapat merasa lebih aman dan terbantu selama perjalanan,” ujarnya.
Operasi Ketupat Semeru tahun ini melibatkan lebih dari 16 ribu personel gabungan yang berasal dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dinas perhubungan, tenaga kesehatan, hingga relawan.
Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran arus kendaraan. Aparat juga bersiaga mengantisipasi berbagai potensi gangguan lain seperti kriminalitas jalanan, kecelakaan lalu lintas, hingga kerawanan di pusat-pusat aktivitas masyarakat.
Selain jalur transportasi, perhatian pengamanan juga diarahkan pada kegiatan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, termasuk malam takbiran, pelaksanaan salat Id, serta lonjakan kunjungan ke destinasi wisata setelah hari raya.
Dengan langkah tersebut, aparat berharap masyarakat dapat menjalani tradisi mudik dengan rasa aman.
Kepolisian juga mengimbau pemudik untuk mempersiapkan perjalanan secara matang, menjaga kondisi kendaraan, serta memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan.
Kesiapan pengamanan ini menjadi bagian dari upaya memastikan momentum Idulfitri tidak hanya menjadi perjalanan pulang ke kampung halaman, tetapi juga perjalanan yang selamat hingga kembali ke rumah masing-masing (Tim Liputan Lebaran 2026 Satukan Indonesia Biro Jatim)













